Monday, December 19, 2016

MPM KBM Polinela

Oleh : Tyas Dwi Chintya

Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (MPM KBM POLINELA) merupakan lembaga Perwakilan mahasiswa yang berkedudukan sebagai lembaga Organisasi mahasiswa tertinggi di Politeknik Negeri Lampung sesuai dengan AD pasal 15 dan ART pasal 8. Dalam peranannya MPM hampir menyerupai peran MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) dan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) sebagai fungsi yudikatif dalam hal check dan balance Badan Eksekutif Mahasiwa dan lembaga kemahasiswaan serta fungsi legislatif dalam menetapkan undang-undang Keluarga Besar Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung.
Tugas dan wewenang MPM secara umum berdasarkan Garis Besar Haluan Kerja Majelis Permusyawaratan Mahasiswa  diantarannya:
  1. Mengubah dan menetapkan AD/ ART KBM Polinela dan UU yang berkaitan dengan Keluarga Besar Mahasiswa Polinela.
  2. Membahas dan menetapkan Garisgaris Besar Haluan Kerja Organisasi (GBHKO) KBM Polinela.
  3. Mengawasi dan mengontrol kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melalui komisi yang ada di MPM.  
  4. Melantik dan mengesahkan Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa yang terpilih serta mencabut mandat dan memberhentikan Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa, dari masa jabatannya bila melanggar AD/ART dan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
  5. Memberikan sanksi atau hukuman terhadap Ormawa yang ada di Polinela jika terbukti bersalah melanggar AD/ART dan Tata tertib Ormawa dan Tata tertib Mahasiswa. 
  6. Menyerap aspirasi mahasiswa berkaitan dengan pelaksanaan AD/ART KBM Polinela. Dalam pelaksanaan tugas MPM mengadopsi teknik-teknik yang ada di lembaga legislatif Negara seperti teknik persidangan. 

