Sunday, July 5, 2015

Ramadhan, Kompetisi Religi

Oleh: Tekat Karyono (Ketua Umum UKM Al-Banna)

Rasulullah SAW berkata: “Hendaklah engkau mengerjakan puasa, sebab tidak ada amal yang sebanding dengannya”
Gelora kebahagian kini menyelimuti setiap insan muslim yang merindukan kedatangannya. Hadirnya merupakan inspirasi terbaik dalam perlombaan untuk memperbanyak amal. Waktu yang tepat untuk memperbanyak bersyukur dan bertafakur. Ia merupakan bulan percintaan sejati bersama Sang Ilahi Rabbi.  Semua aktivitas yang bermanfa’at, berganda-ganda pahala balasannya. bulanyang Allah berikan limpahan berkah dan ampunan.
        Ramadhan. Ya, kini ia kembali hadir mengobati kerinduan setiap insan-insan perindunya. Rindu dengan lomba-lomba perbanyak membaca Qur’an, nikmat didalam aktivitas solat malam, senyum kenikmatan ketika hendak menjelang berbuka, dan kenikmat-kenikmatan lain yang tak terhitung karena banyaknya. Oh, betapa hati-hati kita dibuat terpaut dengan kehadiran Allah oleh bulan mulia ini. Pedagang kue, pengampas sayuran, petani, pengangguran sekalipun merasa makmur dengan bulan ini. Wajar bila banyak orang merindukan bulan ini.
        Saudaraku, perlu kita ketahui bahwa Allah menghadirkan bulan ini tentunya ada maksud dan tujuan. Diantara maksud dan tujuannya adalah:
1.     Berlomba-lomba meraih ampunan
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas maka dosanya yang telah lalu akan diampuni..”(H.R.Bukhori dan Muslim)
Maha Rahmah dan Rohim-Nya Allah yang  telah menghadiahkan kita bulan ramadhan. Karena selain Ia menurunkan berjuta keberkahan kepada kita, Ia juga menurunkan ampunan yang luas kepada setiap kita manusia yang penuh dosa. Namun, itu semua tergantung ikhlas tidaknya kita menjalani bulan ramadhan ini dengan keimanan karena Allah swt.
Setiap kita pasti terdapat dosa, besar kecilnya dosa tergantung dengan apa-apa saja kesalahan dan kelalaian yang pernah kita lakukan. Sebagai mahasiswa mungkin pernah terselip kata-kata, perbuatan, dan tingkah laku yang kurang baik kepada teman, dosen, dan saudara kita yang sehingganya memunculkan satu-dua atau lebih dosa dihati kita. Dengan begitu sebelum dosa-dosa itu  berkarat dan berakar dihati kita, kita bersama-sama memanfaatkan momentum ramadhan tahun ini menjadi momen perlombaanmenghapus dosa kita.
2.     Berlomba meraih kebaikan
“setiap amal anak Adam, satu kebaikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Allah swt berfirman, “kecuali puasa...”(H.R. Bukhari dan Muslim)
        Setiap kebaikan, belipat-libat ganda pahala dan balasannya. Namun berbeda dengan kebaikan puasa, “...sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya...” firman Allah lanjutan dari hadist diatas. Sungguh betapa besarnya kebahagian bagi setiap insan yang dapat  menjalan ibadah puasanya dengan penuh keikhlasan dan hanya berharap balasan Allah swt. Karena Allah langsung yang akan membalas kebaikan berpuasa yang dilakukannya.
 Sebagai insan yang tak pernah luput dari kelailaian dan kesalah dalam mengikhlaskan hati, maka perlu bagi kita di dalam meraih kebaikan berpuasa ramadhan tahun ini untuk senantiasa ber-murakobahtullah (merasa diawasi Allah), sehingga dapat konsisten meluruskan niat didalam melaksanakan aktivitas-aktivitas kebaikan berpuasa dibulan ramadhan.Sebagai momentum terbaik untuk meningkatkan spirit kebaikan, mari bersama-sama kita memaksimalkan kebaikan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.
InshaAllah, dengan kita mengharap ampunan terhadap semua dosa-dosa yang pernah kita lakukan, memaksimalkan kebaikan-kebaikan didalam aktivitas berpuasa dibulan ramadhan tahun ini. Derajat ketaqwaan yang merupakan predikat visi utama yang harus diperoleh agar kita menjadi orang-orang yang beruntung. Sungguh tiada kenikmatan hidup didunia ini yang dapat melebihi kenikmatan berdiri diatas podium kejuaraan orang-orang yang beriman dengan memperoleh mendali ketaqwaan dari Allah swt. Karena Allah bersama orang-orang beriman dan bertaqwa.

