Showing posts with label TIPS. Show all posts
Showing posts with label TIPS. Show all posts

Saturday, October 28, 2017

9 Kiat Teruji Menjadi Mahasiswa Berprestasi





    Saat baru memasuki dunia kampus, biasanya pada acara inaugurasi atau pengesahan status sebagai mahasiswa, akan ditampilkan beberapa ma- hasiswa yang masuk beberapa tahun sebelumnya yang cukup berprestasi di perguruan tinggi. Maha- siswa berprestasi tersebut biasanya dilihat dari nilai- nilai akademiknya yang menonjol dibandingkan mahasiswa lain, keaktifannya diberbagai organisasi, serta kontribusinya bagi perguruan tinggi atau ma- syarakasekitar. Tentunya  hal  inakamemantik semangat mahasiswa baru untuk berlomba-lomba menjadi mahasiswa berprestasi. Jika sedang di posisi tersebut, ada baiknya melakukan 9 kiat berikut:

 1. Belajar dengan Cerdas 
Hal utama yang dibutuhkan untuk meraih predi- kat mahasiswa berprestasi (mapres) tentunya adalah nilai yang baik dan melebihi rata-rata. Untuk itu, seorang mahasiswa harus tahu cara belajar dengan cerdas, bukan hanya belajar dengan keras satu malam sebelum ujian. Belajar dengan cerdas dimulai dari dalam kelas. Sebisa mungkin cobalah duduk di barisan paling depan, sehingga meminimalisir gang- guan yang akan diterima. Duduk di barisan depan juga akan membuat seorang mahasiswa lebih fokus mendengarkan dosen, juga lebih berpotensi dikenal dosen karena terlihat ambisius dalam belajar. Keban- yakan mahasiswa terlalu meremehkan waktu belajar di kelas, kurang mempersiapkan dengan baik, se- hingga yang ada adalah rasa bosan dan mengantuk di kelas. Pastikan  bukan salah satu diantaranya jika ingin berhasil menjadi mapres.



2. Persiapkan dan Review Materi Kuliah 
Proses   pembelajaran   di   kelas-kelas   perkulia- han  tentunya  jauh  berbeda  dengan  proses  belajar di bangku sekolah. Di bangku kuliah,   akan mera- sakan bahwa dosen mengajarkan materi 5 kali lebih cepat dibandingkan dengan guru sekolah. Oleh karena itu,   harus proaktif mempersiapkan materi sebelum masuk kelas. Dosen biasanya akan mem- berikan rencana materi kuliah di awal semester, se- hingga  juga bisa memperkirakan harus mempelajari apa sebelum masuk kelas. Jangan lupa pula untuk melakukan review setelah kelas berakhir, sehingga tidak hanya menghafal materi kuliah, namun juga bisa memahaminya. Rata-rata mahasiswa berprestasi juga memiliki kemampuan memahami yang lebih tinggi dibanding mahasiswa rata-rata lainnya.
 
3. Asah Kemampuan yang tidak diwajibkan
Selain mengejar nilai akademik, tentunya seorang mahasiswa berprestasi harus mampu mengasah sendiri kemampuan-kemampuan selain akademik yang tidak diajarkan dalam mata kuliah. Contohnya adalah: mempelajari bahasa asing (otodidak atau kursus) hingga lancar bercakap-cakap, mengikuti ber- bagai lomba terkait program studi, mengikuti kursus kepemimpinan atau kewirausahaan. Kemampuan ini sebetulnya tidak akan diujikan, namun akan membuat pengalaman berkuliah menjadi lebih kaya, sehingga ketika lulus nantipun  tidak hanya mendapatkan nilai yang baik, namun juga berbagai kemampuan tamba- han yang diperlukan untuk bersaing di era global ini.
4. Aktif di Organisasi Sesuai Passion
 Tidak  akamampu  seseorang  meraipredi- kat mahasiswa berprestasi jika setiap hari ia hanya fokus kuliah tanpa berinteraksi dengan mahasiswa laidalaorganisasyansejaladengailmu yang dipelajari atau passion. Banyak sekali hal-hal yang dapat dipelajari dengan berperan aktif dalam organisasi, seperti bagaimana cara mengatur waktu sehingga seimbang antara organisasi dan belajar, bagaimana berinteraksi dengan orang lain, mencari solusi akan berbagai masalah, dan masih banyak lagi. Hidup di dunia ini tidak sendiri, tentunya memerlukan kerjasama dengan orang lain untuk mewujudkan berbagai ide yang baik. Dengan aktif berorganisasisudah selangkah lebih dekat menjadi mahasiswa berprestasi.
 