Selain itu untuk membantu dalam melaksanakan tugasnya MPM terbagi dalam 4 komisi yang memiliki peran dan fungsi masing-masing yaitu:
  1. Komisi I Adalah komisi dalam MPM yang memiliki ruang tugas dibidang perundang- undangan serta mengkaji dan memasyarakatkan perundangundangan yang telah ditetapkan. 
  2. Komisi II Adalah komisi dalam MPM yang memiliki ruang tugas dibidang anggaran atau dana diantaranya menyusun rancangan anggaran pendapatan dan Belanja Ormawa (APBO) serta menetapkan alokasi anggaran pendapatan Ormawa. 
  3. Komisi III Merupakan komisi di bidang pengawasan  diantaranya mendata dan mencari informasi    (investigasi) dilingkungan civitas akademika terhadap pelaksanaan program kerja BEM, UKM dan HIMA serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Ormawa, serta peraturan pelaksanaannya yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya.  
  4. Komisi IV  Merupakan komisi dibidang kemahasiswaan diantaranya Mengakomodir aspirasi Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung, Melakukan investigasi terhadap keberadaan kondisi internal dan eksternal kampus dan Memberikan pembelaan kepada Mahasiswa yang membutuhkan. 
Keanggotaan MPM terdiri dari mahasiswa yang merupakan perwakilan dari fraksi dimasing-masing jurusan yang dipilih melalui Pemilihan Umum Raya (PEMIRA).
Hak MPM antara lain :
  1. Mempunyai hak angket, budget, inisiatif dan interpelasi. 
  2. Meminta pertanggung jawaban Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa sewaktu-waktu bila dianggap perlu.
  3. Menerima, menimbang dan mengesahkan pengajuan pembentukan Badan Otonom di POLINELA. Hak MPM ini tentunya merupakan hak yang digunakan untuk kepentingan mahasiswa. Karena dalam prosesnya banyak hal maupun penerapan kebijakan yang tidak sesuai. Maka dari itu peran MPM sangat penting untuk tetap menjaga stabilitas kepemerintahan kampus agar sesuai dengan koridornya masingmasing.
Selain melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai anggota dewan kampus, MPM KBM POLINELA juga tergabung dalam Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI). MPM KBM POLINELA adalah sub bagian dari kepengurusan FL2MI yang berada diwilayah Sumatera Bagian Selatan sebagai Sekretaris Umum wilayah dan koordinator Bidang Internal, dan tergabung dalam kepengurusan kordinator daerah Lampung sebagai Bendahara daerah dan koordinator bidang Internal. Kepengurusan FL2MI POLINELA  dibidangi oleh wakil eksternal MPM. Adapun program kerja yang telah dilaksanakan oleh MPM POLINELA meliputi :
  1. Sidang Istimewa, dilakukan untuk pemilihan ketua MPM sekaligus pelantikan Ketua terpilih Yudi Hidawan fraksi Ekonomi dan Bisnis. 
  2. Sidang Paripurna pelantikan presiden dan wakil presiden mahasiswa terpilih Tata Rizky Wandi beserta wakilnya Eep Suhada.
  3. Sosialisasi undang-undang Keluarga Besar Mahasiswa POLINELA.
  4. Lokakarya keuangan Organisasi Mahasiswa, yang diselenggarakan oleh komisi II, sebagai dasar dan acuan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Ormawa (APBO).
  5. Reses ke masing-masing jurusan dengan tujuan untuk mengetahui dan mengakomodir aspirasi mahaasiswa di tiap-tiap jurusan. 
  6. Sidang pleno, dilakukan untuk mengkaji system perundang-undangan KBM POLINELA meliputi Garis Besar Haluan Kerja MPM  dan Undang-Undang Pemilihan Umum Raya.
  7. Sidang paripurna Penetapan Undang-Undang, dilakukan untuk menetapkan konstitusi berupa hasil revisi undang-undang GBHK MPM dan Undang-undang PEMIRA.
  8. Sidang paripurna pengajuan Riset POLINELA sebagai UKM Percobaan.
  9. Upgrading dan outbond keanggotaan MPM bertujuan mempererat keanggotaan serta memberikan pemahaman terhadap keangotaan untuk lebih memahami fungsi dan perannya sebagai anggota majelis. 
  10. Sidang paripurna setengah periode, dilakukan untuk melakukan penilaian Laporan Pertanggung Jawaban Badan Eksekutif Mahasiswa selama kurun waktu 6 bulan berjalan. 
  11. Sidang paripurna pemilihan ketua umum MPM POLINELA dilakukan untuk pemilihan ketua baru MPM sekaligus pelantikan Ketua terpilih Tyas Dwi Chintya fraksi Budidaya Tanaman Perkebunan. 
  12. Sidang evaluasi, dilakukan untuk mengevaluasi keanggotaan di masing-masing fraksi dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja dan roda organisasi MPM POLINELA. 
  13. Rapat Koordinasi Wilayah Sumbagsel (RAKORWIL) setelah sebelumnya MPM POLINELA terpilih menjadi tuan rumah diajang kegiatan tahunan ini, kegiatan ini bertujuan untuk Menjalin silaturahmi dan memperkuat konsolidasi antar Forum Legislatif se-Sumbagsel, Menghasilkan program kerja serta pembentukan kepengurusan FL2MI wilayah Sumbagsel serta Mengakomodir aspirasi lembaga mahasiswa sebagai upaya pengawasan isu-isu strategis di Sumbagsel. 
  14. Training Legislatif II yang diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Rakorwil dengan mendatangkan pemateri-pemateri dalam skala pusat dan wilayah dengan tujuan untuk  meningkatkan  kemampuan Delegasi/Perwakilan  Lembaga  Legislatif   Mahasiswa  Perguruan Tinggi dari Perguruan Tinggi yang tergabung dalam aliansi strategis FL2MI Sumbagsel. 

Adapun program kerja yang masih dalam tahap proses pelaksanaan meliputi :
  1. Pemilihan umum raya untuk melakukan pemilihan calon presiden mahasiswa, calon gubernur dan wakil gubernur himpunan mahasiswa jurusan serta anggota legislatif MPM POLINELA. 
  2. Sekolah legislatif, dilakukan untuk memberikan pembelajaran secara langsung peranan, struktural maupun sistem yang dibuat oleh anggota dewan legislatif Negara dalam mengimplementasikan sebagai wakil rakyat. 
  3. Sidang umum MPM yaitu sidang yang diadakan untuk menilai laporan pertangungg jawaban Badan Eksekutif Mahasiswa secara keseluruhan yang menandakan berakhirnya pemerintaahan lama dan dibukanya pemerintahan baru KBM Polinela.