Selain dari 2 hal diatas tentunya masih terdapat banyak maksud dan tujuan mengapa Allah menghadiahkan kita bulan ramadhan. Karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang saya miliki. inshaAllah dilain waktu dan kesempatan kita bahas kebali. Wallahu’alam bi’ashawab

Es Krim Terakhir Saat Hujan

Oleh: Denok Cinde Melati

Es krim yang lumer terakhir coklatnya masih terasa hingga kini, manisnya pun masih pekat di­lidahku walau sudah lama ha­bis tapi tak terlupakan sedikitpun rasa dan teksturnya. Es krim itu ternyata yang terakhir untuk kita, es krim terakhir saat hujan, hujan yang tenang serta manis es­krim itu yang menghantarkan kepergianmu.
 Tawa renyah kita dibawah gereja tua saat menanti hujan kala itu terpecah oleh tangisan dari wanita diujung jalan berparas cantik yang rambutnya ter­gerai panjang, lirih namun terdengar jelas, wanita itu menatap kecewa kearah kita, warna te­rusan merah muda yang dikena­kannya berubah menjadi lebih pekat karena terbasahi hujan, kulitnya yang putih terlihat pucat karena terserang dingin dibawah hujan. Namun ia tak peduli, ia tetap berdiri dan menatap, aku tahu jelas dia sedang menangis, meski tak dapat kubedakan yang mana air mata dan yang mana air hujan.
Dari tatapannya aku merasakan kepedihan, namun entah mengapa tatapan wanita itu membuatku merasa jadi tersangkanya, aku tak mengerti isyaratnya, hujan turun semakin deras dan langit dibuat semakin gelap oleh awan hitam yang bergumpal-gumpal diatasnya, ja­lanan seketika berkabut, tak ter­lihat jelas sosok wanita itu disebrang jalan namun kupastikan ia masih berdiri rapuh ditempatnya semula.
Tak kusadari es krim coklat ditanganku meleleh karena perhatianku terambil alih oleh sosok wanita itu, kuhabiskan lumer te­rakhir eskrim ku yang meleleh itu, manisnya pekat dan dinginnya masih melingkupi rongga mulutku. Aku tak peduli cu­aca sedang seperti apa, bagiku es­krim adalah cara terbaik untuk mem­perbaiki suasana hati. Dan kamu paling mengerti soal itu karena kau sadar tadi aku jengkel mati-matian menunggumu yang terlambat lebih dari satu jam dari waktu pertemuan kita. Eskrim terakhir ini kami beli di toserba yang berada tepat ditepi jalan, di sebrang sana dimana wanita berterusan pink itu berdiri.
Ummhhh.. dinginnya menjalar, entah karena eskrim terakhir itu atau karena angin yang berhembus bersama hujan kala itu. Kufikir tadi aku sedang ter­tawa bahagia bersamanya, aku lupa sejenak bahagiaku yang tadi karena teralihkan oleh perhatian kepada wanita itu. Kulihat samar-samar ditepi jalan, ia masih mematung memandang kearah kami, tapi aku heran sebenarnya apa yang membuat ia menatap seperti itu, menatap dingin, kecewa, penuh kebencian serta mengancam.
Aku melupakanmu, tak kusadari sedari tadi tawa kita terhenti, kutengadahkan kepala menatapmu yang lebih tinggi 15cm dariku. Kini aku yang terpaku, aku keheranan mengapa kamu terdiam, tatapanmu sepertinya ko­song, kugenggam tanganmu erat kufikir kau tidak baik-baik saja, tangan yang biasanya hangat  itu kini terasa dingin, ku panggil lembut namamu namun tak ada jawaban dari bibirmu, bibir itu tertutup rapat seakan se­ngaja membisu, kutatap lagi ma­tamu yang kufikir kosong itu, namun sesaat kusadari ketika sekilas kulihat ditepi jalan sosok berterusan merah muda yang mengalihkan tawa kami tadi.
Kusadari tatapan kosong itu ter­nyata mengarah kepadanya, dan tatapan kecewa wanita itu mengarah untukmu. Tapi apa ini, sebenarnya apa yang sedang ter­jadi, mengapa aku cemas, mengapa aku yang seperti orang bo­doh tidak mengerti apa-apa. Sekali lagi kupanggil dengan lem­­but namamu namun bibirmu lagi-lagi membisu. “Maaf”, se­suatu memecah kebisuanmu, “maaf” sekali lagi bisumu terpecah, tak terdengar jelas yang kau katakan namun aku tahu yang kau ucap adalah suatu kata ma­af.
Untuk siapa maaf itu, aku tak mengerti???
Kini sambil menatap mataku terdengar jelas sekali lagi kau ucapkan “maaf” “maafkan aku”, kini aku yakin maaf itu untukku. Aku terdiam dalam lamunan, untuk apa maafmu? Kurasa se­dari tadi kau tidak melakukan kesalahan, juga jengkelku karena ke­ter­lambatanmu telah reda se­dari tadi karena eskrim itu, bah­kan beberapa saat lalu kita ma­sih tertawa bahagia. Selama ini pun tak ada satu kesalahan yang kau lakukan padaku, hari-hari yang kita lewati bahkan kau susun dengan sempurna untuk bahagiaku, lalu untuk apa maafmu?.
