Showing posts with label Warta Kota. Show all posts
Showing posts with label Warta Kota. Show all posts

Friday, October 27, 2017

Aksi Solidaritas atas Kasus Kekerasan Jurnalis di Banyumas


Aksi : Aliansi Jurnalis Independen (AJI) melakukan pengumpulan tanda pengenal Pers di Tugu Adipura sebagai bentuk solidaritas atas kasus kekerasan jurnalis di Banyumas/Foto:Riza Azmi  



Reporter: Made Ayu Lestari


             Sukma_Polinela; Aji (Aliansi Jurnalis Independen) Bandar Lampung mengajak seluruh jurnalis Lampung untuk ikut serta dalam aksi solidaritas atas kasus kekerasan jurnalis di Banyumas tepatnya Jum’at  13  Oktober
2017 yang bertempat di Tugu Adi Pura, Bandar Lampung. Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh banyak jurnalis dan mahasiswa serta perwakilan dari beberapa daerah seperti Way Kanan dan Tulang Bawang.

            Kejadian yang menimpa seorang jurnalis yang berasal dari Banyumas ini berawal dari sebuah aksi demonstrasi yang kemudian berakhir dengan insiden kekerasan. Ketika sedang melakukan tugas, jurnalis tersebut mendapat perlakuan yang kasar seperti diinjak-injak, alat kerjanya  dirusak,  dan  dihalang-halangi dalam melakukan kinerjanya yang secara tegas dilindungi oleh undang- undang pers.

            Tanpa wartawan dan tanpa pers yang sehat tidak ada demokrasi yang baik dimanapun. Harus disampaikan dengan tegas bahwa saat seorang jurnalis yang tidak melanggar undang-undang dan mengancam kehidupan berdemokrasi     mendapat- kan perlindungan penuh untuk tidak diancam ataupun menerima bentuk kekerasan apapun.

            Peristiwa kekerasan terhadap jurnalis juga kerap terjadi dimana banyak kelompok masyarakat, aparat, dan lembaga pemerintah yang tidak memahami kegiatan seorang jurnalis. Amanat undang- undang menegaskan bahwa kehormatan sebagai seorang wartawan dan jurnalis wajib dijunjung tinggi bukan hanya oleh komunitas pers namun oleh  seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Bahasan ini disampaikan oleh semua akademisi  wartawan  atau pers dalam pilar keempat demokrasi.

            “Dalam kejadian itu kita tidak  menjelekkan  suatu  institusi serta terhadap oknum tertentu dan tidak akan mengatakan wartawan selalu benar. Wartawan juga terkadang melakukan kesalahan, tetapi selama dalam koridor undang - undang kita harus berjuang untuk mempertahankan profesi kita,” ujar salah satu wartawan yang berada pada aksi tersebut.
                Dalam aksi tersebut kegiatan yang di- lakukan yaitu dengan audiensi terhadap lembaga bagaimana seharusnya me- nyikapi insiden, kejadian, yang terkait dengan kegiatan jurnalistik sampai saat ini. Tidak hanya satu atau dua ada beber- apa polisi yang tidak paham bagaimana menyikapi dan menangani kasus-kasus pers dan bahkan wartawan sendiri terkadang tidak memahami bagaimana cara bersikap sebagai wartawan. Sehingga harus selalau ada tolak kebebasan, kekerasan wartawan, karena insan pers akan terus berjuang mewabahkan pro- fesinya. Harapan dari aksi solidaritas atas kasus kekerasan jurnalis di Banyu- mas tersebut, tidak akan ada lagi kejadi- an serupa yang menimpa jurnalis baik yang ada di seluruh Indonesia bahkan dunia.(*Aisyah/Aditya)

Friday, May 12, 2017

BERPUTARNYA BUMI SEKALA BGHAK

Sumber foto : http;//www.razone.com/2016/03/puncak-rest-area-lampung-barat-tempat.html?m=1

Reporter : Vanja Armayogaa
                 Williya Zulia

Sukma_Polinela; Lampung Barat mempunyai berbagai destinasi wisata salah satunya yaitu Puncak  Sumberjaya atau Sekala Bghak merupakan salah satu tempat wisata yang berada di daerah Lampung, lebih tepatnya di daerah Sumber Jaya Lampung barat.

Puncak skala beghak ini merupakan salah satu tempat kebanggaan masyarakat Sumber Jaya. Puncak Skala Beghak adalah Puncak dengan pemandangan pegunungan dan juga patung patung yang telah di bangun sebagai sumber daya tariknya , selain itu pengunjung bisa menikmati  keindahan alamnya . Untuk masuk ke Sekala Bghak tidak dikenakan tarif untuk sekarang , tetapi hanya di berlakukan kotak seiklasnya untuk kebersihan dan parkir, sebelum ada perbaikan pengunjung di  berlakukan uang masuk  hanya sebesar  Rp.3000/Motor,  Rp.2000/orang, dan Rp.5000/Mobil,pada tahun 2000-2015 pendanaanya dari PEMDA(Pemerintah Daerah) langsung memakai Anggaran Pendapatan Daerah.

Untuk pengunjungnya bukan hanya dari   Lampung Barat saja tetapi ada juga yang dari luar Lampung Barat seperti Waykanan dan Koa Bumi bahkan ada juga turis turis untuk beristirahat di skla beghak sebelum melanjutkan perjalanan, Puncak Skala Beghak ini ramai  pengunjung  pada hari libur seperti hari minggu, Idul fitri, Natal dan hari besar lainnya  

Awal nama skla beghak ini adalah rest area dan hanya terdapat aula saja , tetapi dengan berkembangnya waktu puncak skala beghak terdapat  Patung , yang awal berdirinya Patung tersebut pada tahun 2014 hanya terdapat 5 patung  dan  2 dudukan,  Pada tahun 2015 patung di robohkan sementara untuk penambahan patung sebanyak 3 dan  dudukan menjadi 3 dari 2 dudukan , jadi untuk total patung sekarang  menjadi  8 dan 3 gundukan selain itu ada penambahan nama yaitu  Bumi Sekala Beghak untuk arti nama Bumi Sekala Beghak  sendiri yaitu”Bumi Sekala Besar” ujar penjaga Bumi Sekala Bghak . Untuk sekarang Ini Puncakbumi  Sekala Bghak masih banyak yang akan di perrbaiki dan rencana dekat dekat ini adalah perbaikan jalan . dan juga ada penambahan coofe shop untuk memperkenalkan cita rasa kopi Lampung,  tetapi untuk perlebaran area tidak memungkinkan dikarenakan lahan berimpit dengan lahan warga , semenjak ada perbaikan pengunjung pun mengalami kenaikan dari tahunsebelumnya.(*Aditya)