Taman Nasional Way Kambas

 Reporter:  Cinde Melati 
                  Reni Aprillia
                  Hendri Kurniawan
                  Ikhwan  Sholihan Ulfi

Sukma_Polinela; Lampung, sebuah Provinsi yang letaknya paling Selatan di wilayah Sumatera. Lampung memiliki objek wisata yang beragam, wisata alam dengan panorama yang memukau menjadi objek wisata yang dominan hingga Lampung dapat dijadikan destinasi untuk liburan. Mulai dari pantai, air terjun, gunung, dan tempat wisata lainnya, Lampung juga terkenal dengan gajahnya.
Populasi gajah di Indonesia paling banyak terdapat di wilayah Lampung, di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tepatnya. Taman Nasional Way Kambas terletak di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur. Disinilah lokasi perlindungan satwa gajah Sumatera yang dari hari ke hari populasinya makin berkurang. TNWK didirikan pada tahun 1985 dan merupakan sekolah gajah pertama di Nusantara. Sejak tahun 1970an, Presiden kedua Republik Indonesia Bapak Soeharto melakukan Transmigrasi penduduk dari Jawa ke Sumatera hingga pada tahun 1980an terjadi konflik gajah dengan manusia dan dibentuklah Operasi Ganesha untuk menghalau kawanan gajah kurang lebih 300 ekor dari daerah transmigrasi Air Sugihan Sumatera Selatan ke Padang Sugihan yang dipimpin Bapak Emil Salim selaku Pimpinan Operasi Ganesha.
Panglima Kodam Sriwijaya yang juga Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban Daerah
(Pangkopkamtibda) Sumsel, Brigadir Jendral Try Sutrisno dan Komandan Lapangan Letkol I Gusti Kompyang Manila. Sebanyak 300 ekor gajah berhasil dihalau masuk ke area hutan seluas 40.000 ha. Sebagian gajah berhasil keluar dari Air Sugihan sehingga Prof. Dr. Ir. Rubini Atmawidjaja selaku Dirjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) mencanangkan pembangunan Pusat Latihan Gajah (PLG) di Indonesia dengan membawa gajah-gajah liar untuk dijinakkan sekaligus diberikan pelatihan. 
Ada tiga program untuk menjinakkan gajah. Program tata liman adalah menata gajah, dilanjutkan program bina liman dan guna liman. Setelah ditata gajah-gajah ini dibina agar tidak liar, dan setelah jinak, gajah diajari keterampilan agar bisa melakukan atraksi yang tujuannya menghibur orang banyak. Dan hingga sekarang Taman Nasional Way Kambas masih berdiri. Taman Nasional Way Kambas dengan luas area 12000 Ha saat ini dikenal dengan Pusat Konvservasi Gajah (PKG), dimana disini gajahgajah yang ada dirawat dan dilatih. Gajah yang terdapat di TNWK ini merupakan gajah asli Sumatera yang nama latinnya Elephas Maximus Sumatranensis, ukuran gajah ini cenderung lebih kecil berbeda dengan gajah Afrika. 
Gajah yang dijinakkan di TNWK tidak semuanya asli berasal dari Way Kambas, ada yang berasal dari Liwa, Lampung Barat dan  Gunung Madu. Karena banyaknya areal perkebunan maka banyak pula hutan yang ditebang sehingga gajah kehilangan habitat kemudian dipindahkan ke TNWK. Saat ini gajah yang terdata mencapai 66 ekor, jumlah tersebut merupakan gajah yang sudah dijinakkan oleh mahut (pawang gajah), namun 14 ekor gajah ditempatkan diperbatasan daerah yang dekat dengan penduduk untuk mencegah gajah liar masuk kepemukiman, karena masih ada sekitar 250 ekor gajah liar yang berada diareal TNWK. Selain gajah, TNWK juga melindungi berbagai satwa liar seperti harimau sumatera (panthera trigis), tapir (tapitis indicus), rusa kembang, monyet, beruang, dan badak sumatera. Satwasatwa tersebut dibiarkan liar, namun masih dalam pengawasan penjaga apabila