5. Bangun Koneksi Luas
Saat-saat berkuliah adalah saat yang paling penting untuk membangun koneksi dengan berbagai tipe manusia, yang berbeda-beda program studi, suku, ras, agama, dan golongan. Dari bangku kuliah, Anda harus pandai menjaga hubungan dengan orang lain sehingga nama Anda dikenal sebagai nama orang yang dikenal dengan reputasi baik.
Membangun koneksi mungkin belum begitu terasa manfaatnya saat di masa-masa kuliah, namun ketika lulus nantinya, ternyata koneksilah yang bisa membuat seseorang bisa berkontribusi besar bagi masyarakat.
Rata-rata mahasiswa berprestasi pasti memiliki hubungan yang baik dengan teman-teman, senior, serta dosen. Dari hubungan yang baik dengan semua orang inilah mahasiswa juga bisa direkomendasikan menjadi mapres.
Membangun koneksi jika perlu dilakukan pula hingga mencapai perguruan tinggi lain melalui berbagai konferensi, seminar, atau lainnya, sehingga semakin besar kesempatan untuk belajar dan lebih banyak orang yang mengenal Anda.

6. Selalu Lakukan Lebih dari Biasanya
Salah satu ciri mahasiswa berprestasi adalah ambisi yang kuat untuk selalu melakukan hal yang lebih baik dari orang lain. Seorang mahasiswa berprestasi belum cukup puas jika mendapatkan nilai B untuk suatu mata pelajaran. Seorang mahasiswa berprestasi juga akan belajar lebih lama dibandingkan rata-rata mahasiswa belajar.
Dalam berorganisasi, calon mahasiswa berprestasi juga terlihat ambisius dan betul-betul memfokuskan dirinya ketika sedang berorganisasi dan ketika sedang belajar.
Para calon mahasiswa berprestasi ini juga tidak pelit dan rela berbagi dengan sesama, seperti membagi ilmunya dengan teman-teman yang masih belum memahami suatu materi, atau berbagi kiat menjalani kehidupan perkuliahan dengan sukses.

7. Punya Tujuan Jelas
Jika bertanya pada mahasiswa berprestasi, biasanya Anda akan langsung mendapatkan jawaban yang jelas, seperti pertanyaan mengenai apa kesibukannya saat ini, apa yang ingin diraihnya dalam tahun berikutnya kuliah, bahkan apa yang ingin dilakukannya setelah lulus kuliah.
Oleh karena itu, selagi masih menjadi mahasiswa baru, cobalah untuk memikirkan dengan sungguh-sungguh tujuan Anda berkuliah, sehingga dapat menentukan target yang juga konkret dan dapat diraih.
Belajarlah dari mahasiswa berprestasi tahun sebelumnya bagaimana menghadapi tantangan-tantangan yang mungkin timbul selama mencoba meraih target dan tujuan tersebut.

8. Berpikiran Terbuka
Kebanyakan orang yang berhasil menjadi mahasiswa berprestasi memiliki pemikiran yang tebuka dan bisa diajak diskusi mengenai berbagai hal. Oleh karena itu, jika Anda ingin menjadi mahasiswa berprestasi, banyak-banyak pula berdiskusi, tidak hanya dengan teman, namun juga dengan dosen dan seluruh civitas akademika di perguruan tinggi.
Berdiskusi akan membuka pemikiran-pemikiran baru dan membuat seseorang lebih hidup menjalani dunia perkuliahan. Dengan pikiran terbuka, tentunya ilmu juga lebih mudah masuk.
Terimalah pujian tanpa meninggikan diri sendiri, dan terima pula kritikan orang lain sebagai keuntungan untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Tidak perlu sakit hati jika ada yang berkomentar Anda terlalu ambisius mengejar predikat mahasiswa berprestasi, anggap saja mereka bertindak demikian karena merasa malu tidak memiliki semangat sebesar diri Anda.

9. Miliki Mentor yang Hebat
Setiap mahasiswa berprestasi rasanya selalu memiliki seorang mentor yang dapat menjadi panutannya dan dapat dimintai saran ketika dibutuhkan. Mentor ini bisa didapatkan dengan membangun hubungan dengan mahasiswa berprestasi sebelumnya, sehingga lebih jelas jika ingin bertanya kiat-kiat menjadi mapres.
Pilihlah seorang yang bersedia menjadi mentor selama berada di dunia perkuliahan, dan jangan lupa nantinya Anda harus siap juga menjadi mentor bagi junior yang ingin berjuang mendapatkan apa yang sudah diraih.
Mentor yang hebat bisa didapatkan dari mana-mana. Maka dari itu, banyaklah bergaul dan jangan hanya belajar saja jika ingin mendapat predikat sebagai mahasiswa berprestasi yang sangat prestigius

Friday, May 12, 2017

5 RAHASIA MENGATASI RASA MALAS BELAJAR


Sumber :http://bacakilat.com/5-rahasia-mengatasi-rasa-malas-belajar/

Banyak alasan yang membuat seseorang malas belajar. Bisa karena tidak paham, tidak suka dengan pengajarnya, lebih suka kegiatan ekstrakurikuler, dan masih banyak lagi.
Biar bagaimanapun, agar mendapat nilai yang bagus, kamu tentu harus belajar. Cara-cara ini dapat membantumu menaklukkan kemalasan belajar dan semangat menekuni buku.
Pahami hal- hal berikut cekidot =>.....