Pantai Wartawan, Panorama Alam Sumber Air Panas Lampung





Sumber : http://gosumatra.com/pantai-wartawan-lampung/ 

Jika biasanya Anda ke pantai untuk menikmati keindahan laut dan pasirnya, di Pantai Wartawan Lampung, Anda juga dapat menikmati sensasi keunikan lain. Fenomena unik yang terjadi di pantai ini adalah kepulan asap yang juga memancarkan air panas yang keluar dari bebatuan di sekitar pantai. Air bersuhu panas ini bahkan bersumber dari belasan titik mata air. Biasanya sumber air panas hanya ditemukan jauh dari pantai, tapi disini pengunjung dapat menikmati dua keindahan sekaligus, keindahan pantai dan fenomena unik air panasnya.

Keindahan pancaran air panasnya bisa dinikmati ketika air pantai sedang surut saat pagi atau sore hari. Namun, ada satu hal penting yang tidak boleh Anda lupakan. Ya! jangan coba-coba mencelupkan kaki atau tangan ke sumber air panas ini sebab temperaturnya mencapai 80 hingga 100 derajat celcius. Sumber air panas perkirakan berasal dari anak Gunung Krakatau yang hingga kini masih aktif.

Objek wisata

Fenomena unik yakni sumber air panasnya, menjadi daya tarik tersendiri Pantai Wartawan. Air panas tersebut dipercaya oleh warga sekitar bisa mengobati berbagai jenis penyakit seperti dari rematik, alergi dan lainnya. Apabila Anda akan menyambangi pantai ini, cobalah membawa bahan makanan yang bisa direbus, Anda pun bisa menyantapnya langsung usai direbus di sumber air panasnya. Biasanya anak-anak nelayan akan membawa hasil perburuan mereka seperti ikan, udang dan telur untuk dimasak di pantai ini. Mereka lalu menikmati hasil tangkapan mereka sambil melihat pesona indahnya pantai. Anda pun tentu saja bisa melakukan hal yang sama, melakukan kegiatan memasak langsung dengan kompor alam Pantai Wartawan. Lebih unik lagi karena airnya tidak terasa asin meski berada di dekat pantai. Biasanya para wisatawan memanfaatkannya untuk membuat kopi.

Keunikan pantai ini memang hanya bisa dinikmati kala air sedang surut pada pagi atau sore hari. Jika sedang pasang tentu saja sumber air panas tadi akan tertutupi oleh air yang naik ke bibir pantai. Namun meski Anda kurang beruntung melihat fenomena pantai ini, Anda masih bisa menikmati lukisan indah alam pantai yang bisa dinikmati dari atas Bukit Botak yang letaknya tidak jauh dari sumber air panas. Panorama keindahan pantai bisa Anda nikmati dari atas bukit berketinggian 50 meter ini. Di bukit ini Anda juga dapat melihat goa dan berziarah ke makam Tubagus Sulaiman, beliau adalah seorang pendekar yang berasal dari Banten.

Lokasi

Pantai Wartawan terletak di Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya berada di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Provinsi Lampung.

Akses

Cukup mudah cara agar bisa sampai ke pantai ini, karena lokasinya persis di tepian jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Rajabasa dengan Kota Kalianda. Akses jalan juga dalam kondisi baik untuk dilewati. Jika Anda bertolak dari dari simpang Gayam pada jalur Bakauheni Bandar Lampung, maka akan menempuh jarak sekitar 31,7 Kilometer. Mengenai tarif masuk, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 2.500,- per orang. ditambah lagi jasa parkir kendaraan, biasanya berkisar antara Rp. 2.000,- untuk sepeda motor dan Rp. 5.000,- untuk mobil.

Fasilitas dan Akomodasi


Di sekitar pantai sudah tersedia warung-warung yang menjajakan aneka makanan yang dapat dinikmati sambil melihat keindahan pantai. Hotel dan penginapan dapat ditemui di sekitar pusat Kota Bandar Lampung.

Monday, December 19, 2016

Taman Nasional Way Kambas

 Reporter:  Cinde Melati 
                  Reni Aprillia
                  Hendri Kurniawan
                  Ikhwan  Sholihan Ulfi

