Sunday, July 5, 2015

Sistem Baru Pemilihan Gubernur HMJ

Reporter : Reni Aprilia

                 Oky Saputra

Sukma_Polinela; Politeknik Negeri Lampung (Polinela) adalah perguruan tinggi vokasi yang meluluskan mahasiswa-mahasiswi berpotensi. Terdapat 5 jurusan diantaranya, Budidaya Tanaman Pangan, Budidaya Tanaman Perkebunan, Teknologi Pertanian, Peternakan, serta Ekonomi dan Bisnis, yang didalamnya tersebar berbagai Program Studi. Dalam setiap jurusan tentunya memiliki seorang ketua yang memimpin didalamnya. Ketua tersebut biasa dikenal dengan Gubernur Himpunan MahaSiswa Jurusan (HMJ).
Berbeda dari periode sebelumnya yang pada saat pemilihan gubernur dilakukan secara musyawarah. Untuk periode tahun depan dilakukan dengan metode baru yaitu dengan cara Pemilihan Raya (Pemira). Sehingga pemilihan secara Pemira tidak hanya dilakukan untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, namun juga diterapkan dalam pemilihan Gubernur dan Legislatif anggota MPM.
Hal ini dilakukan karena pemilihan yang dilakukan secara musyawarah dinilai tidak efektif dan kualitas serta kuantitasnya tidak efisien sehingga kurang selektif. Selain itu juga tercium kecurangan dalam demokrasi seperti intimidasi, tidak semua mahasiswa memilih, dan tidak semua mahasiswa mengaspirasikan pendapat, sehingga dengan cara pemilihan seperti itu suara vocal yang akan menang. “Didalam demokrasi itu sangat dilarang adanya itimidasi jadi coba kami perbaiki pada sistem pemilihan gubernur tadi, untuk memilih gubernur secara Pemira sehingga pelaksanaan demokrasi ini secara utuh mutlak, bebas, jujur, rahasia, dan tidak ada musyawarah,” ujar Sigit Pramono selaku ketua umum MPM saat ditemui diruangannya.
Perubahan ini mulai akan dilaksanakan untuk periode depan. Untuk pelaksanaannya dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pertama pemilihan Gubernur dan Legislatif anggota MPM yang dilakukan dimasing-masing jurusan secara serentak pada saat apel jumat. Sedangkan untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan oleh seluruh mahasiswa Politeknik Negeri Lampung secara serentak pada saat apel hari senin.  Sehingga ada perubahan mekanisnisme antara perekrutan pemilihan Gubernur dan Legislatif anggota MPM dengan Presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa sama, perbedaannya hanya terletak pada persyaratan. Untuk saat ini karena banyaknya minat mahasiswa yang ingin mencalonkan diri namun terkendala IP/IPK tidak mencukupi sehingga kemampuan berorganisasi juga diperlukan. Sedangkan untuk calon Gubernur tergantung kebijakan dari masing-masing jurusan.
Rencana tentang perubahan tersebut telah disosialisasikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur namun ada yang berpendapat sepakat dan ada yang berpendapat tidak sepakat. “Kalau saya sebenarnya setuju dengan kebijakan baru tersebut, tetapi penerapannya jangan sekarang karena jurusannya belum siap. Saran saya dengan musyawarah tetapi caranya  yang lebih dibagusin, seperti ditambahin dengan debat kandidat, kampanye. Selain itu, karena saya belum tahu bagaimana pendapat mahasiswa jurusan saya”, tutur Fikri Alif Utomo selaku Gubernur   Budidaya Tanaman Pangan.  Akan tetapi  pada dasarnya hal itu ada dalam peraturan ART Pasal 1 Point 2 yang menyebutkan mengenai pemilihan gubernur, cara pemilihannya dan pelaksanaannya serta tata caranya diserahkan pada mahasiswa.
“Tetapi dengan cara seperti itu masih terdapat multi taksir, maksudnya adalah bisa ditaksirkan kemana-mana, umum cangkupannya jurusan atau HMJ ini tidak memiliki dasar hukum untuk melaksanakan Pemira. Namun, lucu juga kalau Gubernur yang menentukan untuk penggantinnya, itu bisa dikatakan pengotoran demokrasi, atau bisa dikatakan permainan Politik” tambah Sigit.
Untuk kepanitian yang mengatur tentang pemilihan yang dilakukan secara pemira ini adalah panitia yang Independent.  “Untuk tahun ini setelah adanya kesepakatan atau ketuk palu, untuk  panitia adalah panitia khusus dari seluruh mahasiswa yang mendaftar menjadi panitia, syarat-syarat yang  dicantumkan tertera dalam UU Pemira. Panitia direncanakan sekitar  50 orang untuk panitia Gubernur, Legislative dan panitia Presiden serta Wakil Presiden”, pungkas Sigit. (*Tri Asdi)

