Monday, June 27, 2016

Uji Kompetensi Teknisi Akuntansi Muda


Reporter : Ayu Endah Trima
Sukma_Polinela ; Seiring perkembangan zaman, setiap lembaga pendidikan di bangku perkuliahan mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dengan bertambahnya jumlah mahasiswa/ mahasiswi, peningkatan mutu pendidikan, pertambahan jumlah ruang belajar dan peningkatan dalam hal kompetensi yang dimiliki . Hal itu yang menyebabkan lembaga pendidikan akan terus maju dan berkembang kedepannya. Mahasiswa/ mahasiswi yang duduk di bangku perkuliahan dalam arti mereka sudah melanjutkan jenjang pendidikan yang tinggi dengan aspek pemikiran yang lebih tinggi dari jenjang pendidikan yang ada dan siap menghadapi dunia kerja. 
Pendidikan vokasi di bidang akuntansi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik dan lulusannya untuk memiliki
pekerjaan dengan keahlian terapan dalam bidang akuntansi atau maksimal setara dengan program sarjana. Dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) berbagai cara dilakukan oleh setiap perguruan tinggi demi menciptakan peserta didik dan calon-calon lulusan yang berkualitas dan berkompetensi. Dengan peran pemerintah dalam menggalakkan pendidikan semua Perguruan Tinggi dan SMK/sederajat untuk dapat mengikuti sertifikasi kompetensi yang disediakan oleh pemerintah lewat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Kompetensi) dengan  berbagai kriteria yang diujikan, seperti Teknisi Akuntansi Muda jenjang pendidikan D1, Teknisi Akuntansi Pratama jenjang pendidikan D2, dan Teknisi Akuntansi Madya untuk jenjang pendidikan D3. Tujuannya yaitu diakuinya para lulusan Sertifikasi Kompetensi di Asia Tenggara.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh program studi Akuntansi dengan adanya LSP (Lembaga Sertifikasi Kompetensi) yang akan mengadakan Uji Kompetensi Teknisi Akuntansi Muda berbasis Claster. Claster sendiri adalah program penyusunan laporan keuangan dan pengolahan data akuntansi menggunakan komputer akuntansi. Program ini pertama kali akan diadakan di Provinsi Lampung dan langsung dilaksanakan di kampus Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan akan dilaksanakan apabila sudah mendapatkan persetujuan dari LSP yang ada di Jakarta. 
Pemateri dan penguji Uji Kompetensi Teknisi Akuntansi Muda itu sendiri adalah para dosen yang sudah tersertifikasi di Politeknik Negeri Lampung. Pelaksanaan program uji kompetensi akan berlangsung di Lab. Akuntansi yang berada di Gedung CB Polinela. Setelah pelaksanaan uji kompetensi teknisi akuntansi muda terlaksana selanjutnya mahasiswa/ mahasiswi akan mendapatkan sertifikasi kompetensi sebagai Teknisi Akuntansi Muda.
“Uji kompetensi teknisi akuntansi muda ini sangatlah independen karena hasilnya benar-benar asli hasil praktik mahasiswa itu sendiri. Jadi, untuk lulus tidak dipaksakan tetapi besar harapan saya seluruh mahasiwa yang mengikuti ujian ini mendapatkan sertifikasi kelulusan 100% dan menjadi para teknisi akuntansi muda yang berkompeten.” Ungkap Evi Yuniarti.