Sukma_Polinela; Lampung, sebuah Provinsi yang letaknya paling Selatan di wilayah Sumatera. Lampung memiliki objek wisata yang beragam, wisata alam dengan panorama yang memukau menjadi objek wisata yang dominan hingga Lampung dapat dijadikan destinasi untuk liburan. Mulai dari pantai, air terjun, gunung, dan tempat wisata lainnya, Lampung juga terkenal dengan gajahnya.
Populasi gajah di Indonesia paling banyak terdapat di wilayah Lampung, di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tepatnya. Taman Nasional Way Kambas terletak di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur. Disinilah lokasi perlindungan satwa gajah Sumatera yang dari hari ke hari populasinya makin berkurang. TNWK didirikan pada tahun 1985 dan merupakan sekolah gajah pertama di Nusantara. Sejak tahun 1970an, Presiden kedua Republik Indonesia Bapak Soeharto melakukan Transmigrasi penduduk dari Jawa ke Sumatera hingga pada tahun 1980an terjadi konflik gajah dengan manusia dan dibentuklah Operasi Ganesha untuk menghalau kawanan gajah kurang lebih 300 ekor dari daerah transmigrasi Air Sugihan Sumatera Selatan ke Padang Sugihan yang dipimpin Bapak Emil Salim selaku Pimpinan Operasi Ganesha.
Panglima Kodam Sriwijaya yang juga Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban Daerah
(Pangkopkamtibda) Sumsel, Brigadir Jendral Try Sutrisno dan Komandan Lapangan Letkol I Gusti Kompyang Manila. Sebanyak 300 ekor gajah berhasil dihalau masuk ke area hutan seluas 40.000 ha. Sebagian gajah berhasil keluar dari Air Sugihan sehingga Prof. Dr. Ir. Rubini Atmawidjaja selaku Dirjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) mencanangkan pembangunan Pusat Latihan Gajah (PLG) di Indonesia dengan membawa gajah-gajah liar untuk dijinakkan sekaligus diberikan pelatihan. 
Ada tiga program untuk menjinakkan gajah. Program tata liman adalah menata gajah, dilanjutkan program bina liman dan guna liman. Setelah ditata gajah-gajah ini dibina agar tidak liar, dan setelah jinak, gajah diajari keterampilan agar bisa melakukan atraksi yang tujuannya menghibur orang banyak. Dan hingga sekarang Taman Nasional Way Kambas masih berdiri. Taman Nasional Way Kambas dengan luas area 12000 Ha saat ini dikenal dengan Pusat Konvservasi Gajah (PKG), dimana disini gajahgajah yang ada dirawat dan dilatih. Gajah yang terdapat di TNWK ini merupakan gajah asli Sumatera yang nama latinnya Elephas Maximus Sumatranensis, ukuran gajah ini cenderung lebih kecil berbeda dengan gajah Afrika. 
Gajah yang dijinakkan di TNWK tidak semuanya asli berasal dari Way Kambas, ada yang berasal dari Liwa, Lampung Barat dan  Gunung Madu. Karena banyaknya areal perkebunan maka banyak pula hutan yang ditebang sehingga gajah kehilangan habitat kemudian dipindahkan ke TNWK. Saat ini gajah yang terdata mencapai 66 ekor, jumlah tersebut merupakan gajah yang sudah dijinakkan oleh mahut (pawang gajah), namun 14 ekor gajah ditempatkan diperbatasan daerah yang dekat dengan penduduk untuk mencegah gajah liar masuk kepemukiman, karena masih ada sekitar 250 ekor gajah liar yang berada diareal TNWK. Selain gajah, TNWK juga melindungi berbagai satwa liar seperti harimau sumatera (panthera trigis), tapir (tapitis indicus), rusa kembang, monyet, beruang, dan badak sumatera. Satwasatwa tersebut dibiarkan liar, namun masih dalam pengawasan penjaga apabila
memasuki area-area yang  padat penduduk. Untuk fasilitas yang ada, TNWK memiliki kantin, toilet, musholla, dan ada juga penjualan souvenir khas TNWK untuk bisa dibeli para wisatawan. Para pengunjung juga dihibur dengan atraksi para gajah dan pengunjung juga dapat berkeliling diwilayah TNWK dengan menaiki gajah. Selain itu TNWK juga memiliki rumah sakit khusus untuk gajah, rumah sakit ini mulai dibangun pada tahun 2010 namun baru beroperasi pada 15 November 2015 dikarenakan lambatnya pembangunan dan pengadaan fasilitas untuk menunjang berjalannya kegiatan di rumah sakit tersebut. Bahkan rumah sakit ini belum berfungsi penuh karena listrik belum masuk ke areal ini dan saat ini baru ada PLN, jadi PLN masuk ke Way Kambas saja karena adanya rumah sakit ini dan sebelumnya masih menggunakan genset, “Dikhawatirkan peralatan rumah sakit yang mahal akan rusak kalau listrik masih mati-mati”, begitu keluh dokter Dedi.
Menurut dokter Dedi sekarang pengobatan untuk para gajah jauh lebih mudah, dulu sebelum adanya rumah sakit pengobatan dilakukan dimana saja, di pohon ataupun di hutan juga langsung ditemukannya gajah yang terluka, “Memang sulit, selain tempat peralatan juga seadanya, ya makanya dibangun rumah sakit ini”, Ujarnya. Penyakit yang paling sering diderita oleh gajah adalah gangguan pencernaan karena gajah hanya memiliki lambung tunggal dan juga luka karena berkelahi dengan gajah lainnya atau terkena kayu dari hutan. Pada tahun 2014, 4 ekor gajah mati dan pada tahun ini hanya ada seekor gajah yang mati, dan itu disebabkan oleh penyakit hervest veres yang menular kesesama gajah. Penyakit pada gajah sulit di diagnosa pada awalnya, oleh karena itu dilakukan pengecekan rutin untuk setiap gajahnya, dan karena keterbatasan sering kali dokter hanya mengandalkan informasi dari mahut. Untuk satu ekor gajah dirawat oleh satu mahut, dan di TNWK ini ada 2 dokter yang bertugas yaitu dokter Dedi dan dokter Hesti, dan dibantu oleh 4 orang paramedis.  “Karena gajah hewan besar maka biayanya juga besar”, Begitu kata dokter Dedi. Untuk gajah yang kecil yang berukuran 400kg,  jika sakit bisa menghabiskan dana 10-15 juta/hari. Sedangkan dana dari pemerintah hampir tidak ada walaupun TNWK ini milik pemerintah sehingga para pengelola mencari sponsor sendiri ke LSM dan rata-rata tempat untuk satwa liar dikelola oleh NGO, sedangkan TNWK kini bekerja sama oleh Taman Safari Indonesia dan Australia Zoo, “Kalau orang Indonesia gak ada yang peduli, maunya gratisan haha dan pemerintah sudah support tapi kurang maksimal”, Canda dokter dedi. Untuk perawatan gajah dokter melakukan pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi. Saat ini TNWK juga bekerja sama dengan Balai Veteriner Lampung untuk pemeriksaan terhadap gajah. Saat ditanya tentang harapan dokter Dedi untuk TNWK beliau menjawab untuk tidak prihatin, optimis saja karena pemerintah banyak yang diperhatikan, nomor satu kesehatan dan pendidikan, sedangkan konservasi nomor 32, kalaupun kelist dalam daftar. “Apa yang pemerintah beri disyukuri kalau tidak ada ya dicari, para pengelola selalu berusaha dan buktinya kami bisa sampai sekarang”, Begitu katanya. Alam beserta isinya merupakan suatu warisan dari Tuhan yang seharusnya kita jaga, bukan hanya Dinas Kehutanan ataupun yang terlibat, namun seluruh makhluk hidup terutama manusia. Karena jika alam sudah rusak, banyak dampak yang ditimbulkan tidak hanya kepada makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan namun akan berdampak lebih besar kepada manusia, jadi mari kita tumbuhkan kesadaran untuk tidak merusak ataupun mengambil milik alam.(*Dini)