1.      Memotivasi diri
Penyebab malas belajar salah satunya adalah karena tidak punya motivasi. Oleh karena itu, kamu harus punya tujuan dan target. Jika perlu, beri hadiah kepada diri sendiri jika kamu bisa mencapai nilai tertentu. Dengan begitu, semangat belajar akan muncul dengan sendirinya.

2.      Strategi Belajar
Apakah anda menikmati proses belajar di sekolah anda? Apakah cara belajar anda menyenangkan atau membuat anda merasa tidak berdaya dan menambah sikap malas dalam belajar.
Strategi belajar yang tepat adalah salah satu solusi untuk mengatasi kebiasaan malas belajar anda di sekolah ataupun di rumah. Ini sangat bermanfaat karena akan memudahkan anda dalam belajar di sekolah.
Untuk menghapal misalnya, akan sangat sulit bila hanya menggunakan metode yang biasa diajarkan di sekolah. Tetapi bila menggunakan metode yang berbeda yang menggunakan kemampuan alami yang anda miliki maka akan sangat mudah bagi anda menghapal 20 kata-kata yang tidak beraturan dan acak.
Bila anda masih mencari-cari, bergembiralah! Karena anda sudah menemukanya, karena sudah membaca sampai sejauh ini. Metode yang sangat memperdayakan kemampuan alami yang anda miliki. Strategi menggunakan teknik Baca kilat for Student. Bila anda ingin mengetahui dan mendalami teknik Baca kilat for student(untuk orang tua dan terbuka untuk umum) ini maka anda bisa mendaftarkan diri anda kebimbingan online di akhir artikel ini. Anda akan dikirimi email bagaimana cara menggungkan teknik Baca kilat for student secara gratis.

3.      Cari tempat yang nyaman untuk belajar
Suasana atau kondisi mempengaruhi mood dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nah, begitu juga dengan mood belajar. Kamu harus menemukan suasana dan tempat yang nyaman supaya bisa belajar dengan efektif.

4.      Lakukan
Jangan sekadar wacana, tapi harus dilakukan. Tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda belajar. Semakin lama menunda maka rasa malas akan semakin sulit dihilangkan.

5.      Disiplin
Setelah melakukan berbagai cara agar semangat belajar, saatnya kamu disiplin dan konsisten dalam menjalaninya. Disiplin bisa bersifat macam-macam, bisa dalam hal memotivasi diri, merencanakan sesuatu untuk masa depan, dan mencapai cita-cita
Rasa malas belajar bukanlah satu masalah baru bagi para pelajar. Meski pun anda (pelajar) dan orang tua telah mencari solusi untuk mengatasi rasa malas belajar tetapi solusi yang diterapkan tidak pernah memberikan manfaat yang besar untuk kehidupan anda. Rasa malas itu sudah berurat akar di dalam darah anda. Akhirnya anda hanya menikmati prestasi kecil saat-saat masa sekolah.



Tips bagi anda yang kost untuk menghemat uang

Sumber ; https://agungadhyaksa.blogspot.co.id/2013/11/6-tips-menghemat-untuk-anak-kost.html?m=1

11.      Menabung
Kalau anda ingin menghemat uang, ya jelas anda harus menabung. Uang bulanan yang biasa anda terima usahakan tersisa sampai akhir bulan. Sisihkanlah uang yang anda terima kurang lebih 30% - 50% untuk ditabung. Jadi setiap bulan diusahakan menisihkan uang bulanan anda, supaya anda memiliki cadangan uang kalau anda lagi kepepet membutuhkan uang.

22.      Kurangi Mengeluarkan Uang Untuk Hal Yang Tidak Penting
Ini adalah salah satu faktor utama yang selalu membuat anak kost kehabisan uang. Kalau sudah menjadi anak kost, kurangilah kebiasaan yang biasa dilakukan saat masih tinggal dirumah orangtua. Jadi anda harus bisa mengatur pengeluaran dan lebih bijak lagi dalam menggunakan uang anda untuk memenuhi kebutuhan primer anda terlebih dahulu.

33.      Masak
Masak adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk menghemat uang anda. Karena memasak jauh lebih murah daripada membeli makanan. Coba nada hitung sendiri pasti hasilnya akan membuktikan bahwa memasak memang lebih menghemat uang anda dibandingkan dengan membeli makanan siap saji.