Program tersebut diadakan dengan tujuan menciptakan para teknisi akuntansi muda yang berkompetensi dibidangnya dan dapat menghadapi dunia kerja. 
Saat ini MEA sudah terbuka di Indonesia, artinya siap atau tidak Indonesia akan menghadapi persaingan yang lebih ketat. Hal inilah yang akan terus menjadi pertimbangan setiap perguruan tinggi dalam melangkah kedepannya dan menciptakan calon-calon mahasiswa yang akan lulus dan bersiap untuk terjun dalam dunia kerja. Program Uji Kompetensi Teknisi Akuntansi Muda banyak manfaatnya bagi mahasiwa/ mahasiswi salah satunya yaitu apabila mahasiswa yang benar-benar memiliki keterampilan dan kemampuan dalam mengaplikasikan komputerisasi akuntansi.*(Erlin)

FUN CAMP, Bersilaturahmi Sekaligus Lestarikan ALAM

Reporter : Dewi Nuraini
Sukma_Polinela;Unit Kegiatan Mahasiswa Politeknik Pecinta Alam Lampung (UKM Poltapala) mengadakan acara Fun Camp pada tanggal 31 April-1 Mei 2016 di Gunung Betung, Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Acara ini diikuti oleh mahasiswa mahasiswi Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) dengan jumlah peserta 29 orang, yang terdiri dari beberapa organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Perkebunan (HIMABUN), Polinela Diving Club (PDC), UKM Pers Sukma, MPM, UKM Al-Banna, UKM Bidang Seni, BEM, UKM Garda dan lainnya. 
Fun Camp sendiri adalah kegiatan kemah ceria bersama serta bermain bersama alam. Kegiatan Fun Camp Poltapala ini, awalnya dilaksanakan untuk memeriahkan Dies Natalis Polinela dan kegiatan ini telah terlaksana tiga kali dalam tiga tahun terakhir. Melihat kegiatan ini berjalan dengan sukses dan banyak peserta yang antusias, membuat UKM Poltapala menjadikan Fun Camp sebagai agenda rutin yang diadakan setiap tahunnya. Dari pihak panitia pun selalu memperbarui kegiatan dalam acaranya agar selalu menarik dan tetap pada esensi pecinta alam.

Acara ini diketuai oleh Imam Choirul Pratama (Kewel) mahasiswa Jurusan Perternakan semester 4. Tujuan diadakannya acara ini guna memperkenalkan lebih dalam mengenai UKM Poltapala kepada Organisasai Mahasiswa (ORMAWA) lainnya. Fun Camp juga untuk menjalin silaturahmi dan menumbuhkan rasa kekeluargaan antar ORMAWA serta memberi edukasi tentang bagaimana cara hiking yang baik dengan tetap melestarikan alam. Selain itu, kegiatan ini juga membuat mahasiswa Polinela untuk dapat mengenal lebih dekat dan diajarkan tentang kerjasama dalam tim serta bertahan hidup di alam bebas.
Pada acara Fun Camp, hari pertama peserta melakukan upacara pembukaan dan melanjutkan perjalanan menuju Gunung Betung dengan menggunakan Truk. Tujuan menggunakan truk adalah agar tercipta rasa kebersamaan dan keakraban antar peserta. Setelah sampai, mereka berjalan menuju area berkemah dan mendirikan tenda. Pada malam hari mereka membuat api unggun dan sharing bersama mengenai Poltapala dan yang lainnya. Pada keesokan harinya, mereka melakukan senam pagi dan langsung melakukan kegiatan menanam pohon di area yang telah disediakan panitia. Setelah melakukan penanaman pohon mereka melanjutkan perjalanan untuk menuju puncak Gunung Betung. 
Menurut Ketua Pelaksana, kendala yang terjadi pada acara tahun ini adalah cuaca yang tidak menentu dan juga kurangnya koordinasi kepada peserta sehingga membuat peserta tidak mengikuti prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan oleh panitia. Selain itu Imam juga menambahkan, “Yang mengikuti acara ini dan yang mengadakan, mendapatkan banyak keuntungan diantaranya untuk peserta yaitu mereka bisa mengenal lebih dekat pengurus UKM Poltapala, Bisa kenal alam lebih dekat dan refreshing menghilangkan penat akibat aktifitas perkuliahan. Dan keuntungan bagi panitia yaitu melancarkan program kerja UKM Poltapala pada kepengurusan 2015/2016, Dan bisa menjalin silaturahmi dengan perwakilan ORMAWA Polinela”.*(Aisyah)

