Monday, November 23, 2015

Gajah Lampung Icon Kota Berseri

Reporter: Reni Aprillia

Keragaman Indonesia tersebar dari sabang sampai marauke, seperti keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, maupun bahasa. Setiap suku bangsa hidup dalam kelompok masyarakat yang mempunyai kebudayaaan berbeda-beda satu sama lain. Masing-masing daerah atau masyarakat mempunyai corak dan budaya yang memperlihatkan ciri khasnya seperti pakaian adat, bentuk rumah, tarian, kerajinan, bahasa dan tradisi lainnya.
Lampung salah satu suku bangsa yang memiliki ciri khas tersendiri. Lampung tidak hanya terkenal dari segi wisata ataupun kuliner, namun budaya lampung juga kini telah terdengar oleh masyarakat indonesia. Budaya lampung yang unik menjadikan para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan interlokal tertarik untuk mengenal lebih dalam budaya lampung.
Selain siger dan tapis yang tak kalah menarik adalah gajah lampung yang menjadi ciri khas dari kota berseri ini. Hal ini tentunya tak akan terlewatkan dari pandangan para seniman. Selain menyalurkan bakat, mereka juga dapat meraih keuntungan dari budaya lampung ini. Melalui tangan-tangan kreatif para seniman, budaya lampung disulap menjadi suatu kreatifitas yang memiliki nila seni dan bermutu tinggi, seperti kerajinan gajah salah satunya. Oleh sebab itu pula kerajinan ini dapat dijadikan sebagai souvenir atau cindra mata bagi wisatawan yang berkunjung ke lampung sebagai ciri khas kota lampung.
Seperti salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri kreatif ini.
Sanggar Wisnu adalah nama perusahaan yang menyediakan produk dengan mengangkat budaya atau keunggulan dari daerah lampung, patung gajah yang merupakan icon daerah lampung salah satunya.
Perusahaan yang dipimpin I Made Karma sejak tahun 1991 tidak pernah berhenti berproduksi. Perusahaan ini berlokasikan di Jalan. Cindrawasih No.5B Kelurahan Banjarsari, Metro Utara, Lampung.
Sanggar Wisnu berkonsentrasi pada bentuk-bentuk trimatra atau 3 dimensi seperti figur-figur gajah sebagai komoditif, tetapi juga menerima order berwujud trimatra lainnya sesuai pesanan seperti papan nama, stand meja, area-area penghias taman serta relief dokumenter, bahkan tugu penghias kota merupakan produk-produk diantaranya. Bahan yang digunakan dalam kerajinan inipun sebagian besar berbahan baku dari kayu-kayu lokal seperti kayu jati, mahoni, dan kayu eboni yang dapat diperoleh dari masyarakat sekitar tempat usaha. Terkadang juga menerima pesanan berbahan baku pasir dan semen, fiber glass, dan perunggu.
Untuk menghasilkan kerajinan gajah yang baik dan indah I Made Karma tidak menemui kesulitan apapun. Ia dan karyawannya hanya menggunakan imajinasi yang fantastik dan menerapkannya dengan cara memahat secara langsung bahan-bahan yang kemudian membentuk patung gajah 2 dimensi ataupun 3 dimensi, namun sesekali dapat dibantu dengan sketsa yang kemungkinan kecil dilakukannya.
Tak ada gading yang tak retak, walaupun tak menemui kesulitan dalam pembuatan patung, namun kendala tetaplah kendala. Kendala tetap akan ada dalam setiap usaha, dan kendala dalam perusahaan ini adalah kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada untuk memenuhi produk-produk permintaan pasar. Sanggar Wisnu hanya memiliki karyawan tetap sebanyak 7 orang dan karyawan lepas sebanyak 3 orang yang dipanggil jika dibutuhkan ada pesanan banyak dan mendesak.
Target pasar akan diberlakukan kepada setiap orang yang bertandan kelampung. “Setiap yang berkunjung kelampung ia akan memerlukan kenang-kenangan atau cindra mata, nah cindra mata itulah yang akan kami suguhkan yaitu khas lampung seperti gajah dan kain tapis,” ujar I Made Karma.
Wisatawan lokal maupun mancanegara merupakan sasaran utama, namun sejauh ini masih didominasi oleh wisatawan dan tamu-tamu negara yang sedang berkunjung kelampung. Hotel-hotel menjadi salah satu sarana pemasaran yang sangat efektif, ini dikarenakan wisatawan yang berkunjung biasanya menggunakan hotel sebagai tempat interpretasi yang didapat didaerah lampung. “Sampai luar negeripun ada, namun saya tidak mengirim langsung, hanya seperti pertukaran pelajar atau mereka yang kunjungan lembaga,” pungkasnya.
Beberapa negara yang sudah mengenal kerajinan gajah lampung ini mencangkup daerah Asia Tenggara, Jepang, Cina, Belanda dan Amerika secara parsial.
Semoga nantinya kerajinan yang mengangkat unsur lokal dan unsur budaya ini dapat menambah jumlah wisatawan yang berkunjung baik dalam maupun luar negeri kelampung dan dapat menjadikan budaya lampung lebih dikenal dan dicintai oleh masyarakat Indonesia.