44.      Makan di Kantin/Nasi Padang/Warteg
Kalau anda tidak bisa memasak atau fasilitas masak di kost tidak memadai, terpaksa anda harus membeli makanan sendiri. Tapi makanannya jangan di tempat yang mahal-mahal. Saya menyarankan sebaiknya anda makan di kantin, nasi padang atau wartegg.. dikarenakan disana adalah tempat makan yang paling murah, serta lebih sehat daripada junk food. Selain itu, disana anda bisa memilih makanan yang anda inginkan sesuai selera. Tips dari saya agar lebih hemat saat makan disana adalah : kurangi daging dan perbanyak sayuran, karena harga sayur jauh lebih murah daripada daging selain itu sayuran juga lebih menyehatkan.

55.      Nyuci / laundry
Masalah mencuci pakaian juga sering dihadapi anak kost. Bagi anak kost yang bisa dan rajin mencuci baju serta menyetrika sendiri itu bagus karena itu akan sangat menghemat biaya dan tidak perlu khawatir akan kekurangan baju bersih. Nah bagi anak kost yang malas mencuci dan setrika baju sendiri anda bisa memakai jasa laundry. Tetapi saran saya  jika ingin laundry sebaiknya dilakukan sekali dalam seminggu dan beratnya pakaian maksimal 1 kg, hal itu dikarenakan biaya untuk laundry cukup mahal bisa mengurangi biaya anda untuk makan satu kali.
Sebelum pakaian anda dibawa ke laundry sebaiknya ditaruh di dalam kresek atau bungkus plastik dan dilipat dengan rapi agar mengurangi berat pakaian annda saat ditimbang.

66.      Pergunakan Angkot

Bagi yang ingin jalan-jalan di tempat anda kost dan tidak memiliki kendaraan pribadi sebaiknya anda jangan menggunakan taksi atau ojek, tapi gunakanlah angkot. Karena angkot sangat murah dan bisa membawa anda kemanapun anda mau. Tapi sebelum menggunakan angkkot pelajari dulu rute angkotnya  agar anda tidak tersesat, tetapi anda juga harus tetap berhti-hati kalau menggunakan angkot, jagalah barang bawaan anda dan jangan pergi terlalu malam.