JALAN TOL YANG AKAN MEMAJUKAN KEHIDUPAN DI SUMATERA

Reporter  : Obby mayhendra
                  Selvy wilandari
                  Ponijah
                  Aldi fery ramadhan
  
Sukma_Polinela; Ruas jalan tol trans Sumatera bakauheni-terbanggi besar sepanjang 140 KM terus dikebut pembangunanya. Jalan tol trans Sumatera adalah jaringan jalan tol sepanjang 2.818 KM di Indonesia adalah salah satu ruas jalan terpanjang di Sumatera dan di Indonesia. Rencananya jalan ini akan mengubungkan kota-kota di Pulau Sumatera seperti Lampung hingga Aceh. Pada tahun 2012 jalan  tol ini dianggarkan atau diperkirakan memakan biaya sebesar Rp.150 triliun. “Dengan adanya jalan tol yang menghubungkan kota-kota di Sumatera ini lah diharapkan kehidupan pulau Sumatera bisa  menyamai kehidupan kota-kota di Pulau Jawa”, Pungkas, salah satu pekerja yang ditemui di proyek jalan tol LampungSelatan . Saat ditemui dilapangan salah seorang perkerja memberikan informasi bahwa ruas prioritas yang telah resmi ditetapkan pemerintah di Lampung iyalah sebagai berikut : Seksi 1 : Bakauheni - Babatan (38 KM ) Seksi 2 : Babatan – Tegineneng (59 KM ) Seksi 3 : Tegineneng – Terbanggi besar ( 42 KM ) Ketiga prioritas ruas jalan tol itu saat ini sedang dalam pembangunan yang sebagian ruas jalan di daerah Lampung Selatan sudah tahap pengecoran dan pembuatan jalan beton. Target pengoprasian jalan tol ini diperkirakan pada tahun 2019 sudah dapat digunakan. Saat ini di area proyek banyak para pengunjung yang khususnya berasal dari anakanak remaja yang beramai ramai datang untuk sekedar mengambil foto di sekitar proyek, menurut salah seorang pengunjung yang datang ke area pembangunan jalan tol Sumatera mengatakan, “Jalan tol trans Sumatera tempatnya bagus untuk background foto apa lagi dengan adanya jalan selebar dan sepanjang ini sangat bagus untuk hasil photo kami”, dan juga banyak harapan yang dinantinantikan oleh setiap warga yang datang berkunjung, salah satu harapan yang dipaparkan oleh seorang pengunjung saat ditemui di area proyek “Semoga cepat selesai proyek ini agar memudahkan warga dalam berpergian dan akses perjalanan semakin bermanfaat untuk kedepannya”.(*Dini)

Seni lukis yang tidak ada matinya

Reporter: Reni Aprillia 

Sukma_Polinela; Perkembangan teknologi membuat setiap orang tidak berhenti  untuk berkreasi, dengan perkembangan teknologi inilah hal yang hampir sulit dilakukan menjadi mudah untuk dilakukan. Hampir semua aspek kehidupan mengalami perkembangan teknologi, mulai dari kebutuhan pangan, sandang, dan bahkan papan juga ikut mengalami perubahan seiring bertambahnya waktu. Perkembangan teknologi mungkin akan sampai nanti tidak akan berhenti menularkan ide-ide baru dan hampir pasti karya-karya jadul (lama) akan tergerus oleh zaman.    
Hal ini memang tidak dapat kita hindari di zaman yang yang maju ini, karya-karya lama mungkin akan dianggap kuno ataupun akan dianggap karya sejarah yang nantinya akan dikenang sebagai karya hebat pada zamannya. Namun tidak demikian dengan seni, seni sampai kapan pun tidak akan tergerus zaman.  Karya seni yang satu ini mungkin salah satu jenis karya seni jadul, tetapi tidak akan tergerus zaman sampai dengan kapan pun, sebuah karya seni lukis dengan menggunakan tangan yang saat ini mungkin jarang digunakan, tetapi memiliki nilai seni yang tinggi, atau bahkan bisa mengalahkan karya seni zaman modern saat ini dan juga memang menjadi primadona pada zaman dahulu, dikarenakan setiap seseorang ingin mengabadikan suatu momen atau kenangan hal yang akan dilakukan adalah mengekpresikan apa yang dirasakannya dengan sebuah lukisan. Hal ini lah yang membuat sebuah karya seni lukis menjadi bisa dibilang satusatunya saran bagi setiap orang untuk mengingat momen apa saja dalam dirinya. Masih banyak orang-orang yang mampu berekpresi dengan karya lukis ini, salah satunya adalah Wahyu (20), seorang remaja kelahiran Metro yang telah menekuni profesi ini sampai saat ini.  Berawal dari melihat pamannya yang pandai melukis, ia terinspirasi dan terus mengasah kemampuannya dalam menggambar, sampai dengan saat ini ia telah beberapa kali mengikuti kontes menggambar. 
Sudah banyak karya lukis yang Wahyu buat, mulai dari hitam putih sampai dengan berwarna, mulai dari konsumsi sendiri maupun orang-orang yang memesan.  Wahyu pun memulai memasarkan usahanya ini melalui salah satu media sosial, ada juga yang melihat secara langsung. Karya hitam putih banyak diminati oleh konsumen Wahyu, ia berujar bahwa lukisan hitam putih memiliki nilai lebihnya “Lukisan hitam putih lebih artistik dan kesannya lebih dapat, lalu sketsa dan goresannya lebih enak dilihat”. Dalam pembuatannya memang membutuhkan waktu yang lama, bisa mencapai satu minggu hal itu terlihat dari seberapa sulit gambar yang ia terima dari konsumen.  Wahyu beranggapan, dengan melukis ia dapat menghilangkan rasa penat yang muncul dalam kesehariannya, “Ada nilai lebihnya dalam pembuatan selama berharihari, sambil melukis bisa juga menenangkan hati, sekaligus menghilangkan bosan”, Tambah Wahyu.
Bahan-bahan dalam pembuatan lukisan ini disediakan sendiri oleh Wahyu, mulai dari kertas A4 atau A3 sesuai pesanan, pensil yang juga terdiri dari beberapa pensil khusus untuk menggambar, pensil warna, serta bingkai foto juga telah disiapkan. Dimulai dari hobi, sebuah usaha pun bisa dijalani. Bermula dari  keinginan seorang Wahyu yang terinspirasi seseorang, ia bisa mendapat apa  yang selama ini tidak ia duga.  Terkadang kita berfikir, apa yang selama ini kita anggap tidak mungkin, akhirnya akan mungkin   terjadi. Merasa tidak terlalu percaya diri dengan karyanya, ternyata Wahyu bisa mencapai apa yang selama ini tidak ia duga. Perubahan zaman ternyata tidak berpengaruh terhadap dunia seni, sampai kapan pun seni tidak ada matinya.(*Dini)

Kenali Lebih dekat Taman Budaya Lampung

Reporter : Abiyya Khansa Althaf A.