Wisata Keindahan dan Kekayaan Alam Ulubelu, Tanggamus


Reporter: Agus Adipura

Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung menyimpan banyak potensi sumber daya alam diantaranya dibidang pertanian, perkebunan, perdagangan, industri, kelautan, pertambangan, energi, dan pariwisata. Potensi tersebut tersebar di 20 Kecamatan yang terbentang dari timur ke barat dan utara ke selatan.
Kecamatan Ulubelu, merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tanggamus yang mayoritas mata pencaharian masyarakatnya berupa pertanian, perkebunan kopi, lada, kakao dan cengkeh, yang dapat memberikan penghasilan yang tinggi kepada warga yang berdomisili disana. Selain dibidang tersebut juga memiliki potensi yang lain, dan  bisa dimanfaatkan untuk kepetingan umum tidak hanya di Kabupaten Tanggamus tetapi diluar daerah ini, seperti proyek panas bumi (Geotermal Energy), potensi tambang emas di Pekon Petai Kayu.
Tak kalah penting potensi yang patut kita ketahui adalah di sektor pariwisata alam. Dimana   di antaranya terdapat  Danau Ulubelu dan  sejumlah air terjun alami seperti air terjun Pondok Rejo atau Lembah Pelangi, di Pekon Sukamaju yang menyimpan keelokan alam di tengah kesejukan dan keasrian lingkungan sekitarnya.
Bagi anda yang pernah berkujung ke Ulubelu tentunya anda akan tahu dimana saja tempat di Ulubelu yang wajib dikunjungi. Lalu bagaimana yang belum pernah  ke Ulubelu?, pastilah tidak  akan tahu dimana saja tempat wisata di Ulubelu yang harus dikunjungi. Karena itu kami dari Crew UKM Pers SUKMA akan memberikan informasi dimana saja tempat yang harus dikunjungi jika datang ke Ulubelu.
Perjalanan ke Ulubelu memakan waktu lebih kurang 5 Jam dari Kota Bandar Lampung. Anda dapat mengendarai kendaraan pribadi atau angkutan umum. Tersedia Bus menuju Tanggamus dari Terminal Rajabasa – Talang padang, setelah itu perjalanan  dapat dilanjutkan menggunakan ojek atau angkutan umum yang tersedia untuk menuju Ulubelu. Pemandangan yang terlihat sangat asri nan hijau bisa kita temui disepanjang jalan menuju kecamatan Ulubelu, Tepatnya diperbatasan antara desa Pagar Alam dan Desa Muara Dua, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung.  Terdapat  Danau Ulubelu yang terletak dipinggiran jalan raya Kecamatan Ulubelu, Danau Ulubelu atau yang biasa disebut dengan Danau Hijau merupakan salah satu tempat wisata Favorit di Kabupaten Tanggamus khususnya kecamatan Ulubelu.
Danau ini tidak terlalu luas namun danau ini unik karena memiliki air yang berwarna hijau sehingga terlihat sangat indah. Danau ini juga memiliki perpaduan air panas dan air dingin dengan kandungan belerang yang tinggi yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Untuk akses kedanau ini cukup mudah karena danau ini terletak ditepi jalan raya. Tidak jauh dari Danau Ulubelu  terdapat Air Terjun Lembah Pelangi. Air terjun Lembah Pelangi memiliki dua tingkatan, dengan air terjun pada tingkatan kedua memiliki cabang. Tinggi  air terjun pada tingkat pertama diperkirakan mencapai lebih dari 100 meter, dan belasan meter ketinggian air terjun tingkatkan kedua.
Semula air terjun ini bernama air terjun Pondok Rejo, namun belakangan warga setempat sepakat menyebutnya sebagai air terjun Lembah Pelangi. ”Disebut air terjun Lembah Pelangi karena biasanya saat tengah hari muncul pelangi di sekitar air terjun itu ketika cuaca cerah. Diperkirakan pelangi ini muncul karena percikan air yang berhamburan dan saat terkena cahaya sinar matahari memancarkan serupa pelangi,” ujar Warsito masyarakat sekitar.