Peluncuran Jaraka untuk Polinela

Reporter: Reni Aprillia

Sukma_Polinela; Informasi berperan penting didunia dalam segala bidang. Tak dipungkiri seluruh masyarakat dibelahan dunia membutuhkan suatu informasi. Didunia pendidikan infor­­masi mempunyai andil yang cukup tinggi, khususnya untuk ma­hasiswa. Suatu in­for­ma­si sangat diperlukan secara cepat dan efisien. Oleh sebab itu salah satu Perguruan Tinggi di Lampung yaitu Politeknik Ne­geri Lam­pung (Polinela) men­cetuskan sumber informasi bagi setiap mahasiswa berbasis online mengenai civitas akademik yang disebut dengan JARAKA (Jaringan Akademik).
 Jaraka berawal dari SIAKAT. Jaraka berisi beberapa sistem yang berhubungan langsung dengan aktivitas akademik seperti aplikasi Digital Library, Alumni, hasil Study, Prosedur Akademik, Peraturan Akademik, Pendaftaran Wisuda, Lowongan Kerja, dan masih banyak aplikasi didalamnya. Dengan adanya Jaraka dapat memudahkan ma­hasiswa untuk memperoleh ber­bagai informasi dari segala sumber salah satu contohnya adalah aplikasi alumni. Karena ketika kita sudah menjadi alum­ni nantinya kita tetap dapat melihat data-data sebelumnya serta informasi-informasi baru yang bermanfaat.
Hal tersebut juga telah diungkapkan Bapak Eko Win Kenali selaku Kapuskom, dia mengatakan, “Puskom berfikiran bagaimana dengan 1 login bisa mendapatkan semua, berupa data akademik, bisa melihat judul tugas akhir kakak tingkat , melihat hasil dosen, bahkan sampai nanti menjadi alumni hanya memakai login itu”.
Sebelumnya Polinela tidak mempunyai Siakat, yang ada hanyalah program bersifat Local yang hanya bisa diakses oleh BAK, sedangkan untuk dosen dan mahasiswa hanya dapat melihat melalui selembar kertas yang dicetak. Pembuatan Jaraka ini merupakan usulan dari institusi (Direksi) dan dikhususkan untuk perorangan, dengan kata lain kita hanya dapat melihat data perorangan.