Tuesday, June 28, 2016

Melampaui Batas Imajinasi

By : Fia Ayu Handadari

“Gemana tenangkan ?” tanya Naya saatku mulai lagi membuka buku kecil yang amat ajaib. Terus kubaca lembar demi lembar isi buku itu. Semakin lama aku semakin nyaman berada didunia ini. Naya terus bicara panjang lebar disampingku dengan gaya yang penuh memotivasi.
Ketika hati begitu nyaman dengan dunia ini. Pikiranku seolah memberontak dan mencoba mengatakan bahwa kenyataan tidak akan senyaman yang dirasakan hati.
Aku terhenti membaca buku. “Mengapa Tuhan tidak pernah memberiku nikmat lebih? Sejenak saja aku ingin berhenti hidup seperti ini. Aku lelah.” Keluhku kepada Naya.
Naya selalu balik bertanya ketika aku mengutarakan keluhanku. “Tak bisakah kehadiranku disini kau hitung sebagai nikmat Tuhan untukmu?” Naya menunjukkan kembali kekecewaannya kepadaku. Aku tertunduk sejenak. Aku mencoba menahan tangisku tetapi tak berhasil. Langsung kudekap Naya.
Hidup itu keras, hidup itu kejam. Ada kalanya kita berada di awan dan ada kalanya kita terduduk di asalnya manusia yaitu, tanah. Dua tahun lalu, aku benar-benar terpuruk. Sendiri, meronta-ronta menjalani hidup yang fana. Dedaunan lebih memilih gugur dari pohonnya. Terinjak-injak oleh manusia yang penuh ego dibandingkan harus menemaniku di kala terik mentari menampar wajahku. Entah bagaimana menafsirkan jalan hidup ini. Terkadang hati ini merasa pasrah atas takdir yang Tuhan berikan. Terkadang pula hatiku menjerit, menganggap bahwa takdirku mungkin tertukar dengan orang lain. Atau mungkin, sebenarnya aku tercipta sebagai orang yang tak pandai bersyukur.
Itu hanya masa lalu. Kini berbeda karena Naya. Walau kadang masih kurang bersyukur, tetapi Naya selalu sukses membangkitkanku. Mungkin banyak orang yang menganggapku aneh karena menjadikan Naya sebagai sahabat. Tetapi hanya dia yang selalu mau menemaniku. Dia selalu jadi alasan ku untuk tidak menyerah pada hidup. Naya selalu ada untuk ku. Naya selalu jadi motivatorku.
Bersama Naya aku tak merasakan lagi sunyi, senyap dan sepi. Dan tidak hanya Naya tetapi ada juga Karin dan Irul yang selalu mewarnai kisah hidupku. Mengajak untuk tidak selalu terpuruk. Aku terlahir dalam keluarga yang tidak harmonis. Tetapi dengan Naya hidupku bisa terlihat harmonis dan menemukan dua sahabat unik, yaitu Karin dan Irul.
Aku duduk memandangi makanan yang terhidang dimeja kecil, dan terkadang meja itu aku gunakan sebagai meja belajar. “Jangan lupa makan” ucap ibukku dalam sms. Kupandangi ruangan kecil ini. Kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tamu jadi satu dalam ruangan berukuran 4 x 5 m2. “Tak bisakah kau yang menghubungiku, ibu.” Pintaku dalam hati. Naya memegang kepalaku dan mengarahkan pandanganku ke arah buku kecil ajaib yang selalu kubawa kemana-mana. Aku tersenyum. Aku paham maksud Naya. “Ketika kamu sedih baca aja buku ini. Dijamin kamu lupa kesedihan kamu.” Ucap Naya saat pertama kali aku bertemu Naya. Aku mulai menyantap sarapanku dan bergegas berangkat kekampus. Sinar mentari menyambutku dengan lembut ketika aku keluar rumah. Kumasukkan buku kecil ajaib kedalam tasku. Naya tersenyum girang menatapku. Senyum Naya memberiku semangat.
“Saya yakin dengan konsep ini, pemasaran kita akan banyak di sukai orang.” Tutupku tegas saat aku mempresentasikan ide ku kepada teman sekelas. Riuh terdengar suara tepuk tangan. Senyum mengembang diwajah teman-teman. “Idenya sangat kreatif.” Sayup ku dengar pujian atas ideku.
Segera ku menuju taman, tak sabar ingin ceritakan keberhasilanku kepada Naya. Ku baca kembali buku kecil ajaib. “Sedikit saja bersyukur. Akan ada nikmat Tuhan yang datang lebih dari yang kita inginkan. Karena Tuhan tahu apa yang sedang kita butuhkan.” Ucap Naya sembari memberikan senyuman terbaik.