Kurang Persiapan, Akuntansi Gagal di Tingkat Nasional


Reporter : Siti Aisyah. S
Sukma_Polinela; Lomba
Accounting and Tax (ANTAX) tingkat nasional untuk mahasiswa setara D3, D4 dan S1 berlangsung di Jembaran Bali pada 13 Mei 2016. Pada lomba tersebut Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berhasil ikut serta, dengan mengirimkan dua orang mahasiswa dari Program Studi Akuntansi yakni Ika Nuryani (semester 4) dan Ria Setya Handayani (semester 6) yang didampingi oleh seorang dosen Akuntansi Damayanti.
Sebelum melangkah ke tingkat Nasional, Ika dan Ria sebelumnya tergabung menjadi satu tim bersama Rio Pambudi (Akuntansi semester 6). Dan tim tersebut telah lebih dulu memenangkan juara 2 lomba LCT Accounting Tax Parade se-Sumbagsel yang dilaksanakan di Universitas Lampung (UNILA).
Kemenangan LCT Accounting Tax Parade seSumbagsel merupakan dasar motivasi untuk keberangkatan mengikuti lomba di Bali.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Program Studi (KPS) Akuntansi Arif Makhsun yang menyatakan, “Kamarin sempat yang dijadikan motivasi kalau mereka menjadi juara ditingkat Lampung, mereka akan diberangkatkan ke Bali. Berarti itu sudah sesuai dengan janji
kita, ternyata mereka juara di Lampung dan sudah kita berangkatkan”. Sebelum keberangkatan ke Bali para peserta lomba melakukan persiapan dengan dibantu oleh pendamping mereka. “Persiapan itu diantaranya pembelajaran intensif dengan pendamping yang ditangani langsung oleh Damayanti, kita percayakan penuh pada Damayanti. Dan selama ini, juga beliau yang banyak mengarahkan anak-anak untuk lombalomba seperti ini”, Ujar Arif Makhsun. Dalam mengikuti perlombaan ini Ika menyatakan perasaannya senang, bangga dan juga sekaligus sedih. Karena sangat disayangkan pada lomba tingkat Nasional ini tak satupun dari kedua perwakilan Polinela meraih juara.
Hal ini disebabkan karena kurangnya persiapan yang matang dalam belajar untuk lomba, dan juga sebelumnya tidak ada pengalaman untuk lomba se-Indonesia. Meskipun kalah pada tingkat Nasional, hal itu bisa dijadikan motivasi dan koreksi agar kedepannya bisa lebih baik lagi dan lebih matang dalam mampersiapkan lomba. Sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama, karena mahasiswa akuntasi Polinela memiliki potensi yang besar dan perlu terus diasah serta dikembangkan. Ika menyatakan, “Harapannya semoga dari tahun ke tahun bisa juara baik se-Indonesia maupun se-Sumbagselnya. Dan harapnya tiap tahun selalu mengikuti lomba, dan akuntansi jadi lebih baik lagi dan maju”.*(Hanum)