Jaraka mulai diuji coba tahun 2012 lalu dan diaplikasikan pada sebagian mahasiswa yaitu mahasiswa Program Study Manajemen Informatika (MI). Pada tahun 2013 Jaraka diaplikasikan pada Jurusan Ekonomi dan Bisnis dengan 3 Program Study yaitu Manajemen Informatika, Akuntansi dan Agribisnis. Setelah uji coba berhasil dan keamanan tidak ada masalah, maka pada tahun 2014/2015 dijalankan untuk seluruh mahsiswa, namun sosialisasi masih kurang. Jaraka mulai diresmikan dan diekspos pada bulan Maret 2015. Saat ini sosialisasi Jaraka untuk mahasiswa dapat dilihat melalui promosi banner, Web Polinela, maupun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinela.
Untuk dapat menggunakan aplikasi Jaraka, terlebih dahulu mendaftar melalui PUSKOM (Pusat Komunikasi) untuk mahasiswa lama, namun untuk mahasiswa baru angkatan 2015 nanti akan secara otomatis. Hal tersebut dikarenakan langsung disosialisasikan saat PSP2. Kita dapat melihatnya melalui Web “Jaraka.polinela.ac.id”. Jaraka bertujuan menyebarkan informasi dari berbagai sumber dan bagaimana caranya di Share ke dosen dan mahasiswa. Jaraka juga akan mengalami perkembangan atau inovasi baru setiap tahunnya.
Untuk mencapai hasil yang baik tentunya tidak ada jalan yang mudah, “Masalah susah, nggak susah, pasti susah, butuh waktu lama, karena kendalanya dari tenaga dengan Programer yang terbatas”, tambah Eko.
Tanggapan positif didapat dari Direktur Polinela Ir. Joko SS Hatono M.T.A. mengenai jaraka, menurutnya Jaraka harus segera disosialisasikan dan segera digunakan. Adanya Jaraka juga sangat bermanfaat khususnya bagi ma­hasiswa. Hal tersebut juga ditanggapi oleh Randy Estian salah satu mahasiswa Program Study Manajemen Informatika semester 4 yang mengatakan bahwa, ”Jaraka ini penting, apa lagi diterapkan untuk seluruh mahasiswa di Polinela dan Jaraka ini baik untuk dikembangkan. Tidak setiap mahasiswa harus menunggu untuk melihat hasil Study di kampus, tetapi dapat dilihat dengan Via Online dan datanya juga dapat di download”.
Berbagai harapan diluncurkan oleh Bapak Eko sekaligus mentuntaskan pe­m­­bicaraan mengenai Jaraka ini, “Dapat digunakan maha­siswa, memudahkan mahasiswa, dan dapat membantu kegiatan akademik mulai dari mahasiswa serta dosen”. (*Tri Asdi)