Tiba-tiba datang seorang pria. “Ini titipan dari ayahmu.” Ucapnya singkat sembari memberikan amplop kepadaku. Aku tersenyum dan membungkukkan badanku tanda terimakasih. Pria itu hanya tersenyum tipis lantas berlalu dari hadapanku. Walau tak seberapa isi amplop itu namun sangat berharga karena itu pemberian ayahku.
“Bersabarlah, itu yang lebih baik.” Ucap Naya tegarkan aku lagi.
“Oi . . . Husna.” Suara keras dari kejauhan. Aku berbalik mencari sumber suara. Karin dan Irul berjalan mendekatiku. “Belum makan siangkan?” tanya irul sembari menutup buku kecil ajaib dan memasukkannya ke dalam tasku. “ Ayo kita makan.” Ajak Karin antusias membuka bekal makanannya. Karin dan Irul mulai mengintrograsi apa yang sudah kulalui hari ini. Mereka berdua selalu hadir dalam masa-masa sulitku. Menghiburku, mendengarkan keluh kesahku. Kami tertawa bersama, sedih pun bersama. Ini lebih menyenangkan.
Ya . . . beginilah hidup. Terkadang sedih, terkadang bahagia.. Ketika ide dihargai, ketika ibu mulai menyapaku, ketika ayah berusaha memberi, dan ketika dua sahabat selalu membuat ku tersenyum, adalah suatu hal yang amat sangat membuatku bahagia. Terasa seperti Tuhan memberiku hidup sempurna.
Ditengah-tengah asiknya menyantap makan siang aku tersedak. Karin dan irul panik. Mereka buru-buru memberiku minum. Ku nikmati sebotol air putih, dan mulai memutihkan pikiranku. Ditegukan terakhir aku tersadar bahwa aku sudah melampaui batas imajinasi yang seharusnya. Ini bukan imajinasi lagi, tapi sudah masuk katagori khayalan. Nama ku Husna. Umur ku 19 tahun. Orang tua ku sudah lama bercerai. Ibu pergi entah kemana aku tak tahu. Aku selalu berimajinasi, bahwa aku disapa ibu melalui sms. Sekedar mengingatkan makan ataupun menanyakan kabar. Tapi nyatanya, smsku pun tak pernah dibalas olehnya. Aku berimajinasi, bahwa ayah selalu memberi aku amplop berisi pesangon. Tapi nyatanya, ayah selalu memberiku surat agar aku lekas pulang.
Aku berimajinasi, bahwa aku mempunyai dua orang sahabat. Tapi nyatanya, ada dua orang yang selalu mengolok-olok diriku. Aku berimajinasi, bahwa ide ku selalu diterima dengan baik oleh siapa pun. Tapi nyatanya, aku dianggap orang aneh karena terlalu imajinatif. Idenya selalu aneh dan abstrak. Terlalu berbau seni katanya.
Aku menahan tangis sambil mulai menguyah makan siangku. Cegukan sangat mengangguku. Air mataku mulai menetes. “Ya . . . Allah, Tuhanku. Aku lelah. Biarkanlah sejenak saja aku berhenti hidup seperti ini. Bisakah kau berikan aku nikmat lebih.” Keluhku dalam hati. Cegukanku semakin menjadi-jadi. “Tak bisakah aku, kau hitung sebagai nikmat Tuhan untuk mu?” Kuraih Buku kecil Ajaib itu.
Al-qur’an kecil dengan sampul berwarna oranye adalah pemberian ibu. Dan saat itu adalah kali terakhir aku melihat wajah ibu. Sejak itu Aku mulai berimajinasi tentang Naya. Ini imajinasi yang lebih parah.Aku berimajinasi ketika aku mulai membuka dan membacanya, Naya datang. Aku berimajinasi Naya sedang memberi tahu isi dari Al-qur’an, padahal aku sedang membacanya sendiri. Satu kelemahanku, aku masih kurang bisa bersyukur, padahal Tuhan telah memberiku buku ajaib sebagai penghilang
rasa gundah. Kudekap Al-Qur’an pemberian ibu sambil meneteskan air mata. Perlahan hilanglah cegukanku.
“Sadar Husna. Kau sudah melampaui batas imajinasi. Sadar husna ini sudah masuk khayalan yang tak sepatutnya di khayal. Karena hidup bukan untuk berkhayal.” Ucapku dalam hati untuk menyemangatkan diriku sendiri. Aku sadar berkhayal membuatku tidak bisa mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan kepadaku.
Mungkin aku sendiri, mungkin aku harus berjuang mencari nafkah sendiri, mungkin orang selalu menganggapku aneh, mungkin aku selalu terasingkan, tetapi dengan beginilah Tuhan memcoba berbicara kepadaku bahwa hidup untuk menjadi lebih dewasa itu ada jalan yang terjal yang harus dilewati agar aku di pandang kuat dan tak mudah diremehkan.
Tuhan selalu lebih tahu apa yang sedang aku butuhkan. Haruskah aku berhenti berimajinasi. Tuhan berkata tidak, namun “Berhentilah Melampaui Batas Imajinasi.”