Sukma_Polinela; Taman Budaya Lampung merupakan tempat pengolahan seni atau Unit Pelaksanaan
Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang berdiri sejak tahun 1995.    Taman
Budaya Lampung yang terletak di Jalan Cut Nyak Dien, Palapa, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung  ini pada tahun 1995 sampai tahun 2000 berada dibawah pimpinan Direktorat Kesenian dan Kebudayaan Provinsi Lampung. 
Pada tahun 2001 sampai 2007, Taman Budaya memasuki Era Otonomi Daerah sehingga diserahkan kepada pemerintah Provinsi Lampung dan menjadi Unit Pelaksanaan Teknis dibawah Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Kemudian tahun 2008 sampai 2014 Taman Budaya  menjadi Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, barulah pada  tahun 2015 Taman Budaya kembali dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Taman Budaya memiliki tugas dan fungsi sebagai Laboratorium Seni, yaitu sebagai tempat pengkajian tentang seni, tempat informasi seni, dan juga sebagai tempat memfasilitasi seni seperti tempat berlatih, memproduksi karya, dan menampilkan hasil karyanya tersebut. Kebudayaan Lampung juga tak kalah eksis di kancah Nasional. 
Ada beberapa prestasi di tingkat nasional, seperti Tari Kreasi dan Teater. Prestasi di bidang Teater yaitu mendapatkan penghargaan Pameran Terbaik, Peran Pembantu Terbaik, dan Poster Terbaik. “Terakhir kali kemarin penghargaan dipersembahkan oleh paduan suara dari SMAN 2 Bandar Lampung dalam rangka Kompetisi Paduan Suara di Bali dengan membawakan lagu-lagu Khas Lampung, Nasional, dan Lagu Barat”, Ujar Yusuf Rusman sebagai Kepala Taman Budaya Lampung. Taman Budaya juga memiliki beberapa fasilitas seperti gedung pusat olah seni, gedung pameran, gedung fungsional, gedung teater tertutup, dan gedung teater terbuka serta memiliki wisma seni untuk para seniman yang bermalam di Taman Budaya. ”Acara yang diadakan disini sudah tak terhitung banyaknya, baik kegiatan yang diadakan Taman Budaya sendiri, kemudian dinas instansi lain, sanggar, serta komunitas, seperti tiap tahun ada namanya Liga Teater tingkat SMA se-Lampung, kemudian Liga Tradisi, Orkestra Lampung, dan Festival Tari Kreasi Lampung yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Lampung. 
Sedangkan kalau masalah tarif pemakaian gedung, disini kita ada yang namanya distribusi penggunaan gedung pemerintah karena itu ada PERDA-nya, seperti gedung teater tertutup ini kontribusinya hanya lima ratus ribu”. Ungkap Yusuf  Pada Tahun 2016 Lampung mendapatkan ‘Penetapan Warisan Budaya Tak Benda’ dari pemerintah yaitu suatu karya budaya yang sudah menjadi identitas dari masyarakat Lampung seperti Seni Warahan Lampung (Sastra Lisan Lampung) yang isinya petuah dan nasihat khas Lampung, kemudian Kiceran (Prosesi Adat) yang ada di Pesisir Barat, Tuping Lampung yang berasal dari Lampung Selatan, dan ada Tenun Ikat Inuk serta Tenun Maduwaro yang merupakan seni ragam hias Lampung. “Seperti saat ini sedang diadakan gladi resik Seni Petunjukan yaitu kolaborasi antara musik tradisi, warahan, dan tari dengan judul ‘Nyanyian Teluk Kiluan’ untuk dikemas menjadi seni pertunjukan dan dipersembahkan dalam acara Temu Karya Taman Budaya  SeSumatera di Jambi pada tanggal 19 dan 22 November 2016, selain itu kita juga akan mempersembahkan Pameran Seni Rupa denga   n mengirimkan tujuh karya seni rupa Lampung terbaik”, tuntasnya, (16/11/2016).   
Kepala Taman Budaya Lampung berharap kepada pemerintah agar Taman Budaya ini menjadi rioritas utama dari prioritas yang lainnya untuk mengembangkan Kebudayaan Lampung.*(Erlin)

LAMPUNG MEMILIKI MUSEUM NASIONAL KETRANSMIGRASIAN

Reporter :  Nazhifatu Wanisyyah
                  Tika Damayanti
                  Yeni Meliyani