Ketidak Hadiran Dosen Saat Praktikum

Reporter : Tri Asdi

Sukma_Polinela; Polinela dalam pengajarannya menggunakan sistem vokasi, dimana presentase kegiatan praktikum lebih besar dibandingkan dengan teori. Saat praktikum atau setiap satu mata kuliah biasanya ada tim dosen yang terdiri dari dua orang dosen dan satu orang PLP. Dalam 16 kali pertemuan dengan pembagian minggu 1-8 dosen pertama atau penanggung jawab (PJ) dan minggu ke 9-16 dosen ke dua. Tetapi, untuk PLP wajib sepenuhnya untuk selalu mengikuti kegiatan praktikum dari awal hingga akhir semester.
Karena Setiap mata kuliah telah ada tim dosen,  jika dosen yang seharusnya mengajar tidak dapat hadir dapat digantikan dengan dosen kedua. Setidaknya untuk mengawas kegiatan praktikum salah satu dosen dapat hadir saat praktikum.  Tetapi jika kedua dosen berhalangan untuk hadir, dapat langsung menghubungi PLP dan langsung memulai praktikum tanpa adanya dosen.
“Seharusnya tugas dosen yang memberikan teori saat akan praktikum, baru PLP yang membantu pelaksanakan secara teknis. Karena wilayah PLP untuk yang kegiatan secara teknis bukan yang secara teoritis. Selain itu juga karena bukan bagian PLP sehingganya tidak berhak dan tidak wajib”, ujar Bandi salah seorang PLP.
Terkadang dosen memilki kesibukan lain selain mengajar. Sehingga dosen berhalangan dalam kegiatan mengajar secara teoritis ataupun praktikum. Jadi, dosen dapat memberikan tanggung jawab kepada PLP jika dosen berhalangan hadir saat praktikum. Dalam penjejangan PNS terdapat pegawai structural, fungsional, dan biasa. Orang-orang yang tergolong pegawai structural yaitu orang yang memegang jabatan seperti Direktur, Wakil Direktur, serta jajaran lainnya. Untuk orang yang tergolong dalam pegawai fungsional seperti para dosen. Tetapi, PLP sekarang tidak seperti teknisi saat dulu yang hanya masuk golongan biasa. Saat ini, PLP telah masuk fungsional jadi dosen telah menganggap PLP mampu memberikan bahan ajaran.
Pegawai-pegawai fungsional seperti para dosen, memiliki tugas lain selain mengajar dan dilakukan diluar jam kuliah. PLP sekarang, yang tadinya hanya pegawai biasa sudah menjadi fungsional. Jadi artinya, mereka sudah memilki tugas diluar tugas mereka yang hanya mengawasi saat praktikum berlangsung. Sehingga saat ini, beberapa dosen telah memberikan ruang kepada PLP karena itu sudah menjadi tugas mereka saat ini yang telah menjadi pegawai PNS fungsional.
”Dosen wajib datang saat praktikum, tetapi tidak harus keduanya. Selain itu, karena PLP sudah menjadi pegawai fungsional sehingga sebagian tugas dapat diserahkan kepada PLP. Karena mereka butuh KUM, yang merupakan penilaian agar PLP dapat melakukan penjejangan. Cara penaikan pangkat PLP sudah sama seperti dosen bedanya, kalau dosen harus ada penelitian, pengabdian, pendidikan (mengajar)”, ungkap Chandra Utami W.
Setiap pertemuan dosen mengisi absensi yang setiap minggunya akan dikumpulkan. Jika dosen tidak hadir maka secara otomatis absensi tidak terisi. Hasil dari keseluruhan absensi akan ditampilkan saat rapat yudisium, yang biasanya dilaksanakan pada akhir semester. Sanksi yang diberikan lebih mengarah kepada sanksi sosial, rasa malu dan teguran dari kepala jurusan. Selain itu, jika mahasiswa ingin melaporkanya kepada wakil direktur satu dengan bukti yang cukup hal tersebut akan dipertimbangkan dalam forum, bahkan ada ke­mungkinan jika dosen tersebut dapat diberhentikan. (*Tri Asdi)