Suara percikan air membuyarkan lamunanku, namun kau tak lagi disampingku, ternyata per­cikan air itu berasal dari lang­kahmu yang berlari cepat kese­brang jalan. Mengapa kau berlari, hatiku mulai gundah, dadaku tiba-tiba sesak, aku tak ingin berfikir buruk, kuyakini saja kau berlari ketoserba disebrang jalan untuk membeli eskrim lagi un­tukku. Namun, tak terhitung be­rapa detik keyakinanku luntur, lang­kahmu bukan untuk eskrim yang ada di toserba itu, langkahmu yang kulihat dibawah hujan itu ternyata untuk wanita itu.
Tapi siapa wanita itu, mengapa kau berlari dibawah hujan untuk­nya dan meninggalkanku terpaku disini. Kutatap dari tem­patku berdiri, kau sampai tepat didepan wanita itu, wanita itu pun menatapmu dengan lekat, pelukan yang tiba-tiba kau berikan padanya se­ketika membuat dadaku sesak, pipiku terasa panas dan sesuatu me­ngalir dari kelopak mataku. Apa sebenarnya ini?? Mengapa terasa seperti mimpi, mimpi bu­ruk yang hadir merusak mimpi indahku.
Padahal masih teringat jelas tawa bahagia serta candaan renyah kita tadi tapi kini segalanya berubah pasti, manis eskrim tadi saja masih terasa tapi mengapa kini hidupku seketika pahit. Aku fikir benar katamu kala itu ditengah perbincangan kita ketika kukatakan padamu bahwa aku suka sekali pada hujan dan kau bilang  “tidak akan turun hujan lagi sampai rasa rapuh itu datang” kini benar adanya, hujan datang bersamaan dengan rasa rapuh.
Awalnya hujan yang kulihat mengiringi kerapuhan wanita yang berdiri disebrang jalan itu, lalu pada langkah kakimu yang berlari rapuh meninggalkanku, hingga kini kerapuhan yang menjalar kepadaku dikala kepedihan melanda karena konspirasi hati yang kau mainkan. Begitu terlukanya aku, dengan lemah kulangkahkan kaki untuk meminta penjelasan kepada kedua sosok pe­nyebab lukaku disebrang jalan sana, entah apa yang akan ku katakan aku belum mengetahuinya, yang jelas aku hanya ingin secepatnya kesebrang jalan itu. Tubuhku mulai basah oleh rintik hujan yang tak bersahabat, namun tetap tak kuhiraukan untuk menjumpai sosok disebrang sana yang kini menatap bersalah padaku.
Langkahku pelan tapi pasti, sekitar 200 meter jarak dari tem­pat­­ku melangkah menuju tempat mereka berdiri, angin berhembus kencang dan rintik hujan pun semakin deras, tak ada suara yang terdengar selain deru hujan yang makin gila ritmenya, 100meter lagi aku akan sampai, akan terjawab semua tanya yang berkecamuk dalam hatiku sedari tadi, aku butuh penjelasan dalam situasi rumit ini. Kini aku tepat ditengah jalan raya yang sedari tadi kosong, tak ada satu pun kendaraan yang berlalu lalang, kutatap mantap kedepan dengan langkah percaya diri walau sebenarnya aku ingin bergidik karena dingin.
Terakhir seperti kulihat kau sedang bertieriak sesuatu padaku dari sebrang jalan itu, tapi aku tak peduli kufikir teriakan itu hanya untuk mencegahku menghampiri kalian, atau kau menyuruhku untuk menunggu, mimik serta raut wajahmu terlihat berusaha untuk meyakinkanku agar mendengarkan, tapi percuma aku tetap berkeras kepala lagi pula suaramu sama sekali tak terdengan dari tempatku karena kalah oleh deru hujan. Sekali lagi aku melangkah namun kala itu aku seperti dihantam sesuatu, aku melayang seperti terbang, terasa nyeri disekujur tubuhku sebelum aku tersungkur dan menghantam trotoar jalan, seluruh tubuhku seketika lemah, pandanganku mulai kabur, ternyata sedari tadi teriakannya untuk memperingat­kanku bahwa ada mobil yang melaju cepat dari arah kananku, namun tak kusadari bahkan aku tak mendengar sedikitpun deru gasnya, karena yang kudengar hanyalah deru hujan.
“Hujan sepertinya kita me­mang bersahabat sangat baik, bah­kan hanya suara rintikmu yang selalu terdengar olehku sampai saat terakhirku, kau pun setia menjadi saksi manis pahit kisahku selama beberapa sisa waktuku”. Hantaman mobil tadi tak begitu terasa menyakitkan, nyatanya ulu hatiku lebih sakit saat ini dan sejak terakhir tadi kulihat kau memeluk wanita itu. Namun hantaman itu membuatku lemah, aku terbaring ditepi trotoar, aku ingin bangun tapi tubuhku menolak melakukannya, “dingin” aku merasakan dingin yang amat luar biasa kini, sesuatu sepertinya mengalir dari kepalaku yang terbentur trotoar, entah apa namun terasa perih ketika tersentuh rintik hujan yang masih belum berhenti, terlihat samar namun sepertinya kamu berlari kencang kearahku dan wanita itu mengikuti tepat dibelakangmu, makin pudar segalanya makin tak terlihat jelas, sebelum kulihat kau sampai disisiku kini segalanya seketika gelap. “Hitam, pekat, sunyi, dan sepi, bahkan deru hujan tak terdengar lagi, hanya hampa yang meliputi”