Sukma_Polinela; Museum  nasional ketransmigrasian tergolong menarik untuk dikunjungi kerena merupakan museum yang memberikan pembelajaran mengenai sejarah ketransmigrasian. Di tempat ini dapat dilihat berbagai rekam jejak awal transmigrasian asal Jawa di zaman kolonial hingga koleksi benda bersejarah lainnya.  Museum ketransmigrsian Lampung terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jarak Museum Transmigrasian dari Bandar Lampung sekitar 20 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Museum Transmigrasi ini berupa bangunan megah berlantai 2 dengan simbol siger mengkilap dibagian atas beranda. Bagian gedung bercat putih kekuningan, dihiasi ornamen gajah lampung, yang dipadu ukiran khas Jawa di bagian pintu masuk.  Provinsi Lampung sudah dikenal sebagai cikal bakal daerah penempatan transmigrasi di Indonesia. Transmigrasi tersebut berlangsung tahun 1905 pada saat pemerintah Hindia Belanda melakukan perpindahan warga dari Desa Bagelen, Karesidenan Kedu, Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi Lampung tepatnya di Desa Bagelen, Gedong Tataan, karesidenan Lampung (sekarang dikenal dengan Kabupaten Pesawaran). Museum transmigrasi di bangun pada tahun 2004 penggagasnya adalah Prof. Dr. Muhajir Utomo yang merupakan keturunan langsung dari rombongan transmigran awal yang dikirim Belanda ke Lampung tahun 1905. Pembukaan museum dimulai pada tahun 2010 dan dikelola oleh Unit Pengelola Teknis. 
Museum Transmigrasi terdapat benda-benda seputar transmigrasian yang dipajang pada lantai dua. Sederet koleksi yang ditampilkan berupa benda antik seperti sepeda ontel, peralatan dapur, perabot rumah tangga, alat penerangan, mata uang tempo dulu, hingga alat penumpuk beras. Ada juga miniatur bangunan rumah yang pernah ditempati oleh transmigran ada fotofoto pejabat yang memimpin departemen yang berkenaan dengan transmigrasi. Museum transmigran dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, baik yang ditujukan untuk umum, pelajar maupun mahasiswa. Salah satunya adalah teater yang dapat digunakan untuk menayangkan film dokumenter bersifat edukasi, sejarah perjalanan penyelnggaraan transmigrasi di Indonesia, selain itu, ada area camping untuk kegiatan perkemahan yang dilengkapi tenda camping. Bahkan terdapat Gedung Serba Guna (GSG) dengan kapasitas 250 orang yang dapat digunakan instansi Pemerintah, swasta dan juga umum sebagai tempat rapat, seminar, resepsi perkawinan, hingga kegiatan lainnya.  Koleksi benda bersejarah yang ada di museum transmigrasi ini dapat memberikan informasi bagi kalangan generasi muda khusus nya pelajar dan mahasiswa. Tidak hanya itu di sini pengunjung dapat mengenal sekaligus memainkan beberapa peralatan seni budaya tempo dulu yang masih tetap dilestarikan dan diwariskan kepada anak cucu masyarakat Desa Bagelan dan sekitarnya. 
Di museum ini terdapat pula anjungan yang tersedia di kompleks museum ini dengan jumlah 11 anjungan, terdiri dari anjungan Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, NTT, D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Suriname, ke semua anjungan kecuali Suriname dan Lampung merupakan daerah asal transmigran.   Bola peluru besar berwarna hitam yang digunakan untuk membuka lahan. 2 bola peluru tersebut dikaitkan rantai untuk merobohkan pohon dengan diameter 50cm yang merupakan benda paling bersejarah di museum ini. Kawasan ini tentu dapat dijadikan alternatif liburan, edukasi, mapun rekreasi. Museum ini dibuka setiap senin-kamis pukul 0800- 14.00, jumat pukul 06.30-16.30, sabtu dan minggu libur dengan tiket masuk sebesar Rp.1000 untuk pelajar dan Rp.2000 untuk umum.(*Dini)

Pulau Pasaran Bukan Tempat yang Tak Berpotensi

Reporter : Abiyya Khansa Altaf
                 Erlinda Gista

Sukma_Polinela; Pulau pasaran adalah sebuah pulau di Kecamatan Teluk Betung Barat, BandarLampung, Lampung. Sebagian besar masyarakat banyak yang sudah tahu adanya Pulau Pasaran atau yang dulu juga disebut Pulau Beringin di Bandar Lampung. Namun ada pula masyarakat seperti pendatang ataupun masyarakat Bandar Lampung itu sendiri masih belum mengetahui adanya Pulau Pasaran ini. 
Jika berbicara mengenai Pulau Pasaran, pasti identik dengan Ikan Teri dikarenakan Pulau Pasaran adalah desa yang terkenal dengan ikan terinya seperti Teri Katak, Teri Besar, Teri Nasi, Teri Hitam, Teri Putih, Teri Jengki, Teri Buntio, Teri Medan dan cumi serta Ikan Tanjan, Kampak dan masih banyak lagi. Namun,  sayangnya pemukiman masyarakat Pulau Pasaran yang mayoritas berair kini digenangi sampah dan membuat banyak masyarakat yang berkunjung mengenal Pulau Pasaran menjadi negatif.  Masyarakat yang belum mengenal dengan jelas, ada yang berpendapat kalau Pulau Pasaran ini adalah pemukiman kumuh. Dikatakan demikian, Ketua RT Desa Pulau Pasaran menampik hal tersebut. “Tahun 2010 pernah konsultasi dengan Dinas Tata Kota bahkan dengan Pariwisata, waktu itu pariwisata diprakarsai oleh Ibu Feri dan tata kota dengan Pak Toni, saya pernah bertanya mengenai tata kota bahwa punya wacana yang pertama, suatu saat jembatan ini nyambung, minta dibuatkan siger tepatnya ketika masuk jembatan penyebrangan”, Ungkap Subur. Berdasarkan rencana tersebut jika ada lahan kosong untuk dibangun masjid dan di samping masjid ada masyarakat yang berdagang kuliner seperti ikan asin dan makanan dari kerang hijau. “Nanti di belakang Puskesmas dibuat taman untuk anak-anak muda, hanya saja waktu itu Bu Nila dari Bappeda, meminta letak rumah harus menghadap laut semua”, Tambahnya.
Letak pemukiman memang masih belum tertata rapi dikarenakan masyarakat Pulau Pasaran enggan untuk membongkar rumah masing-masing yang rumahnya tidak beraturan untuk menghadap ke laut. Hal tersebut tentunya membutuhkan biaya yang besar terkecuali diterapkan dan dibiayai oleh Pemerintah, sehingga wacana tersebut sampai sekarang belum terealisasi. “Ada pihak yang ingin mengambil alih Pulau Pasaran ini, tetapi pemerintah kita bertahan karena potensinya besar, walaupun
Pulau Pasaran ini kecil, tapi jika lagi kondisi ada ikan bisa menyerap tenaga kerja 800 orang sampai 900 orang bahkan sampai ribuan”, Jelas Subur. 
Berbagai kegiatan dilakukan oleh  masyarakat Pulau Pasaran untuk mengurangi banyaknya sampah yang berserakan karena kurangnya tempat dan kurangnya pengaturan pengelolaan sampah seperti diadakannya Bank Sampah yang diketuai oleh Lisa masyarakat Pulau Pasaran. Bank sampah ini gunanya untuk mendaur ulang sampah yang ada. Bantuan yang diberikan untuk Pulau Pasaran terutama untuk pengelola, berasal dari Walikota dan maupun berasal dari Pusat, contohnya di Koperasi mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi  5 unit Komputer berikut 1 Set Proyektor serta dari Kementerian Kominfo 6 Komputer. Namun masyarakat banyak yang belum menguasai sehingga pemanfaatannya masih belum maksimal. Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar Pulau Pasaran yang luasnya sekitar 12,5 hektar ini yaitu mengolah dan mencari ikan. Dari 286 Kepala Keluarga yang mengelola ikan kurang lebihnya 35 orang yang aktif dan selebihnya dikategorikan Buruh dan Nelayan sebesar 10 %, di Desa Pulau Pasaran tepatnya RT 09 itu sifatnya mengolah. Disamping itu, ada juga Produk Turunan Pulau Pasaran yaitu produk teri dijadikan olahan makanan, “Produk Turunan ini sudah terkenal, ada yang sudah dipasarkan di Chandra dan Manisan Yen-Yen”, Jelas Lisa. Masyarakat biasanya memasarkan ikan juga ke Jakarta. Jika sedang tidak ada aktivitas atau sedang tidak ada ikan, masyarakat banyak yang menganggur. “Saya berfikir jauh ke depan artinya, seperti ini bisa terjadi masyarakat lupa diri karena orang baik kalau mata pencahariannya ada untuk memenuhi ke butuhan makan dan sebagainya, tetapi jika masyarakat saja menganggur, maka bisa gelap mata dan timbul berbagai macam hal buruk”, Ujar Subur. Selain mengolah dan mencari ikan, Ketua RT Pulau Pasaran mengembangkan budidaya kerang hijau dari tahun 2013 yang diikuti masyarakat  hingga sekarang  jika ikannya sedang tidak ada. Hanya saja kendalanya terkadang harganya yang merosot dikarenakan minat konsumen yang kurang. RT Pulau Pasaran berharap agar warganya sejahtera dan kebutuhannya terpenuhi. (*Dini)