Monday, April 18, 2016

Negeriku Budayaku

Karya: Fadhia A Intan S Dewi (Akuntansi)


Seorang gadis berjalan anggun di sekolah Negeri. Ia selalu menjadi sorotan mata karena parasnya yang cantik. Ia memomoles wajahnya tebal lalu mengenakan pakaian ketat, rok diatas lutut, dan tak lupa menenteng tas terbaru dari luar Negeri. Rambut pirangnya juga mengalun mengiringi langkahnya.
“Aurellia Adista Pratama!” panggil seseorang yang membuat langkah kakinya terhenti seketika. Aurel langsung membalikkan tubuhnya dan tersenyum. “Eh, pak Dika, ada apa pak?” balasnya santai tanpa rasa bersalah. Sedangkan pak Dika yang merupakan kepala sekolah menggelengkan kepalanya. Ia tak habis fikir dengan penampilan anak zaman sekarang yang kelewat batas.
“Kamu tahu aturan sekolah ini kan? Dilarang mengecat rambut dan diharuskan menggunakan pakaian yang sopan!” tegurnya tegas.
“Ya gimana ya, pak. Bapak ini kurang gaul sih pak. Ini gaya anak zaman sekarang tahu pak. Keren kan, pak. Coba deh bapak lihat di luar Negeri.
Disana sama sekali tidak mempermasalahkannya.
Kece banget kan, pak.” Elaknya lagi.
“Cukup! Kamu harus turuti perintah saya atau kamu saya keluarkan.
Saya tidak peduli kalau kamu adalah
keponakan saya. Saya bisa adukan sikap kamu pada kedua orangtua kamu. Mengerti!” ancamnya agar dapat membuat
jera Aurel.
“Yah, jangan dong, pak. Nanti papi sama mami marah. Bisa-bisa semua fasilitas ditarik. Jangan dong, pak, yayaya.” Pintanya.
“Tidak ada bantahan. Lakukan
atau...,”
“Iya deh, pak. Besok saya ganti.” ujarnya pasrah. Ia sengaja memotong
ucapan pak Dika karena malas mendengar nasihat yang tidak ada habisnya.
Seketika ide langsung mengembang dibenaknya. Ia menghitung dalam hatinya.
“AURELLIA!!!!”
Aurel tertawa puas karena berhasil kabur.
‘Paman lebay. Biarin aja deh. Paman sih gak gaul.’ Ia bersenandung ria sambil
menunggu pak Burhan datang.
Tak lama berselang semua teman-temannya
memasuki kelas diikuti pak Burhan dipaling akhir. Aurel mengerutkan keningnya menatap pak Burhan yang raut wajahnya terlihat tengah menahan emosi.
“Selamat pagi.” Ucapnya yang terdengar dingin.
“Pagi pak.”
“Saya akan membagikan hasil ulangan minggu lalu. Saya sangat kecewa dengan hasil ulangan kalian khususnya kamu, Aurellia!” ujarnya tajam.
“Saya pak?” tanyanya sambil
menunjuk dirinya sendiri.
“Iya kamu! Kenapa kamu hanya mendapat nilai 20. Padahal ulangan
saya terbilang tidak sulit. Sedangkan
yang lain paling kecil adalah 60. Ini hanya bahasa Indonesia, Aurel. Bahasa dimana kamu berpijak saat ini.”
“Maaf, pak. Ya gimana ya pak, saya lebih suka bahasa luar Negeri sih.”
“Bener tuh, pak. Saya setuju sama Aurel.” Celetuk salah satu temannya.
“Saya enggak setuju dengan
kamu. Benar kata pak Burhan ini Indonesia. Negeri kita yang tercinta yang memiliki ragam budaya yang tak ternilai.”
“Woy, gak gaul banget lo.”
“Kamu yang tidak paham arti gaul yang sesungguhnya.”
“Ketinggalan zaman lo!”
“Jangan pernah kamu menghina tanah kelahiran kamu sendiri.”
“Wawasan elo tuh kuno sekali!”
“Huuuu..” balas yang lainnya
dan membuat keadaan semakin tidak tenang.
“Sudah diam semua! Ini Indonesia! Seharusnya kalian paham karena kalian itu penerus Bangsa. Aurel, silahkan keluar dari kelas saya sekarang juga!”
“Huft, baiklah pak.” jawabnya
sebal dan melangkah keluar kelas. ‘Kenapa semua menyebalkan. Lagian gaya dan bahasa asing lebih kece dan terlihat lebih gaul. Apa salahnya coba. Pada ketinggalan zaman semua.’ keluhnya
dalam hati.
***
Bel sekolah pun berbunyi. Tidak terasa Aurel telah menghabiskan waktu tiga jam membaca novel disalah satu bangku taman sekolah. Ia segera pergi kekantin untuk mengisi perutnya yang lapar. Pandangannya sesaat terhenti pada salah satu anak yang menjadi saingannya disekolah. Gadis itu mempunyai wajah cantik yang natural tetapi gaya dan hobi yang dimilikinya sangat tidak gaul. ‘Gue heran kenapa seorang Nadia Putri yang pakai seragam kebesaran, rambut dikelabang dua, hobi tari tradisional terus sering menggunakan tas dari daur ulang malah bisa jadi saingan gue. Enggak banget!’ pekiknya dalam hati.
“Aurel sini gabung sama aku.” Ajak seseorang yang tak lain adalah
Nadia. Gadis itu tersenyum ramah sekali namun ditepis oleh kesinisan Aurel.
“Enggak deh. Disitu panas nanti gue hitam! Ogah banget.” tolak Aurel.
“Hu, gaya. Sampai segitunya
sama terik matahari.” Ujar Zahra.
“Sudah jangan begitu, Za. Tidak boleh gitu atuh sama Aurel.” Bela Nadia yang masih tetap ramah dan tidak mau membalas perilaku Aurel.
Aurel segera melanjutkan langkah kakinya untuk memesan makanan dan minuman. Kemudian ia berjalan kebangku kosong yang tak jauh dari ia berdiri. Bahunya ditepuk saat tengah menikmati makananya. Aurel segera menoleh dan menatap sebal pemuda itu. Siapa lagi kalau bukan sahabatnya sejak ia kecil, Arnando Aji Farezza. Pemuda tampan itu langsung duduk dihadapannya.