Mahasiswa Baru, Fasilitas Segitu?

Reporter : Neysi Thresna Neisyah

Sukma Polinela; Politeknik Negeri Lampung (Polinela) merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri berbasis pertanian yang ada di provinsi Lampung. Menginjak usia 31 tahun, sejak berdiri tahun 1984. Memiliki visi untuk menghasilkan lulusan yang dicetak untuk siap menempuh dunia kerja. Sejak berdiri telah mengalami berbagai naik dan turun dalam membangun civitas akademi yang lebih baik. pada usia yang ke-31 ini Polinela telah megalami perkembangan yang lebih dari sebelumnya.
Memasuki tahun ajaran baru 2015 Polinela mem­buka penerimaan mahasiswa baru mela­lui  3 ja­lur, yakni ; jalur un­­­dang­an yang dibagi lagi men­jadi jalur PM­KAB dan PMD­KPN, kemudian jalur tertulis atau UMPTN dan jalur mandiri. Ketiga jalur ini dibuka secara berkala. Dimana target mahasiswa yang akan diterima pada tahun 2015 ini sekitar 800 mahasiswa.
Sesuai dengan kebijakan akademik, 60% dari total mahasiswa ditujukan pada pendaftar jalur undangan. Sejak beberapa tahun yang lalu jalur undangan ini dibagi menjadi dua cara, yaitu jalur PMKAB dimana calon pendaftar mendaftar langsung dengan mendatangi Polinela dengan membawa berkas kemudian mengikuti prosedur-prosedur yang telah ditentukan.
Kemudian jalur PMDKPN yaitu jalur yang menggunakan sistim online. Dengan mengirimkan berkas-berkas dan mengisi form yang disediakan pada website Polinela yang akan didaftar. Pada sistem ini memungkinkan untuk calon pendaftar, mendaftar di Polinela yang ada di seluruh Indonesia. Sehingga jangkauan pendaftar jauh lebih luas.
Ada pula jalur yang menggunakan prosedur serangkaian test untuk bersaing mendapatkan bangku pendidikan di Polinela Jalur Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) yang kemarin baru saja dilaksanakan dan mendapat angka lebih dari 1200 pendaftar dan yang lolos sampai tahap test wawancara ada 584 orang untuk selanjutnya diseleksi lagi. Kemudian ada jalur yang menawarkan kesanggupan mahasiswa untuk membayar biaya yang lebih besar untuk mendapatkan pendidikan dengan tetap melakukan prosedur test.
“Semakin kedepan hara­pan kita adalah berkembang menjadi lebih baik lagi, dengan bertambahnya mahasiswa maka akan menambah harapan untuk mencetak lulusan yang bisa bermanfaat di kalangan masyarakat terutama dunia kerja” jelas Ir. Yatim Rahayu Widodo, M.Sc. saat diwawancarai diruangannya. Pernyataan itu terlihat dari jumlah mahasiswa yang terus-menerus bertambah. Banding­kan tahun lalu, akan ada penambahan 1 kelas D3 Perkebunan pada tahun 2015 ini.
Sementara tahun ini belum dilaksanakan pembukaan mahasiswa jalur Pemda. “karena jalur ini berkaitan erat dengan sumber dana maka kita tidak bisa mengambil keputusan. Belum ada konfirmasi apakah akan diadakan tahun ini atau tahun selanjutnya. Namun Polinela akan menerima dengan senang hati apabila pihak yang membangun kerja sama akan kembali mengadakan jalur tersebut,” tambah dosen Program Studi Teknologi Pangan sekaligus Wakil Direktur I tersebut.
Dengan terus bertambahnya mahasiswa tentu saja merupakan hal positif yang dapat  menjadikan Polinela menjadi lebih dikenal lagi di kalangan masyarakat. Namun, hal ini menimbulkan keresahan mahasiswa akan keterbatasan fasilitas praktek maupun ruangan ataupun lapangan dan tenaga pengajar. Akibat terus bertambahnya mahasiswa. Hal positif tersebut akan menjadi hal yang merugikan apabila tidak diimbangi dengan melihat kemampuan kita sebatas mana dapat mempertanggungjawabkan hal tersebut. Semoga para pemegang kuasa dapat memberikan jawaban akan keresahan mahasiswa demi kesejahteraan bersama.