memasuki area-area yang  padat penduduk. Untuk fasilitas yang ada, TNWK memiliki kantin, toilet, musholla, dan ada juga penjualan souvenir khas TNWK untuk bisa dibeli para wisatawan. Para pengunjung juga dihibur dengan atraksi para gajah dan pengunjung juga dapat berkeliling diwilayah TNWK dengan menaiki gajah. Selain itu TNWK juga memiliki rumah sakit khusus untuk gajah, rumah sakit ini mulai dibangun pada tahun 2010 namun baru beroperasi pada 15 November 2015 dikarenakan lambatnya pembangunan dan pengadaan fasilitas untuk menunjang berjalannya kegiatan di rumah sakit tersebut. Bahkan rumah sakit ini belum berfungsi penuh karena listrik belum masuk ke areal ini dan saat ini baru ada PLN, jadi PLN masuk ke Way Kambas saja karena adanya rumah sakit ini dan sebelumnya masih menggunakan genset, “Dikhawatirkan peralatan rumah sakit yang mahal akan rusak kalau listrik masih mati-mati”, begitu keluh dokter Dedi.
Menurut dokter Dedi sekarang pengobatan untuk para gajah jauh lebih mudah, dulu sebelum adanya rumah sakit pengobatan dilakukan dimana saja, di pohon ataupun di hutan juga langsung ditemukannya gajah yang terluka, “Memang sulit, selain tempat peralatan juga seadanya, ya makanya dibangun rumah sakit ini”, Ujarnya. Penyakit yang paling sering diderita oleh gajah adalah gangguan pencernaan karena gajah hanya memiliki lambung tunggal dan juga luka karena berkelahi dengan gajah lainnya atau terkena kayu dari hutan. Pada tahun 2014, 4 ekor gajah mati dan pada tahun ini hanya ada seekor gajah yang mati, dan itu disebabkan oleh penyakit hervest veres yang menular kesesama gajah. Penyakit pada gajah sulit di diagnosa pada awalnya, oleh karena itu dilakukan pengecekan rutin untuk setiap gajahnya, dan karena keterbatasan sering kali dokter hanya mengandalkan informasi dari mahut. Untuk satu ekor gajah dirawat oleh satu mahut, dan di TNWK ini ada 2 dokter yang bertugas yaitu dokter Dedi dan dokter Hesti, dan dibantu oleh 4 orang paramedis.  “Karena gajah hewan besar maka biayanya juga besar”, Begitu kata dokter Dedi. Untuk gajah yang kecil yang berukuran 400kg,  jika sakit bisa menghabiskan dana 10-15 juta/hari. Sedangkan dana dari pemerintah hampir tidak ada walaupun TNWK ini milik pemerintah sehingga para pengelola mencari sponsor sendiri ke LSM dan rata-rata tempat untuk satwa liar dikelola oleh NGO, sedangkan TNWK kini bekerja sama oleh Taman Safari Indonesia dan Australia Zoo, “Kalau orang Indonesia gak ada yang peduli, maunya gratisan haha dan pemerintah sudah support tapi kurang maksimal”, Canda dokter dedi. Untuk perawatan gajah dokter melakukan pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi. Saat ini TNWK juga bekerja sama dengan Balai Veteriner Lampung untuk pemeriksaan terhadap gajah. Saat ditanya tentang harapan dokter Dedi untuk TNWK beliau menjawab untuk tidak prihatin, optimis saja karena pemerintah banyak yang diperhatikan, nomor satu kesehatan dan pendidikan, sedangkan konservasi nomor 32, kalaupun kelist dalam daftar. “Apa yang pemerintah beri disyukuri kalau tidak ada ya dicari, para pengelola selalu berusaha dan buktinya kami bisa sampai sekarang”, Begitu katanya. Alam beserta isinya merupakan suatu warisan dari Tuhan yang seharusnya kita jaga, bukan hanya Dinas Kehutanan ataupun yang terlibat, namun seluruh makhluk hidup terutama manusia. Karena jika alam sudah rusak, banyak dampak yang ditimbulkan tidak hanya kepada makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan namun akan berdampak lebih besar kepada manusia, jadi mari kita tumbuhkan kesadaran untuk tidak merusak ataupun mengambil milik alam.(*Dini)