Sunday, December 18, 2016

UKM Pers Sukma Ikuti Lomba KMK


Reporter :Tika Damayanti

Sukma_Polinela; UKM Pers Sukma mengikuti kompetisi majalah kampus(KMK) dan pelatihan jurnalistik Politeknik se-Indonesia. Acara yang diselenggarakan di Politeknik Media Kreatif Jakarta dengan mengundang perwakilan Mahasiswa se-Politeknik di Indonesia. Kompetisi Majalah Kampus (KMK) adalah event jurnalistik mahasiswa Politeknik se-Indonesia, yang bergerak dalam bidang majalah kampus. Kompetisi Majalah Kampus  ini diselenggarakan pertama kalinya oleh BAKORMA (Badan Koordinasi Mahasiswa) dan Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta sebagai panitia KMK-1 Tahun 2016.
Acara ini bertujuan untuk mengembangkan majalah kampus, meningkatkan kreatifitas dan prestasi
mahasiswa.  Selain itu menjadi ajang silahturahmi dan berkumpulnya calon Jurnalis yang siap mendapatkan ilmu sebagai bekal untuk menjadi Jurnalis kampus. Tema dalam acara ini adalah “Kita Eratkan Persaudaraan, Tingakatkan Prestasi dan Kreatifitas Mahasiswa Politeknik Melalui Majalah Kampus “. Acara ini diselenggarakan dari hari Kamis, 10 November 2016 hingga hari Sabtu, 12 November 2016 dan diikuti oleh Politeknik seluruh Indonesia. Peserta yang mengikuti acara ini berjumlah 10 kampus yang terdiri dari Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Media Kreatif  Jakarta, Politeknik Harapan bersama Tegal, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Media Kreatif PSDD Makasar,  Politeknik Kesehatan Yogyakarta, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Manufaktur Bandung dan Politeknik Negeri Banjarmasin. Kegiatan KMK meliputi kompetisi dan pelatihan majalah kampus. Kegiatan yang berlangsung 3 hari ini dibuka oleh Direktur Politeknik Media Kreatif H. Sarmada, S.Sos M.Si. Materi-materi yang diberikan meliputi penyutingan naskah, undang-undang pers, fotografi, desain tata letak, produksi cetak dan penyutingan fotografi. Pemateri yang memberikan materi tersebut adalah dosen Politeknik Media kreatif yang ahli dibidangnya dan salah satu redaktur majalah Elsinta. Terdapat banyak hal yang dapat diambil setelah mengikuti kegiatan ini seperti yang di sampaikan oleh pemimpin redaksi UKM Pers Sukma Hendri Kurniawan, ”UKM Pers Sukma mendapat banyak pelajaran dan berbagai ilmu dari acara tersebut “, Ujarnya. Ketua pelakana Nova Darmanto, M.Si mengatakan, “Banyak kendala yang dihadapi dalam acara ini, karena ini merupakan KMK pertama yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Media Kreatif”. 
Waktu kegiatan acara terbilang sempit dikarenakan materi yang banyak, sehigga saat pelatihan dapat sampai pukul 11 malam. Kurangnya koordinasi panitia dalam menyelenggarakan acara ini membuat acara tersebut menjadi lama pada saat penutupan dan pengumuman hasil lomba.  Setiap kampus mengirimkan majalah kampus untuk diperlombakan pada acara ini, dan juara dalam KMK adalah Politekinik Negeri Jakarta sebagai Juara 1, Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta sebagai Juara 2 , dan Politeknik Harapan Bersama Tegal sebagai Juara 3. UKM Pers Sukma dalam mengikuti acara tersebut mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk majalah sukma ke depannya. Terdapat kekurangan dan kelebihan, seperti dalam kualitas kertas, foto,dan font tulisan dan lain-lain. “Aspek kualitas kertas dan warna majalah sukma tertinggal dari majalah-majalah politeknik lainnya,fotonya harus natural, tidak boleh diedit harus diperhatikan keaslian fotodan font jangan dibesar-besarkan / dikecil-kecilkan semata hanya menuhin halaman, harus proporsional enak dibaca”, Ujar Rizky staf Layout UKM Pers Sukma yang juga ikut menjadi perwakilan KMK. Acara KMK yang ke 2 tahun 2017 akan di selenggarakkan di Politeknik Negeri Sriwijaya. 
Harapan untuk UKM Pers Sukma Politeknik Negeri lampung agar pada tahun depan dapat mengikuti KMK ini lagi. Melakukan persiapan dengan baik sehingga mendapatkan juara serta masih harus banyak belajar dalam pembutan majalah dan buletin kampus di Politenik Negeri Lampung.(*Dini)