Semarak 3rd Anniversary UKM BS



Reporter : Sendi Putra Soba

                 Candra Adiputra

Sukma_Polinela; Dari berbagai Band dari seluruh Lampung seling berdatangan ke kampus hijau Politeknik Negeri Lampung (Polinela) untuk mengikuti sebuah lomba yang diadakan oleh UKMBS. Acara dalam rangka 3rd Anniversary UKMBS, kegitan ini adalah untuk memperingati hari Ulang Tahun UKMBS yang ke-3. Acara 3rd Anniversary UKMBS mengusung tema, “Young, Creativity, and Imagination”. Acara ini mengadakan  2 buah kegiatan yang diantaranya adalah Lomba Band & Lomba Grafity yang dilaksanakan pada tanggal 6-7 Juni 2015. Pada tanggal 6 diadakan untuk Lomba Grafity dan pada tanggal 7 untuk Festival Band & Pemeran Grafity.
Jumlah peserta yang mengikuti acara tersebut ada 29 peserta untuk Festival Band dan ada 5 peserta untuk Lomba Grafity. Muhammad Arif Prabawa merupakan Ketua Pelaksana pada pelaksanaannya acara 3rd Anniversary UKMBS kali ini. “Acara ini diadakan karena memperingati hari jadinya UKMBS dan sekaligus melaksanakan Program Kerjanya,” ujar Muhammad Arif Prabawa selaku Ketua Pelaksana saat diwawancari disela-sela kesibukannya. “Alasan diadakan acara ini, yang pertama mungkin acara  sebagai rutinitas setiap tahunnya, yang kedua sebagai Program Kerja Tahunan, yang ketiga memperkenalkan Polinela ke masyarakat luar khususnya untuk masyarakat luar yang belum tahu Politeknik Negeri Lampung itu dimana, dan terutama bagi para Lulusan SMA/SMK yang baru,” tambah Muhammad Arif Prabawa.
Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Direktur (Wadir) 2 sebagai awal dimulainya kegiatan dan lomba tersebut. Yang membedakan acara Anniversary tahun ini dengan lalu adalah pada acara tahun ini lebih meriah serta peralatan yang lebih baik, sound lebih bagus serta tahun ini menggunakan sound gantung atau rejing sebagai alat bantu sound agar lebih baik suaranya dan lebih jelas, sehingga para juri yang mendengarkan bisa lebih objektif dalam menilai peserta Lomba Band. Lalu pada acara tahun ini UKMBS memiliki sponsor yang banyak sehingga Muhammad Arif Prabawa berpendapat bahwa, “ Acara ini menurut saya sudah sukses dan berjalan dengan lancar dan saya juga bangga karena acara ini dapat menghadiri Wakil Direktur 3 sebagai pemberian hadiah dan orang yang mendapatkan kehormatan sebagai pemberian kue pertama dari UKMBS serta juga harapan kedepannya lebih dari acara tahun ini.”
Pemenang dalam lomba Grafity ini yaitu juara 1 diraih oleh Ferdi, juara 2 diraih oleh Dede, dan juara 3 diraih oleh  Riki. Untuk pemenang dalam lomba Festival Band ini yaitu Juara 1 diraih oleh band Mario Bross, untuk juara 2 diraih oleh band Irora dan untuk juara 3 diraih oleh band Jihad. Selain itu, ada kategori Vokalis, Bass, Gitar, Keyboard, dan Drum terbaik yang dipilih oleh juri.
Setiap acara atau kegiatan pasti memiliki kendala masing-masing, ada beberapa kendala yang dialami UKMBS dalam menjalankan kegiatan 3rd Anniversary UKMBS ini. “Untuk kendala ya wajar saja, setiap acara pasti ada sebuah kendala walaupun itu sekecil apapun. Kendalanya mungkin yang pertama dari dana yang kurang, terus dalam pelaksanaannya molor karena menunggu kedatangan juri dan peserta yang telat hadir dalam acara ini. Lalu pas kegiatan, mulai turun ujan disitu saya merasa sedih”, tuturnya.
Harapannya dari kegiatan ini, masyarakat luar lebih bisa mengenal Polinela lebih dalam dan pihak atas dapat membantu dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ataupun Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). “Harapan kedepannya mungkin acara ini lebih meriah lagi dari pada yang kemarin, kalau bisa mengundang Guesstarnya Artis Nasional,” tuntas Muhammad Arif Prabawa. (*Tri Asdi)