Apa Sih STREET WORK OUT...???

Reporter : Linda Puspita Sari

Sukma_Polinela; Street work out Polinela adalah komunitas yang terdapat di Polinela dibawah naungan  dari street work out Lampung dan diatas Lampung ada juga steer work out Indonesia. Untuk streer work out Indonesia mempunyai cabang yang cukup banyak misalnya street work out Palembang, street work out Jakarta, street work out Lampung, dan lain sebagai nya. Untuk street work out Lampung memiliki cabang seperti di Saburai, IAIN, UNILA, SEMANSA 1 dan  Polinela. Untuk Polinela ini baru dimulai sekitar tanggal 31 Oktober 2016, awalnya hanya sekedar latihan di UNILA tetapi karena banyak yang berminat ingin ikut dan banyak juga yang mengusulkan untuk berdiri di Polinela  akhirnya street work out pun ada juga di Polinela. 
Motivasi awal nya hanya ingin mendapatkan tubuh yang sehat dan ideal bagi beberapa orang didalamnya. Tetapi dikarenakan street work out mempunyai kelebihan yang baik bagi tubuh akhirnya banyak yang mengikuti komunitas ini, awal berdiri street work out Polinela hanya Afandy, Bangkit, Linda. Sampai saat ini street work out Polinela sudah mempunyai anggota sekitar 15 orang, “Untuk  jadwal latihan setiap senin sampai jum’at sore setelah jam perkuliahan selesai”, Ungkap Afandy saat ditemui salah satu reporter sukma. “Untuk saat ini street work out Polinela pakum sampai batas waktu yang tidak ditentukan, sampai semua anggota tidak sibuk dengan PUM (Proyek Usaha Mandiri) namun kemungkinan sekitar dua minggu lagi akan berjalan normal untuk latihan lagi”, Tambah afandy menjelaskan. Untuk masalah perizinan dari kampus Polinela, komunitas street work out ini tidak mengajukan perizinan karena street work out ini hanya sekedar komunitas yang hanya kumpul-kumpul dan tidak mengganggu kegiatan lain. Sampai saat ini kendala  yang didapatkan hanya tidak adanya tiang bar untuk latihan laki-laki karena tiang bar sangat membantu latihan untuk penaikan masa otot, untuk wanita tidak ada kendala dikarenakan wanita tidak menggunakan tiang bar sebab wanita biasanya hanya ingin menurunkan berat badan saja. Komunitas street work out ini tidak mematok usia dan gender jadi, siapapun bisa ikut distreet work out ini dan yang paling penting komunitas ini tidak memungut biaya atau registrasi yang khusus untuk yang ingin ikut tetapi benturan dengan jadwal kuliah yang padet tidak perlu khawatir karena kita bisa latihan dirumah dengan patokan menu yang didapat sesuai dengan tujuan kita mengikuti street work out ini. Saat ini street work out sendiri telah memiliki instagram yaitu streetworkoutlampung sebagai informasi lebih lanjut
mengenai street work out dapat membuka instagramnya.(*Dini)

JALAN TOL YANG AKAN MEMAJUKAN KEHIDUPAN DI SUMATERA

Reporter  : Obby mayhendra
                  Selvy wilandari
                  Ponijah
                  Aldi fery ramadhan
  
Sukma_Polinela; Ruas jalan tol trans Sumatera bakauheni-terbanggi besar sepanjang 140 KM terus dikebut pembangunanya. Jalan tol trans Sumatera adalah jaringan jalan tol sepanjang 2.818 KM di Indonesia adalah salah satu ruas jalan terpanjang di Sumatera dan di Indonesia. Rencananya jalan ini akan mengubungkan kota-kota di Pulau Sumatera seperti Lampung hingga Aceh. Pada tahun 2012 jalan  tol ini dianggarkan atau diperkirakan memakan biaya sebesar Rp.150 triliun. “Dengan adanya jalan tol yang menghubungkan kota-kota di Sumatera ini lah diharapkan kehidupan pulau Sumatera bisa  menyamai kehidupan kota-kota di Pulau Jawa”, Pungkas, salah satu pekerja yang ditemui di proyek jalan tol LampungSelatan . Saat ditemui dilapangan salah seorang perkerja memberikan informasi bahwa ruas prioritas yang telah resmi ditetapkan pemerintah di Lampung iyalah sebagai berikut : Seksi 1 : Bakauheni - Babatan (38 KM ) Seksi 2 : Babatan – Tegineneng (59 KM ) Seksi 3 : Tegineneng – Terbanggi besar ( 42 KM ) Ketiga prioritas ruas jalan tol itu saat ini sedang dalam pembangunan yang sebagian ruas jalan di daerah Lampung Selatan sudah tahap pengecoran dan pembuatan jalan beton. Target pengoprasian jalan tol ini diperkirakan pada tahun 2019 sudah dapat digunakan. Saat ini di area proyek banyak para pengunjung yang khususnya berasal dari anakanak remaja yang beramai ramai datang untuk sekedar mengambil foto di sekitar proyek, menurut salah seorang pengunjung yang datang ke area pembangunan jalan tol Sumatera mengatakan, “Jalan tol trans Sumatera tempatnya bagus untuk background foto apa lagi dengan adanya jalan selebar dan sepanjang ini sangat bagus untuk hasil photo kami”, dan juga banyak harapan yang dinantinantikan oleh setiap warga yang datang berkunjung, salah satu harapan yang dipaparkan oleh seorang pengunjung saat ditemui di area proyek “Semoga cepat selesai proyek ini agar memudahkan warga dalam berpergian dan akses perjalanan semakin bermanfaat untuk kedepannya”.(*Dini)