“Cie, ganti warna rambut lagi. Gak takut rusak tuh rambut, neng?” godanya membuat Aurel berdecak sebal. ‘Apa banget sih, Ndo. Bete gue.’
“Enggaklah! Gue kan ke salon yang udah punya serti Internasionalnya
jadi akan selalu indah.” balasnya
membuat Nando menggelengkan kepalanya. Ia sudah sangat mengerti bagaimana sikap sahabatnya itu yang tidak pernah mau ketinggalan informasi untuk mengikuti setiap perkembangan era globalisasi.
“Ya terserah kamu. Aku cuma ingetin jangan pernah ikutin arus yang kearah lebih negatif. Kamu tahu kan yang aku maksud.” Ucapnya mengingatkan
tanpa pernah lelah. Ia tidak ingin kalau sahabatnya salah jalan dikemudian hari.
“Iya gue paham. Narkoba sama pergaulan bebas kan maksud lo?”
“Iya tepat sekali. Awas aja kalau kamu sampai dekati itu. Aku bakal masukin kamu ke rumah sakit jiwa biar kamu makin gila. Ingat itu baik-baik.”
“Berani?” tantang Aurel.
“Beranilah. Kenapa enggak.”
Balasnya tegas.
“Sial lo. Eh, gue mau nanya dong, Ndo.” Ujar Aurel membuat Nando
mengangkat sebelah alisnya sembari menyipitkan matanya. “Kenapa sih tuh orang jadi sorotan dan nyaingi gue. Gak banget kan padahal. Lihat deh penampilannya.
Sama sekali gak gaul!” Lanjutnya sambil menunjuk kebelakang Nando dengan dagunya. Nando menengok
mencari tahu yang dimaksud Aurel dan tersenyum.
“Ya wajar, Rel. Nadia itu pantas jadi sorotan karena jadi contoh yang baik. Nadia itu cantiknya natural beda sama kamu yang warna bibirnya kaya mau kondangan terus alis dilukis gitu. Selain itu dia selalu pakai pakaian yang sopan. Jadi dia adalah penerus generasi Bangsa ini yang hebat. Dia pintar berbagai macam tari tradisional gak kaya anak zaman sekarang yang cuma bisa jingkrak-jingkrak dan geleng-geleng mengikuti musik yang gak jelas. Terakhir dia ramah tidak seperti kamu.” Cibirnya yang langsung dihadiahi cubitan
oleh Aurel. Nando tertawa dan membentuk
simbol perdamaian.
“Apasih, Ndo! Gak usah banding-bandingin
dia sama gue deh! Dia mah gak gaul sama sekali. Ketinggalan zaman banget tuh anak.”
“Dengerin aku, Aurel yang cantik. Gaul gak harus dengan ubah warna rambut, pakaian ketat, poles tebal muka. Gaul bisa dimulai dengan kamu ramah dan lembut bicaranya dengan siapapun.
Itu udah bisa buat kamu terlihat gaul.”
“Gue enggak mau! Norak lo!” tolaknya mentah-mentah.
“Kenapa kamu gak mau sih, Rel? Kamu gak bakal ketinggalan zaman, Rel. Pakai pakaian gini kamu malah jadi negatif buat orang. Apa kamu mau? Pasti enggak kan. Soal wajah? Tanpa
dipoles kamu udah cantik natural. Terus daripada kamu menghamburkan uang banyak untuk beli sesuatu dari luar Negeri mending kamu beramal. Terus berfikir bagaimana mempertahankan budaya Indonesia. Itu jauh lebih baik dan akan membuat orang disekitarmu bangga padamu. Soal pemandangan indah untuk diabadikan di media sosial juga bisa di Indonesia. Ada Bali, Lampung, Lombok, Papua, dan lain-lain yang punya pesona luar biasa. Bahkan orang asing aja berbondong-bondong untuk datang kemari. Lah, kamu malah tidak mau menghargainya.” Lanjutnya lagi dan membuat Aurel terdiam. Gadis itu terlihat berfikir sambil mencerna baik-baik setiap kata-kata dari Nando.
“Ya tapi kan, Ndo. Gue...,”
“Rel, cintailah Negeri sendiri.
Jangan terbawa arus. Jangan lunturkan budaya kita sendiri. Enggak salah, kalau kamu ingin mengikuti perkembangan zaman tapi ambilah segi positifnya dan buang jauh-jauh yang negatif. Kita ini generasi penerus Bangsa kelak. Jadi jangan menjadi generasi yang menghancurkan Negerinya sendiri. Mengerti?”
“Iya gue..eh, aku mengerti.” Balasnya sembari menghembuskan nafasnya.
“Nah gitu dong. Itu baru sahabatnya aku.” Balas Nando senang. Aurel pun tersenyum menatap sahabatnya itu. ‘Nando benar. Aku, dia dan kami semua adalah salah satu generasi penerus Bangsa dikemudian hari. Aku harus cinta dengan Negeriku sendiri. Inilah Indonesia, Negeriku Budayaku.’
- Negara Indonesia adalah Negeri yang sangat kaya akan nilai budayanya, bahasanya
dan sumber dayanya sendiri yang melimpah ruah. Jadi tak salah jika zaman dahulu banyak penjajah berbondong-bondong menguasai Negeri ini. Diperkembangan zaman saat ini jangan sampai membuat kita menghancurkan Negeri kita sendiri. Karena akan jadi apa Negeri ini kelak tergantung ditangan
kita sekarang ini. Sadarlah bahwa kita adalah para generasi muda penerus Bangsa. Kita tidak boleh melunturkan budaya sendiri dan menyiakan perjuangan para pahlawan kita begitu saja. Junjunglah
terus persatuan dan kesatuan di Negeri ini. Majulah Indonesiaku  -