Al-Banna Tingkatkan Intelektualitas, Kreativitas dan Masa Depan Berkualitas

Reporter: Erlinda Gista

Sukma_Polinela; Seminar Motivasi dan Kewirausahaan yang dilaksanakan oleh UKM Al-Banna khususnya Departemen Kesekretariatan dan Development pada tanggal 23 Mei 2015 lalu di Gedung Sakura Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berjalan lancar dan sukses. Seminar yang bertemakan, “Tingkatkan Jiwa In­te­lektualitas, Tumbuhkan Se­mangat Kreativitas, untuk Masa Depan Berkualitas” ini diikuti oleh peserta dari Polinela itu sendiri dan dari berbagai kampus termasuk untuk umum. “Kami menyebar undangan disekitar Bandar Lampung, peserta yang hadir ada delegasi dari Universitas Lampung (Unila), IAIN, Teknokrat, dan Poltekkes. Peserta tidak dibatasi, target peserta memang ada, kami membuka seluas-luasnya untuk mahasiswa yang mau mendaftar”, ujar Siti Robingatun selaku Sekretaris Departemen Kesekretariatan.
Acara ini dibuka oleh Pembantu Direktur (Pudir) I akan tetapi diwakili oleh Ir.Bina Unteawati, M.P. karena Pudir I berhalangan hadir. Publikasi acara hanya dalam waktu seminggu, “Namun peserta bisa dibilang banyak yang hadir untuk acara besar”, tambah Siti Robingatun. Acara ini merupakan agenda tahunan per departemen, namun tergantung angkatan selanjutnya akan dilaksanakan atau tidak acara ini.
Materi yang disampaikan dalam seminar tersebut yaitu untuk Training Motivasi dan Training Penulisan Proposal khususnya dibidang kewirausahaan. Trainer Motivasi diisi oleh Suhendra atau lebih dikenal dengan panggilan Kak Suhe yang merupakan seorang Trainer dan penulis buku “Nyontek +”. Materi yang disam­paikan dalam training motivasi itu sendiri memberikan tuntunan semangat kepada mahasiswa bagaimana menghadapi UAS yang baik supaya tidak menggunakan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) dan cara-cara belajar yang efektif supaya hasilnya lebih maksimal. Sedangkan Training Kewirausahaan diisi oleh Dr. Ir. Sarono, M.Si. Ketua Jurusan Teknologi Pertanian yang menyampaikan materi bagaimana caranya menyusun proposal yang baik seperti PKM yang bisa diterima oleh Dikti/Instansi terkait.
“Seminar ini sangat bermanfaat dan saya men­jadi termotivasi untuk berwirausaha, me­numbuhkan semangat kre­ati­vitas dan membuat kita men­jadi berani gagal karena be­rani gagal dekat dengan keberhasilan”, ujar Suci Rahmawati peserta Seminar Motivasi & Kewirausahaan.
Acara berjalan sukses dan ditutup sekitar pukul 12.30 WIB. “Seminar ini sangat menginspirasi dalam pengembangan pengetahuan mahasiswa dan semangat dalam membentuk jiwa Enterpreneur serta mahasiswa dapat mengetahui tips belajar yang efektif”, tuntas Tekat Karyono selaku Ketua Umum Al-Banna. (*Triasdi)