Seni lukis yang tidak ada matinya

Reporter: Reni Aprillia 

Sukma_Polinela; Perkembangan teknologi membuat setiap orang tidak berhenti  untuk berkreasi, dengan perkembangan teknologi inilah hal yang hampir sulit dilakukan menjadi mudah untuk dilakukan. Hampir semua aspek kehidupan mengalami perkembangan teknologi, mulai dari kebutuhan pangan, sandang, dan bahkan papan juga ikut mengalami perubahan seiring bertambahnya waktu. Perkembangan teknologi mungkin akan sampai nanti tidak akan berhenti menularkan ide-ide baru dan hampir pasti karya-karya jadul (lama) akan tergerus oleh zaman.    
Hal ini memang tidak dapat kita hindari di zaman yang yang maju ini, karya-karya lama mungkin akan dianggap kuno ataupun akan dianggap karya sejarah yang nantinya akan dikenang sebagai karya hebat pada zamannya. Namun tidak demikian dengan seni, seni sampai kapan pun tidak akan tergerus zaman.  Karya seni yang satu ini mungkin salah satu jenis karya seni jadul, tetapi tidak akan tergerus zaman sampai dengan kapan pun, sebuah karya seni lukis dengan menggunakan tangan yang saat ini mungkin jarang digunakan, tetapi memiliki nilai seni yang tinggi, atau bahkan bisa mengalahkan karya seni zaman modern saat ini dan juga memang menjadi primadona pada zaman dahulu, dikarenakan setiap seseorang ingin mengabadikan suatu momen atau kenangan hal yang akan dilakukan adalah mengekpresikan apa yang dirasakannya dengan sebuah lukisan. Hal ini lah yang membuat sebuah karya seni lukis menjadi bisa dibilang satusatunya saran bagi setiap orang untuk mengingat momen apa saja dalam dirinya. Masih banyak orang-orang yang mampu berekpresi dengan karya lukis ini, salah satunya adalah Wahyu (20), seorang remaja kelahiran Metro yang telah menekuni profesi ini sampai saat ini.  Berawal dari melihat pamannya yang pandai melukis, ia terinspirasi dan terus mengasah kemampuannya dalam menggambar, sampai dengan saat ini ia telah beberapa kali mengikuti kontes menggambar. 
Sudah banyak karya lukis yang Wahyu buat, mulai dari hitam putih sampai dengan berwarna, mulai dari konsumsi sendiri maupun orang-orang yang memesan.  Wahyu pun memulai memasarkan usahanya ini melalui salah satu media sosial, ada juga yang melihat secara langsung. Karya hitam putih banyak diminati oleh konsumen Wahyu, ia berujar bahwa lukisan hitam putih memiliki nilai lebihnya “Lukisan hitam putih lebih artistik dan kesannya lebih dapat, lalu sketsa dan goresannya lebih enak dilihat”. Dalam pembuatannya memang membutuhkan waktu yang lama, bisa mencapai satu minggu hal itu terlihat dari seberapa sulit gambar yang ia terima dari konsumen.  Wahyu beranggapan, dengan melukis ia dapat menghilangkan rasa penat yang muncul dalam kesehariannya, “Ada nilai lebihnya dalam pembuatan selama berharihari, sambil melukis bisa juga menenangkan hati, sekaligus menghilangkan bosan”, Tambah Wahyu.
Bahan-bahan dalam pembuatan lukisan ini disediakan sendiri oleh Wahyu, mulai dari kertas A4 atau A3 sesuai pesanan, pensil yang juga terdiri dari beberapa pensil khusus untuk menggambar, pensil warna, serta bingkai foto juga telah disiapkan. Dimulai dari hobi, sebuah usaha pun bisa dijalani. Bermula dari  keinginan seorang Wahyu yang terinspirasi seseorang, ia bisa mendapat apa  yang selama ini tidak ia duga.  Terkadang kita berfikir, apa yang selama ini kita anggap tidak mungkin, akhirnya akan mungkin   terjadi. Merasa tidak terlalu percaya diri dengan karyanya, ternyata Wahyu bisa mencapai apa yang selama ini tidak ia duga. Perubahan zaman ternyata tidak berpengaruh terhadap dunia seni, sampai kapan pun seni tidak ada matinya.(*Dini)

Kenali Lebih dekat Taman Budaya Lampung

Reporter : Abiyya Khansa Althaf A.