Sistem Kunjungan Perpustakaan Kembali ke Sistem Terbuka


Reporter : Erlinda Gista
Sukma_Polinela; Perpustakaan Politeknik Negeri Lampung sudah ada sejak lama. Pada tahun 2016 ini sistem kunjungan perpustakaan Politeknik Negeri Lampung sudah berganti dari sistem tertutup beralih ke sistem terbuka. Kepala UPT Perpustakaan saat ini yaitu Ir.Iwan Gunawan, M.P. Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang ada di Politeknik Negeri Lampung yang fungsinya
untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar mengajar. Adanya perpustakaan di sebuah kampus salah satunya dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar bagi mahasiswa dan dosen yang membutuhkan maupun pengguna lainnya. Peralihan sistem terbuka ini sudah lama direncanakan, tetapi karena beberapa kendala dan sebagainya, maka rencana peralihan tersebut baru terealisasi ketika masuk awal bulan  Tahun 2016 saat ini. “Yang paling utama sebenarnya sumber daya manusianya yang kurang, dan waktu lalu mahasiswanya belum terlalu banyak, jadi masih bisa tercover kalau mahasiswanya mencari buku, kita masih bisa mencarikan.
Pada tahun 2002 awal saya masuk ke Politeknik saat itu sistemnya sistem terbuka, tapi selama satu tahun lalu beralih lagi ke sistem tertutup sampai sekarang”, Ungkap Anna Susanti salah satu Pegawai Perpustakaan Pihak perpustakaan mengatakan pada tahun 2002 tersebut selama satu tahun dengan sistem terbuka kondisinya kurang teratur walaupun bagi pengunjung lebih bagus sistem layanan yang sistem terbuka. Buku-buku yang ada di perpustakaan Polinela ada dari berbagai sumber, seperti didapatkan dari pembelian baik yang dilakukan oleh pihak atas maupun dari membeli sendiri yang dananya didapatkan dari sumbangan mahasiswa. Untuk pembelian dari Polinela yang ditangani oleh tim tersendiri tersebut, pihak perpustakaan hanya diminta memberikan daftar judul– judul buku yang diperlukan. “Untuk sumbangan mahasiswa pun tidak langsung setiap tahun dibelikan, tetapi dikumpulkan dahulu setahun dua tahun sudah banyak, baru dibelikan karena dengan sumbangan mahasiwa yang lulus tersebut masih kurang dibandingkan dengan harga bukunya”, Tambah Anna. Buku – buku yang ada di perpustakaan memang tidak setiap tahun diperbaharui. “Hal tersebut itulah yang menjadi salah satu penyebab kurangnya minat mahasiswa untuk meminjam buku di Perpustakaan”, Ujar salah satu mahasiswa Polinela.
Beberapa waktu lalu pihak perpustakaan melakukan survey untuk mengetahui minat baca mahasiswa Polinela. Rencana program perpustakaan kedepannya yaitu Otomasi Perpustakaan, “Rencana tersebut sebenarnya sudah sejak tahun 2009, tetapi terkendala berbagai hal, yang jelas program Erie sebelum Iwan yaitu Otomasi namun belum terealisasi dan Iwan menyambut baik program tersebut. Kurangnya orang – orang IT yang ditempatkan di Perpustakaan merupakan salah satu kendalanya. Erie juga sempat mengganti rencana program otomasi dari Lontar ke SLIM (Senayan Library Information Management) yang merupakan program khusus untuk perpustakaan ” Tambah Anna lagi. Pada tahun ini pihak perpustaakaan baru saja membeli buku yang sumbernya dari sumbangan mahasiswa namun buku – bukunya terbatas. Pihak perpustakaan berharap para mahasiswa dan mahasiswi banyak yang berkunjung untuk membaca buku di perpustakaan walaupun fasilitasnya terbatas dan masih banyak yang kurang, ”Kami juga berharap di perpustakaan ini ada CCTV, jadi semuanya bisa terpantau dan alat – alat pun kami sudah mengajukan karena masih banyak alat – alat yang masih kurang”, Tuntas Anna Susanti.*(Erlin)