Tuesday, June 28, 2016

Sosialisasikan bahaya narkoba, Andika Vo Kangen Band mampir ke sukma Polinela


Reporter : Hendri Kurniawan
Sukma_Polinela; Kamis
19 Mei 2016 lalu ada kejadian yang tak terduga. Pukul 11.00 WIB, Andika kangen band mengunjungi Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) tepatnya di Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa Pers SUKMA (UKM Pers SUKMA), untukmemberi sosialisasi tentang bahaya narkoba. Mantan pengguna narkoba yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2012 itu datang bersama manajernya Ferry Arsyad. Sang manajer mengatakan “Kami berkunjung ke UKM Pers SUKMA dalam rangka sosialisasi bahaya narkoba terhadap generasi muda saat ini. Kami memilih UKM Pers SUKMA yang notabenenya adalah media informasi kampus Polinela, dan kami ingin dengan waktu yang singkat ini informasi yang kami berikan dapat tersebar keseluruh mahasiswa Polinela dimana Andika saat ini adalah duta anti narkoba Lampung dan juga sebagai satgas anti narkoba”. Andika secara buka-bukaan bercerita tentang bagaimana dirinya dari tahun 1998 sampai pertengahan 2012 sebagai pencandu narkoba, hingga akhirnya bisa berhenti menggunakan barang haram tersebut. Dia menjelaskan bahwa narkoba sangat merugikan masyarakat Indonesia, bayangkan saja sabu yang sewadah micin harganya mencapai 1,2 juta. Dia juga menuturkan bahwa narkoba merupakan pembunuh yang paling sadis di dunia, pilihan bagi para penggunanya adalah gila atau mati jika tidak cepat berhenti untuk memakainya.
Para pengguna narkoba di Indonesia sendiri mencapai 6 juta orang. Jika dana yang digunakan untuk membeli narkoba digunakan untuk membangun negara, sudah pasti negara akan makmur. Andika juga menambahkan bahwa, jika orang terdekat pencandu narkoba maka sebaiknya langsung direhabilitasi jangan dijebloskan kepenjara. Karena jika dipenjara bukannya berkurang malah ia akan bertambah parah, karena dipenjara mereka akan bertemu dengan banyak pecandu bahkan pengedar narkoba. Untuk para pemuda Indonesia Andika berkata, “ Untuk temen temen yang belum merasakan jangan sekali-kali mencoba barang seperti itu karena narkoba tidak untuk dicoba. Untuk temen temen yang sudah kecanduan cepat cepat berhenti karena pilihan sebagai pecandu narkoba hanya dua gila atau mati.
Dan berhenti dari kecanduan bukan hanya dari kata kata saja, namun juga dengan aksi yang nyata serta niat dan tekad yang kuat. Ingatlah
bahwa orang tua kita yang kebanyakan tidak sekolah seperti kita banting tulang untuk menyekolahkan kita, jangan kecewakan mereka dengan narkoba”. *(Aisyah)

MINAT KULIAH DI PRANCIS???

Reporter : Agus Prayitno

Sukma_Polinela;Beasiswa merupakan hal yang paling dicari guna meminimalisirkan biaya saat menempuh pendidikan. Saat ini, beasiswa asal Prancis datang ke Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Beasiswa ini  menawarkan bebas biaya kuliah selama satu tahun untuk program S1 serta beasiswa untuk program Pasca Sarjana S2 dan S3.
Lucy seorang Duta Besar Prancis menawarkan kerjasama melalui sistem pendidikan yang berkualitas. Sebelum datang ke Indonesia dan berkunjung di Kampus POLINELA, dia telah berkunjung ke kampus-kampus negeri yang lain dengan tujuan yang sama. Untuk saat ini lebih dari 700 program studi diajarkan dalam bahasa inggris di Prancis, dan pada awal tahun 2016 peminat untuk berkuliah disana semakin tinggi. Untuk bisa mengambil program lanjutan S1 di Prancis dapat membayarkan biaya awal pendidikan sekitar Rp.1.400.000,- dan setelahnya semua biaya pendidikan sudah dibebaskan. Namun untuk biaya kehidupan di Prancis ditanggung sendiri oleh mahasiswanya.
Berkuliah di Prancis sangatlah mudah, hanya saja mahasiswa baru harus dapat berbahasa prancis minimal level B2 karena tingkat nasionalisme disana sangat tinggi. Dalam pendaftarannya sendiri, dapat melalui sistem pendaftaran beasiswa dari dalam negeri atau program beasiswa Indonesia. kemudian mengurus berkas secara berturut untuk masuk dalam tahapan seleksi berkas, dimana seleksi tersebut dilaksanakan melalui pengiriman berkas secara online.
Mahasiswa yang mendaftar beasiswa diberikan kesempatan untuk memilih 3 Universitas tujuan di Prancis, kemudian penerimaan mahasiswa ditempatkan berdasarkan motto yang dikirim oleh mahasiswa pendaftar beasiswa. Lucy menambahkan, berkas yang dikirim paling ketat akan diseleksi dibagian motto, tujuan ke Prancis, dan tujuan studi disana yang semuanya menggunakan bahasa Prancis murni tanpa translate
Kemungkinan penerimaan melalui motto termasuk tinggi karena motto tersebut bersifat potensi untuk menunjang kemajuan pendidikan di Indonesia dan di Prancis, guna dijadikan ide penerusan proyek dan pendidikan disana. Setelah itu mahasiswa yang lulus pada seleksi
berkas akan masuk pada tahapan tes wawancara dan selanjutnya menunggu panggilan untuk keberangkatan ke Prancis.
Sebanyak 80% mahasiswa Indonesia sudah berkulaih di Prancis dan menikmati hidup sebagai pelajar yang sukses. Lucy juga menambahkan, penawaran kerja disana sangat tinggi. Selain itu, sertifikasi yang lebih berkualitas dapat diraih oleh mahasiwa asing.
Mahasiswa dari luar Prancis dapat diterima di 3.500 kampus terbaik yang ada di Prancis salah satunya Universitas Paris SOERBONE.
Bagi mahasiswa yang ingin mendaftar dapat melalui media online di www.indonesia.campusfrance.org dan sistem pendaftaran beasiswanya kemungkinan didapat dari Indonesia atau dari prancis langsung untuk program lanjutan S2 dan S3. *(Aisyah)