Kepastian Gedung Kuliah 5 Lantai

Reporter: Denok Cinde Melati

Sukma_Polinela; Pembangunan gedung 5 lantai adalah salah satu rencana Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dalam membangun kampus hijau Polinela dan sekaligus mencapai Visi & Misi nya. Namun, banyak Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung yang penasaran mengenai kapan teralisasinya pembangunan gedung 5 lantai yang sudah sejak dua tahun terakhir ini dibicarakan. Banyak dari mereka yang mempertanyakan mengenai plang di lahan Projas, yang bertuliskan “Disini akan dibangun gedung lima lantai”. Pada Diskusi Internal yang lalu (04/4), Direktur Polinela mengatakan bahwa rencana pembangunan gedung itu hanya akan teralisasi menjadi 3 lantai bukannya 5 lantai karena minimnya pendanaan. Akan tetapi, saat hal tersebut ditanyakan kepada pudir 2, diungkapkan bahwa pembangunan gedung 5 lantai itu sedang diproses dan akan teralisasi pada tahun ini. “Mengenai hal itu, sedang dalam proses dan tetap akan dibangun 5 lantai sama seperti rencana awal karena jika pembangunan dibuat menjadi 3 lantai akan dianggap tidak selesai”, ujar  Ir.Nurman Abdul Hakim, M.P. selaku Wakil Direktur (Wadir) 2 saat ditemui diruangannya.Pembangunan gedung tersebut akan tetap direalisasikan menjadi 5 lantai hanya saja ukurannya yang diperkecil. Saat ditanyakan mengapa tidak sesuai dengan rencana awal, beliau menegaskan bukannya tidak sesuai dengan rencana awal, tetapi karena minimmya dana dan jika ada tambahan dana maka akan dibangun gedung lagi.Dari beberapa mahasiswa berpendapat atas pembangunan Gedung 5 Lantai tersebut. Salah satunya adalah M.Ariful Aimma dari Program Studi Perikanan, “Menurut saya, gedung 5 lantai itu strategis sih dan itu bagus juga dibangun disitu. Cuma sarannya, kalau bisa menjadi Icon Polinela disitu. Saya pernah Browsing diinternet, disitu saya menemukan rancangan Gedung 5 Lantai Polinela tapi disitu gedungnya besar banget dan mewah cuman ketika pembangunan saya tidak tau juga karena lahannya cuman segitu. Harapannya sih, disitu menjadi 5 lantai dan sesuai dengan tema nya itu apa yang dibentuk itu menjadi bagus dan terbaik”.Pendapat yang diungkapkan oleh mahasiswa lainnya, “Menurut saya sangat baik, karena kondisi yang minim dan kurang dalam ruang kuliah, sehingga sangat penting juga pembangunan itu segera dilaksanakan. Namun menjadi pertanyaannya, tergesik dipikiran mahasiswa ketika didiskusi Internal lalu dari direktur beliau mengatakan bahwa kita membangun gedung 3 lantai, namun setelah beberapa bulan dari Diskusi Internal tersebut muncul sebuah papan yang tertuliskan “Pembangunan Gedung Kuliah 5 Lantai”. Disitu menjadi pertanyaan besar bagi mahasiswa, ketidaksesuaian perkataan dari direktur dengan kondisi yang akan dilaksanakan. Namun, dari kita dan mahasiswa mendukung penuh atas pembangunan gedung 5 lantai atau gedung kuliah. Namun, kita berharap gedung yang akan kita bangun ini, sesuai yang kita harapkan dan sesuai prosedur-prosedur yang berlaku atau aturan-aturan berlaku sehingga itu membuat kampus Politeknik Negeri Lampung menjadi kampus yang terbaik dan bisa menjadi patokan-patokan  untuk membuat kampus kita menjadi yang terbaik di Indonesia”, tutur Tekat Karyono selaku Ketua Umum UKM Al-banna saat ditemui diruangannya.Diakhir pembicaraan Pudir 2 mengtakan, “Kenapa ditanyakan??  Untuk mahasiswakan tinggal make gedung saja”. Jadi, pembangunan akan tetap dilaksanakan sesuai dengan rencana, hanya saja pembangunannya hanya separuh dari rencana awal, tetapi tetap 5 lantai dan akan terealisasi tahun ini karena sedang diproses.Harapan dari mahasiswa agar pembangunan tersebut cepat terealisasi dan cepat dibangunan, agar mahasiswa Polinela dapat menggunakan fasilitas gedung baru tersebut. Sehingga, mahasiswa Polinela lebih nyaman dalam pembelajaran kuliah. Ditambah lagi mahasiswa Polinela yang kian tahun bertambah. (*Tri Asdi)