TEMPAT NONGKRONG BARU MAHASISWA


Reporter : Obby Mayhendra
Sukma_Polinela; Penambahan kursi untuk mahasiswa beristirahat setelah selesai jam pelajaran saat ini tengah dalam proses pembuatan di lahan hutan biopori kampus Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Hutan biopori tersebut berlokasi di dekat taman bunga gedung Pusat Pelayanan Akademik (PPA). Penambahan kursi ini bertujuan untuk membuat mahasiswa Polinela semakin nyaman berada di kampusnya. Selain itu, dibuatnya tempat istirahat mahasiswa ini adalah untuk antisipasi saat penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Karena semakin bertambah banyak mahasiswa di Polinela maka harus semakin banyak pula tempat untuk mereka beristirahat, dan juga untuk menghindari terjadi perebutan tempat antar mahasiswa. 
Sebelumnya pihak polinela juga sudah membuat tambahan tempat istirahat bagi mahasiswa yakni halte-halte kecil disekitar lapangan dekat Gedung Serba Guna (GSG) Polinela. Pembuatan kursi-kursi untuk beristirahat ini adalah salah satu bagian dari kinerja Unit Pelayanan Teknis Kebun (UPT KEBUN). Sebelumnya Polinela memiliki banyak tempat berisitirahat untuk mahasiswa seperti gazebo atau pondok-pondok yang diletakan disekitaran area kampus, namun saat ini pondok-pondok tersebut telah ditiadakan oleh pihak kampus sendiri. Dan pada tahun ini, dari pihakUPT KEBUN menggantikannya dengan yang baru yakni halte-halte kecil serta kursikursi yang diletakan di hutan kampus. Hal ini dilakukan sebagai alternatif lain tempat santai atau tempat beristirahat mahasiswa Polinela untuk sekedar menghilangkan penat atau bahkan bercanda dan mengobrol bersama rekanrekannya. Bahan yang digunakan untuk membuat kursikursi ini adalah bahan dari kayu mahoni yang ditanam di lahan Polinela sendiri. Menurut salah satu pekerja pembuat kursi disana menuturkan bahwa, “Kursi ini akan dibuat sebanyak-banyaknya untuk menampung penambahan kuota mahasiswa tahun ini. Dan tergantung bahan kayu yang ada atau tidak dibelakang, jika sudah habis ya cukup tapi jika masih ada ya pasti akan dibuat lagi”.*(Aisyah)

Latihan Kedisiplinan Mahasiswa Pemerintah Daerah

Reporter : Ikhwan Sholihan Ulfi & Agus Prayitno

Sukma_Polinela; Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) kembali membuka penerimaan mahasiswa baru Pemerintah Daerah (Pemda). Sehingga dilaksanakan kembali agenda rutin Polinela yakni Latihan Kedisiplinan (Latdis). Kegiatan Latdis ini, juga dibarengi dengan kegiatan Pengenalan Sistem Pendidikan Politeknik (PSP2). Pada tahun ini kegiatan Latdis dan PSP2 berlangsung selama kurang lebih 3 hari, dimulai pada kamis 19 Mei dan berakhir di 21 Mei 2016. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut meliputi kegiatan latihan baris berbaris, PSP2 serta outbond. Kegiatan ini melibatkan anggota aktif Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Garda Kedisplinan serta TNI-AL Lanal Lampung. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswabaru dapat mengikuti sistem pendidikan yang ada di Politeknik Negeri Lampung. Puncak kegiatan Latdis dan PSP2 jatuh pada acara presentasi UKM dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA). Acara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela. Adanya presentasi UKM tersebut menunjukkan bahwa, selain menimba ilmu secara akademik di Polinela juga dapat menambah wawasan tentang organisasi dan mengasah Soft Skill yang dimiliki. Penampilan ORMAWA meliputi MPM (Majelis Pemusyawaratan Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pangan, HMJ Teknologi Pertanian, HMJ Ekonomi dan Bisnis, HMJ Perternakan dan HMJ Perkebunan. Dari UKM pun juga menunjukkan eksistensinya UKM yang ikut berpartisipasi diantaranya UKM POLTAPALA, UKM Gadra Kedisiplinan, UKM Pers Sukma, UKM English Club, UKM Kopma Mandiri, UKM Al-Banna, UKM Olahraga dan UKM Bidang Seni. Meski berjalan dengan lancar, kegiatan Latdis Pemda tahun ini dinilai kurang mantap karena mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Dari segi peraturan yang dibuat kurang sesuai dengan sistem yang biasa diterapkan oleh UKM GARDA kedisiplinan. Karena waktu yang diberikan hanya 3 hari untuk agenda Latdis dan PSP2, membuat UKM Garda kesiplinan harus menjadwalkan kegiatan tersebut pada malam hari. Arifin salah seorang anggota aktif UKM Garda Kedisiplinan menuturkan bahwa, “Pelatihan latdis pemda tahun ini saya nilai sangat mepet dengan jam kuliah, apalagi harus mengorbankan waktu untuk melakukan kegiatan latdis. Sehingga kurang efisien dari jadwal yang ditentukan, selain itu panitia harus menyiapkan kegiatan dalam waktu yang singkat tersebut, yang membuat kontrol waktu dan tenaga sangat terkuras secara cepat”.*(Aisyah)