Sukma_Polinela; Taman Budaya Lampung merupakan tempat pengolahan seni atau Unit Pelaksanaan
Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang berdiri sejak tahun 1995.    Taman
Budaya Lampung yang terletak di Jalan Cut Nyak Dien, Palapa, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung  ini pada tahun 1995 sampai tahun 2000 berada dibawah pimpinan Direktorat Kesenian dan Kebudayaan Provinsi Lampung. 
Pada tahun 2001 sampai 2007, Taman Budaya memasuki Era Otonomi Daerah sehingga diserahkan kepada pemerintah Provinsi Lampung dan menjadi Unit Pelaksanaan Teknis dibawah Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Kemudian tahun 2008 sampai 2014 Taman Budaya  menjadi Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, barulah pada  tahun 2015 Taman Budaya kembali dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Taman Budaya memiliki tugas dan fungsi sebagai Laboratorium Seni, yaitu sebagai tempat pengkajian tentang seni, tempat informasi seni, dan juga sebagai tempat memfasilitasi seni seperti tempat berlatih, memproduksi karya, dan menampilkan hasil karyanya tersebut. Kebudayaan Lampung juga tak kalah eksis di kancah Nasional. 
Ada beberapa prestasi di tingkat nasional, seperti Tari Kreasi dan Teater. Prestasi di bidang Teater yaitu mendapatkan penghargaan Pameran Terbaik, Peran Pembantu Terbaik, dan Poster Terbaik. “Terakhir kali kemarin penghargaan dipersembahkan oleh paduan suara dari SMAN 2 Bandar Lampung dalam rangka Kompetisi Paduan Suara di Bali dengan membawakan lagu-lagu Khas Lampung, Nasional, dan Lagu Barat”, Ujar Yusuf Rusman sebagai Kepala Taman Budaya Lampung. Taman Budaya juga memiliki beberapa fasilitas seperti gedung pusat olah seni, gedung pameran, gedung fungsional, gedung teater tertutup, dan gedung teater terbuka serta memiliki wisma seni untuk para seniman yang bermalam di Taman Budaya. ”Acara yang diadakan disini sudah tak terhitung banyaknya, baik kegiatan yang diadakan Taman Budaya sendiri, kemudian dinas instansi lain, sanggar, serta komunitas, seperti tiap tahun ada namanya Liga Teater tingkat SMA se-Lampung, kemudian Liga Tradisi, Orkestra Lampung, dan Festival Tari Kreasi Lampung yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Lampung. 
Sedangkan kalau masalah tarif pemakaian gedung, disini kita ada yang namanya distribusi penggunaan gedung pemerintah karena itu ada PERDA-nya, seperti gedung teater tertutup ini kontribusinya hanya lima ratus ribu”. Ungkap Yusuf  Pada Tahun 2016 Lampung mendapatkan ‘Penetapan Warisan Budaya Tak Benda’ dari pemerintah yaitu suatu karya budaya yang sudah menjadi identitas dari masyarakat Lampung seperti Seni Warahan Lampung (Sastra Lisan Lampung) yang isinya petuah dan nasihat khas Lampung, kemudian Kiceran (Prosesi Adat) yang ada di Pesisir Barat, Tuping Lampung yang berasal dari Lampung Selatan, dan ada Tenun Ikat Inuk serta Tenun Maduwaro yang merupakan seni ragam hias Lampung. “Seperti saat ini sedang diadakan gladi resik Seni Petunjukan yaitu kolaborasi antara musik tradisi, warahan, dan tari dengan judul ‘Nyanyian Teluk Kiluan’ untuk dikemas menjadi seni pertunjukan dan dipersembahkan dalam acara Temu Karya Taman Budaya  SeSumatera di Jambi pada tanggal 19 dan 22 November 2016, selain itu kita juga akan mempersembahkan Pameran Seni Rupa denga   n mengirimkan tujuh karya seni rupa Lampung terbaik”, tuntasnya, (16/11/2016).   
Kepala Taman Budaya Lampung berharap kepada pemerintah agar Taman Budaya ini menjadi rioritas utama dari prioritas yang lainnya untuk mengembangkan Kebudayaan Lampung.*(Erlin)