Saturday, December 13, 2014

HIMABUN FAIR PERDANA MENGGUNCANG POLINELA

Sukma_Polinela; Himpunan Mahasiswa Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan (HIMABUN) mengadakan acara Himabun fair pada tanggal 29 sampai 30 November, acara ini meliputi lomba LCT Perkebunan, Festival musik, dan Skate BMX.  Himabun fair merupakan kegiatan yang dilakukan oleh jurusan perkebunan dalam rangka mengeksplor kemampuan mahasiswa Polinela khususnya untuk lebih mengenalkan Polinela kepada masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam bidang perkebunan dan serta mengembangkan minat dan bakat mereka dalam festival musik maupun Skate BMX. "Kami ingin mengeksplor perkebunan di politeknik negeri lampung, dan kami ingin membuka kegiatan baru, biasanya memang kebanyakan kegiatan hanya seminar saja, maka dari itu kami ingin membuat hal yang menarik yang bisa menjadi daya tarik juga" ujar Imam Ariyadi selaku Gubernur HMJ Perkebunan.
Kegiatan ini dilakukan di pelataran GSG Polinela dan turut juga mengundang komunitas-komunitas skate dan BMX Lampung serta komunitas diluar Lampung. Dalam hal ini Ketua pelaksana Himabun fair, Apriansyah berpendapat bahwa acara ini merupakan suatu bentuk kegiatan yang juga merupakan inisiatif dari mahasiswa jurusan perkebunan pada tahun ini, "semua dosen jurusan Perkebunan dan mahasiswa sangat antusias dengan adanya acara ini,mereka sangat bersemangat dan berpartisipasi membantu acara ini agar berjalan dengan lancar, bahkan sudah di fikirkan dampak positif dan negatif dengan diadakannya acara ini dan Kegiatan Himabun fair ini murni dari hasil inisiatif para mahasiswa perkebunan itu sendiri". Memang ada dampak positif dan negatif dalam acara kali ini, tapi ini sudah dipersiapkan dengan seksama oleh seluruh panitia kegiatan yang memang sangat bersemangat dalam menyambut event besar ini. "Himabun fair merupakan progja dan memang dari kebanyakan mahasiswa perkebunan ingin melakukan kegiatan ini dengan tulus dan ikhlas juga, dan juga ingin mengadakan kegiatan tahunan dan menjadikan kegiatan besar dari perkebunan" tambah Imam.
Untuk skate dan BMX, perlombaan ini memang merupakan suatu perlombaan yang memang baru dan juga sangat jarang dilakukan karena memang minat dan sarana yang juga kurang memadai, dan memang atas dasar itulah seluruh mahasiswa perkebunan dan khususnya Himabun melaksanakan lomba ini yang memang sangat banyak juga komunitasnya di Bandar Lampung bahkan ada beberapa peserta yang berasal dari luar Lampung, contohnya saja komunitas dari Palembang yang memang ingin berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Selain itu, perlombaan kedua yang dilaksanakan adalah Festival musik yang diadakan bukan hanya dikalangan mahasiswa Polinela saja, tetapi juga kalangan umum yang memang mau untuk bergabung dan berpartisipasi serta menghibur seluruh masyarakat Polinela. Terkahir, yaitu lomba LCT Perkebunan yang memang untuk saat ini baru dilakukan khusus mahasiswa jurusan perkebunan saja. Hal ini memang dilakukan untuk memperkuat kembali kekeluargaan antar sesama mahasiswa jurusan perkebunan, serta mengembangkan lagi kemampuan merka dalam ilmu perkebunan yang telah mereka dapatkan. banyak harapan yang mengapung dalam kegiatan ini, yang memang merupakan suatu program kerja besar dari HMJ Perkebunan untuk membuat nama Polinela lebih besar lagi dan lebih dikenal lagi oleh masyarakat, "harapannya yaitu kita ingin menunjukan bahwa hmj itu tidak mati, dan juga kami dari hmj perkebunan membutuhkan tempat untuk bernaung terutama sekret, salah satu yang kami lakukan yaitu gazebo kami pindahkan sebagai sedikit protes kami dan juga menunjukan bahwa hmj juga mempunyai kegiatan" pungkas Imam.(*Anggun)