POLINELA CETAK PRESTASI di PORSENI XI

Reporter : Ponijah
Sukma_Polinela; Politeknik Negeri Lampung (Polinela)  kembali ikut ajang Nasional, yang sebelumnya pada bulan oktober 2015 lalu  mengirimkan mahasiswanya  untuk mengikuti lomba Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Pada bulan Mei 2016, Polinela mengirimkan kembali mahasiswanya untuk mengikuti perlombaan Pekan Olahraga Seluruh Politeknik Se-Indonesia (PORSENI) yang ke XI. PORSENI merupakan perlombaan dicabang olahraga yang mana pesertanya adalah seluruh Politeknik di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung  selama kurang lebih 1 minggu mulai dari keberangkatan  hingga pulang, yang tepatnya pada 16-21 Mei 2016 di Politeknik Negeri Manado. Jumlah atlet yang mengikuti perlombaan ini sebanyak 1555 dari Politeknik se-Indonesia. Dalam ajang Nasional ini, Polinela mengikuti 3 cabang  olahraga yaitu Catur, Bulu Tangkis, dan Silat. Untuk ketiga cabang lomba tersebut jumlah peserta dari Polinela yang berangkat ke Manado sebanyak 7 orang. Pada cabang  lomba silat mengirim dua orang (Marfuah dan Nahiwan), lomba bulu tangkis mengirim 4 orang (Anggi Rizki Tholib, Fitri Khoirunnisa, Gilang dan Andrean Saputra), sedangkan dari cabang lomba catur hanya mengirim satu orang (Puput Kulumasari). Pada ajang PORSENI tahun ini merupakan prestasi terbaik yang diraih Polinela, dimanapara atlet berhasil membawa pulang mendali. Pada cabang lomba catur berhasil membawa sebuah mendali perunggu, pada lomba bulu tangkis berhasil membawa 2 mendali emas pada nomor ganda putra dan campuran serta 2 perak
pada nomor tunggal putri dan regu putra sedangkan untuk  cabang olahraga silat belum berhasil membawa pulang mendali. Keberhasilan Polinela di PORSENI yang ke XI ini adalah usaha yang telah dipersiapkan dengan matang. “Untuk selanjutnya dalam menentukan atlet yang akan diperlombakan perlu penyeleksian yang tepat dimana dalam perekrutan atlet adalah orang yang benar-benar sudah bisa dibidangnya masingmasing serta perlu dilakukan pelatihan yang lebih awal dan serius”, Ujar Dedi selaku Pembina UKM Olahraga Polinela. Prestasi yang didapatkan oleh polinela merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para atlet untuk memenangkan perlombaan. Pada dasarnya semua mahasiswa bisa berprestasi asalkan mereka mau berusaha, “ Jangan pernah menyerah terus berusaha untuk terus berprestasi. Sehingga pada tahun depan tidak hanya 3 cabang yang diikuti tetapi semua bidang, baik olahrga ataupun seni dapat ikut lomba dan mencetak prestasi”, Ujar Anggi selaku peserta PORSENI XI.*(Aisyah)