Poltapala Gelar Lomba Lintas Alam se-Sumbagsel


Reporter : Agus Adipura

Sukma_polinela; Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Poltapala Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar Lomba Lintas Alam Tingkat  pelajar SMA/SMK/MA se-Sumbagsel  (LLAP-S) 2015 yang telah dilaksa­nakan di Hanura – Ketapang, Kabupaten Pesawaran (5–7/7).
Lomba ini diadakan dalam rangka memperingati hari lingkungan se-dunia dan pro­gram kerja tahunan poltapala serta untuk meningkatkan kecintaan dan kepedulian masyarakat khususnya generasi muda terha­dap pelestarian lingkungan.
Adapun kegiatan untuk kali ini kembali melibatkan pemerintah desa Hanura dan komunitas pelajar yang ada pada lembaga pendidikan desa Hanura setingkat SLTA, dan juga diikuti oleh para pelajar SLTA sederajad meliputi wilayah Sumbagsel. Untuk kegiatan lintas alam pelajar se-Sumbagsel tahun 2015 yang di­selenggarakan poltapala Polinela ini bertajuk, ”face of natur (friendship, active, competitive, and education)”.
Pada acara seremonial pembukaan kegiatan LLAP-S  Ir. Bambang Utoyo, M.P selaku Wakil Direktur III Politeknik Negeri Lampung dalam sambutanya menyampaikan, “Perlunya meningkatkan peserta untuk kegiatan selanjutnya, serta harus tetap berkoordinasi kepada pihak pemerintah desa Hanura, semoga melalui kegiatan ini mampu memberikan pendidikan lingkungn yang baik bagi pelajar”.
Ketua pelaksana LLAP-S, Iswan Juanda mengatakan, untuk tahun ini lomba lintas alam diikuti oleh 20 tim, dimana tiap tim terbagi dalam 2 katagori yaitu kataori putra dan putri, tiap tim terdiri atas 3 orang yang berasal dari siswa-siswi sma/smk/ma se-Sumbagsel. Teknis pelaksanaan lomba dibagi menjadi 3 tahapan diawali dengan technical metting, pembukaan lalu dilanjutkan dengan kegiatan trecking menjelah alam dengan rute Hanura hingga ketapang, Pesawaran.
Lomba dilakukan selama dua hari, yang mana pada hari pertama sabtu (6/6) merupakan awal pembekalan diberikan , te­patnya dibalai desa kelurahan Hanura yang juga merupakan garis awal peserta mengikuti lomba, dan berakhir di pantai ketapang minggu (7/6) sekalgius tempat istirahat dan bermalam serta menunggu hasil perlombaan.
Pada minggu pagi dilanjutkan  kegiatan menanam magrove di pantai  ketapang dan sekaligus juga memperingati hari lingkungan se–dunia yang diikuti oleh para anggota  poltapala, perwakilan  DPRD provinsi, direktur walhi lampung, mitra bentala dan masyarakat peduli mangrove, serta semua peserta lomba lintas alam pelajar se-Sumbagsel dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia tahun 2015 dan dilanjutkan pe­ngumunan juara lomba lintas alam palajarar tingkat sma/smk/ma se-sumbagsel.
Untuk juara katagori putra, juara pertama diraih oleh SMAN 1 Padang Cermin, juara kedua diraih SMKN 1 Gedong Tataan dan juara ketiga diraih SMAN 15 Bandar Lampung. Sedagkan katagori putri untuk juara pertama diraih oleh  SMAN 1 Padang Cermin, juara kedua diraih SMAN 1 Padang Cermin, dan juara ketiga diraih oleh SMKN 1 Bandar Lampung.
Berbeda dengan tahun lalu pihak panitia pada tahun ini juga memberikan juara harapan, untuk katagori juara harapan putra juara 1 diraih oleh SMKN 1 Gedong Tataan, juara 2 diraih SMAN 1 Liwa, dan juara 3 diraih oleh SMAN 1 Liwa. Sedangkan juara harapan katagori putri untuk juara 1 diraih oleh SMAN 1 Liwa, juara 2 diraih SMAN 1 Bandar Lampung dan juara 3 diraih oleh SMKN 3 Kota Bumi.
Selain itu juga ada juara katagori kekompakan yang diraih oleh SMAN 1 Sendang Agung, juara katagori ramah lingkungan diraih oleh SMAN 3 Kota Bumi, dan juara katagori favorit diraih oleh SMAN 1 Bumi Abung. (*Tri Asdi)