Serangkaian Kegiatan Untuk Mahasiswa Bidik Misi Polinela

Sukma_Polinela; Beasiswa merupakan pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah, perusahaan, ataupun yayasan.
Banyak sekali beasiswa yang bisa diperoleh dari dalam negeri. Salah satunya yang saat ini sedang marak diperbincangkan didunia perkuliahan adalah Beasiswa Bidikmisi.
Beasiswa Bidikmisi tersebar diseluruh PTN di Indonesia. Tidak menyangkut kemungkinan Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) juga menyediakan beasisawa Bidikmisi untuk mahasiswa baru. Bidikmisi itu sendiri berarti bantuan biaya pendidikan yang diberikan pada mahasiswa baru yang tidak mampu secara ekonomi namun bepotensi akademik baik. Proses pengrekrutan beasiswa Bidikmisi dimulai sebelum pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Lampung sendiri menerima 150 mahasiswa beasiswa Bidikmisi untuk angkatan 2014 yang berasal dari beberapa sekolah.
Bidikmisi di POLINELA saat ini sedang mengadakan serangkaian acara kegiatan, diantaranya ESQ (Emosional Spiritual Question), Stadium General, Out bond, dan berbagai acara kegiatan lainnya.
Kegiatan ESQ telah dilaksanakan pada bulan Oktober lalu yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Bidikmisi semester 1. Kegiatan ini diadakan di Gedung Sakura dan di hadiri oleh direktur POLINELA.
Sesuai dengan tema kegiatan ini yaitu "Peningkatan Motivasi Belajar bagi Mahasiswa Penerima Bidikmisi Politeknik Negeri Lampung Angkatan V.T.A.2014/2015" Pihak POLINELA mendatangkan seorang konsultan dari Jakarta yaitu Ir.Marlock untuk mengisi acara kegiatan tersebut. Acara ini berjalan dengan baik dan semangat peserta terlihat jelas dari antusiasnisme peserta mengikuti acara tersebut. Seperti yang diungkapkan Teguh Budi T selaku moderator "Air Laut Boleh Surut tetapi Tak Akan Pernah Kering" ujarnya.
8 Noverber 2014 kegiatan Stadium General dilaksanakan di Gedung Sakura. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa bidikmisi semester 3.
Sedangkan untuk kegiatan Outbond baru akan direncanakan pada tanggal 29 November 2014. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di Wira Garden dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Bidikmisi semester 1.
Seperti yang kita ketahui mahasiswa penerima Bidikmisi mendapatkan bantuan dari pemerintah. jadi dalam menjalankan berbagai kegiatan tersebut dana yang digunakan adalah dana dari pemerintah. "Semua kegiatan Bidikmisi seperti ESQ, Stadium General, Outbond dan lain-lain tergantung pendanaan dari pemerintah" ujar Kasmir selaku bidang kepengurusan keuangan akademik.
Bidikmisi di POLINELA juga mempunyai forum tersendiri bagi mahasiswa Bidikmisi. Forum in beranggotakan mahasiswa Bidikmisi semester 1,3 dan 5. Dengan adanya forum Bidikmisi ini dapat menjadi wadah aspirasi bagi mahasiswa bidikmisi. Hal ini ditanggapi oleh Devi Safitri selaku salh satu mahasiswa Bidikmisi "Forum ini bisa menjadi tempat untuk menampung aspirasi-aspirasi mahasiswa Bidikmisi, bisa mendapatkan segala informasi mengenai Bidikmisi, dan bisa menjalin komunikasi yang baik antar mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi" ujarnya.
Saat ini forum Bidikmisi diketuai oleh Agung Risqianto semester 5 dari progam studi Produksi Ternak dan  Jatmiko Anto Yuono semester 3 dari progam studi Produksi Ternak sebagai wakilnya.
10 November 2014 lalu mahasiswa Bidikmisi mengadakan pemilihan ketua dan wakil ketua forum bidikmisi untuk menggantikan ketua dan wakil ketua sebelumnya. Pemilihan ketua dan wakil ketua Bidikmisi dilakukan dengan sistem voting (pengambilan suara terbanyak). Pengambilan suara tersebut melibatkan seluruh mahasiswa Bidikmisi semester 1,3 dan 5. Terdapat masing-masing 3 kandidat calon ketua dan wakil ketua. Dari 3 calon tersebut telah terpilih Ahmad Husni Mubarok semester 3 dari progam studu Hortikultura dan Ega Noer Furqon semeter 1 dari progam studi perikanan. Mereka adalah ketua dan wakil ketua Bidikmisi tahun 2014/2015 yang akan resmi menjabat pada bulan Desember nanti. Tugas ketua dan wakil ketua Bidikmisi adalah untuk menyebarkan segala informasi yang didapat dari akademik kemudian menyampaikannya kepada mahasiswa Bidikmisi.(*Anggun)