LAMPUNG MEMILIKI MUSEUM NASIONAL KETRANSMIGRASIAN

Reporter :  Nazhifatu Wanisyyah
                  Tika Damayanti
                  Yeni Meliyani

Sukma_Polinela; Museum  nasional ketransmigrasian tergolong menarik untuk dikunjungi kerena merupakan museum yang memberikan pembelajaran mengenai sejarah ketransmigrasian. Di tempat ini dapat dilihat berbagai rekam jejak awal transmigrasian asal Jawa di zaman kolonial hingga koleksi benda bersejarah lainnya.  Museum ketransmigrsian Lampung terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jarak Museum Transmigrasian dari Bandar Lampung sekitar 20 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Museum Transmigrasi ini berupa bangunan megah berlantai 2 dengan simbol siger mengkilap dibagian atas beranda. Bagian gedung bercat putih kekuningan, dihiasi ornamen gajah lampung, yang dipadu ukiran khas Jawa di bagian pintu masuk.  Provinsi Lampung sudah dikenal sebagai cikal bakal daerah penempatan transmigrasi di Indonesia. Transmigrasi tersebut berlangsung tahun 1905 pada saat pemerintah Hindia Belanda melakukan perpindahan warga dari Desa Bagelen, Karesidenan Kedu, Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi Lampung tepatnya di Desa Bagelen, Gedong Tataan, karesidenan Lampung (sekarang dikenal dengan Kabupaten Pesawaran). Museum transmigrasi di bangun pada tahun 2004 penggagasnya adalah Prof. Dr. Muhajir Utomo yang merupakan keturunan langsung dari rombongan transmigran awal yang dikirim Belanda ke Lampung tahun 1905. Pembukaan museum dimulai pada tahun 2010 dan dikelola oleh Unit Pengelola Teknis. 
Museum Transmigrasi terdapat benda-benda seputar transmigrasian yang dipajang pada lantai dua. Sederet koleksi yang ditampilkan berupa benda antik seperti sepeda ontel, peralatan dapur, perabot rumah tangga, alat penerangan, mata uang tempo dulu, hingga alat penumpuk beras. Ada juga miniatur bangunan rumah yang pernah ditempati oleh transmigran ada fotofoto pejabat yang memimpin departemen yang berkenaan dengan transmigrasi. Museum transmigran dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, baik yang ditujukan untuk umum, pelajar maupun mahasiswa. Salah satunya adalah teater yang dapat digunakan untuk menayangkan film dokumenter bersifat edukasi, sejarah perjalanan penyelnggaraan transmigrasi di Indonesia, selain itu, ada area camping untuk kegiatan perkemahan yang dilengkapi tenda camping. Bahkan terdapat Gedung Serba Guna (GSG) dengan kapasitas 250 orang yang dapat digunakan instansi Pemerintah, swasta dan juga umum sebagai tempat rapat, seminar, resepsi perkawinan, hingga kegiatan lainnya.  Koleksi benda bersejarah yang ada di museum transmigrasi ini dapat memberikan informasi bagi kalangan generasi muda khusus nya pelajar dan mahasiswa. Tidak hanya itu di sini pengunjung dapat mengenal sekaligus memainkan beberapa peralatan seni budaya tempo dulu yang masih tetap dilestarikan dan diwariskan kepada anak cucu masyarakat Desa Bagelan dan sekitarnya. 
Di museum ini terdapat pula anjungan yang tersedia di kompleks museum ini dengan jumlah 11 anjungan, terdiri dari anjungan Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, NTT, D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Suriname, ke semua anjungan kecuali Suriname dan Lampung merupakan daerah asal transmigran.   Bola peluru besar berwarna hitam yang digunakan untuk membuka lahan. 2 bola peluru tersebut dikaitkan rantai untuk merobohkan pohon dengan diameter 50cm yang merupakan benda paling bersejarah di museum ini. Kawasan ini tentu dapat dijadikan alternatif liburan, edukasi, mapun rekreasi. Museum ini dibuka setiap senin-kamis pukul 0800- 14.00, jumat pukul 06.30-16.30, sabtu dan minggu libur dengan tiket masuk sebesar Rp.1000 untuk pelajar dan Rp.2000 untuk umum.(*Dini)