Legalitas Sertifikat Internasional (MYOB) Program Studi Akuntansi


Reporter : Poniasih

Program Studi Akuntansi Politeknik Negri Lampung (Polinela) melakukan kerjasama dengan PT NET21 Plus di tahun 2015 ini.
Perusahaan tersebut ialah perusahaan yang telah diberikan kuasa oleh perusahaan Mind Your Own Business (MYOB) dari Australia.
MYOB tidaklah asing untuk mata kuliah akuntansi, karena MYOB merupakan salah satu software akuntansi yang didesain untuk memenuhi kebutuhan penyediaan informasi dan sebagai alat pengolah laporan keuangan.
Polinela ialah satu-satunya perguruan tinggi yang melakukan kerjasama serta menandatangani Memo Of Understanding (MOU) dengan perusahaan resmi dari PT NET21 Plus. Hal yang dilakukan oleh Program Studi Akuntansi di Polinela ialah dengan bekerja sama,  membeli program atau software MYOB tersebut secra resmi kemudian nantunya akan di instal. Pada kenyataannya, masih banyak yang membeli MYOB secara ilegal melalui internet, dimana software MYOB banyak tersebar diluar.
Penyediaan uji MYOB untuk umum haruslah bekerja sama dengan perusahaan yang bersangkutan. Program Studi Akuntansi telah melakukan penandatanganan MOU, maka sebagian dosen akuntansi di Polinela dilakukan pelatihan khusus secara profesional, melakukan ujian MYOB, serta mendapatkan sertifikat.
MYOB Internasional. dosen-doen tersebut bergabung menjadi tim untuk memberikan pelatihan MYOB yakni Ibu Evi Yuniarti, Ibu Nurmala, Bapak Eksa Ridwansyah, Ibu Dian Nirmala, dan Ibu Endang Asliana. Peserta yang ingin mengikuti uji MYOB dikenakan akomodasi legal yang ditetapkan pihak MYOB yakni sebesar Rp. 150.000/orang diluar biaya akomodasi kedatangan pihak MYOB. Syarat mengikuti uji MYOB ialah peserta telah mengambil mata kuliah tersebut di sekolah atau perguruan tinggi.
Sebelum mengikuti ujian maka akan dilakukan pelatihan selama seminggu oleh tim.
Menurut ketua laboraturium Akuntansi Polinela yakni Ibu Evi Yuniarti, bahwa banyak keuntungan yang diperoleh melalui kerjasama tersebut, “Pertama mata kuliah yang kita berikan legal sebab sudah selayaknya sebagai perguruan tinggi memberikan software legal atau mendapat legalitas. Kedua, mereka memberikan kesempatan kepada Polinela untuk magang dengan diberikan gaji besar, anak-anak yang diberikan sertifikat MYOB Internasional dapat dijadikan sebagai karyawannya, sehingga apabila terdapat pengujian MYOB, maka anak tersebut akan menjadi perwakilan Lampung yang melakukan uji MYOB”, tutur beliau. Pendaftaran kini masih belum dibuka, sebab kerja sama tersebut terbilang baru di tahun 2015 ini.
 Terdapat tanggapan atas kerjasama tersebut, “Saya sangat senang mendengar berita bahwa akuntansi telah bekerjasama  dengan PT NET21 Plus, nanti jika kita telah lulus dari Polinela kita mendapatkan sertifikat MYOB yang bisa kita gunakan untuk mendaftar kerja serta MYOB memiliki banyak pengolahan keuangan dan dapat bersaing di internasional khususnya untuk menghadapi Masyarakat Ekomomi Asean”, jelas salah satu mahasiswa program studi akuntansi Ridho Aryoni semester 4. (*Tri Asdi)