Wisuda PDD Akademi Komunitas Polinela 2014

Sukma_Polinela; Tahun ini Akademi Komunitas Politeknik Negeri Lampung mengadakan wisuda PDD (Program Studi Diluar Domisili) dari tanggal 29 Oktober sampai 15 November 2014. Wisuda  PDD adalah wisuda mahasiswa Akademi Komunitas Polinela, wisuda PDD di lakukan di kabupaten Rejang Lebon, kabupaten Muko-muko, Bengkulu, kabupaten Cianjur, dan Lampung Tengah. Kegiatan wisuda itu dilakukan dari tanggal 29 oktober di Bengkulu, 1 November di kabupaten Rejang Lebon, 4 November di kabupaten muko-muko, 12 November di Cianjur, dan pada tanggal 15 November di Lampung Tengah. Wisuda PDD ini diperuntukan untuk jenjang D1 dan D2. di kabupaten Rejang Lebon jenjang D2, dikabupaten muko-muko jurusan D1 perikanan, Manajemen informatika, dan Agribisnis konsentrasi kelapa sawit, dicianjur jurusan D1 di semua PS yaitu perikanan, TEPA, dan hortikultura. lalu di lampung tengah D1 dan D2 jurusan Manajemen informatika dan konsentrasi TKJ. Jumlah wisudawan yang ikut berjumlah 428 orang yang terdiri dari beberapa kabupaten, yaitu di kabupaten Rejang Lebon dari program studi Hortikultura 81 orang, budidaya perikanan 69, produksi ternak 41 orang. Lalu dari kabupaten Muko-muko program studi budidaya perikanan 9 orang, Agribisnis konsentrasi kelapa sawit 15 orang, teknologi informasi 36 orang. Selanjutnya di kabupaten Cianjur Jawa Barat, program studi hortikultura 46 orang, teknologi pangan 35 orang, budidaya perikanan 9 orang. Terakhir di kabupaten Lampung tengah program studi manajemen informatika 8 orang, teknik komputer dan jaringan sebanyak 79 orang. "Tujuan dari wisuda PDD ini sama seperti halnya dengan wisuda seperti biasanya yaitu untuk pengukuhan bagi mereka yang telah selesai menempuh pendidikan" ujar Yatim Rahayu Widodo selaku Pudir 1. Untuk saat ini, lulusan dari Akademi Komunitas belum bisa untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya di D3 yang ada di Polinela. Hal ini dikarenakan lulusannya hanya terfokus dalam jenjang D1 dan D2 saja, "dikarenakan lulusan D1 dan D2 disana masih belum diakui, maka dari itu lulusan dari sana belum bisa untuk melanjutkan ke jenjang D3" lanjutnya. Hal ini juga ditanggapi oleh Teguh Budi Trisnanto selaku Humas Polinela, ia berujar bahwa kegiatan ini menjadi pengukuhan bagi mereka yang telah menyelesaikan studinya, "bagus, harapan kedepannya menjadi lebih bagus menjadi Akademi Komunitas". Dari kegiatan ini memang banyak harapan yang diapungkan, dan memang diharapkan juga bahwa dengan dilaksanakannya wisuda ini lebih banyak lagi wisudawan yang lebih baik dan terserap dalam dunia kerja, "harapannya di kabupaten Rejang lebon dan Lampung Tengah bukan lagi Polinela yang  bertanggung jawab dan yang mengukuhkan, dan memang diharapkan bisa menjadi lebih mandiri" pungkas Yatim.(*Lia)