Warsito juga menambahkan, masyarakat setempat sangat mendukung pengelolaan dan pengembangan objek wisata air terjun Lembah Pelangi itu, antara lain terlihat dari antusiasme warga bergotong-royong membuka jalan akses masuk ke lokasi air terjun ini pada 15 April 2015. “Semua warga laki-laki turun ke sini membantu bersama-sama membuka akses jalan ke lokasi air terjun Lembah Pelangi ini selama seharian, sehingga akses jalan masuk ke air terjun lebih mudah dijangkau,” pungkasnya.
Menurut informasi warga setempat, air terjun Pondok Rejo yang sekarang lebih dikenal dengan nama air terjun Lembah Pelangi ini mulai dijamah warga setempat sekitar tahun 1970-an, dan baru dinamai Lembah Pelangi pada sekitar Februari 2015 ini. Warga setempat  berharap air terjun Lembah Pelangi ini akan dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) pekon ini, sehingga diharapkan menjadi salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Tanggamus maupun Provinsi Lampung.
Saat berkunjung ke lokasi air terjun Lembah Pelangi ini, kendati akses jalan sudah dibuka oleh warga setempat, namun untuk memasuki kawasan lembah tempat air terjun ini masih relatif sulit dan memerlukan perjuangan dan tenaga ekstra karena harus melalui jalan setapak sempit di sisi jurang yang kondisinya licin saat hujan.
Jalan masuk sejauh sekitar 700 meter hingga satu kilometer menuju air terjun itu, harus melalui jalan setapak naik turun yang akan melelahkan untuk mencapainya, apalagi ketika harus kembali ke perkampungan setelah melihat air terjun ini karena harus melalui jalan menanjak yang cukup tinggi dan jauh.
 Namun ketika mencapai air terjun utama, umumnya pengunjung mengaku sangat puas menyaksikan keindahan air terjun Lembah Pelangi yang dinilai tak kalah dengan air terjun lainnya.
Ketinggian air terjun yang mencapai seratusan meter dengan percikan air ke lingkungan sekitarnya yang berbukit batu serta dilingkupi pepohonan dan suasana yang dingin dapat memuaskan kehausan akan suasana alam yang asri.
Apalagi di bawah air terjun ini terdapat beberapa titik sumber air hangat dan air panas yang dapat merendam tubuh kita, sekaligus menghilangkan penat.

Menurut warga setempat, keberadaan sumber air panas yang keluar dari dasar bebatuan itu, belakangan baru diketahui sehingga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk datang ke air terjun ini.
Selain dapat menyaksikan keindahan air terjun bertingkat, pengunjung juga dapat menyaksikan eloknya warna-warni pelangi di siang hari saat cuaca cerah, merasakan percikan air dari air terjun ini, sekaligus merasakan sensasi berendam dalam air panas dan air hangat alami di air terjun lembah pelangi.

Danau Alami Kota Metro

Reporter: Reni Aprillia

Sukma_Polinela; Negara kepulauan sebutan bagi tanah air tercinta kita. Terbentang dari sabang sampai marauke, tersusun dalam ribuan pulau besar maupun pulau kecil dan dihubungkan oleh berbagai selat dan laut. Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam, pulau-pulau besar seperti Pulau Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan pulau Jawa memiliki potensi yang berbeda-beda. Setiap pulau memiliki keindahan alam dan keindahan bahari yang luar biasa yang dapat memanjakan mata kita, tentunya dengan corak dan budaya masing-masing. Pulau Sumatera kaya akan hasil alam, pulau yang dikelilingi oleh perairan ini memiliki pemandangan alam yang menjanjikan.
Provinsi Lampung salah satunya. Beragam jenis tempat wisata ditawarkan oleh provinsi ini sehingga mengundang banyak wisatawan dari luar lampung. Beberapa tempat wisata yang menarik perhatian untuk dikunjungi yaitu Pantai Pasir Putih, Teluk Kiluan, Pulau Pahawang, Air Terjun Curup Tujuh, Air Terjun Putri Malu, Taman Nasional Way Kambas, Gunung Krakatau, Menara Siger dan masih banyak tempat wisata yang patut dikunjungi. Sebagian besar tempat wisata ini memiliki potensi alam yang relatif masih asli.
Lari ke bagian salah satu provinsi Lampung, yaitu kota terbesar di lampung selain kota Bandar Lampung. Kota Metro, kota padat penduduk karena letaknya yang berbatasan dengan Lampung Tengah dan Lampung Timur. Kota yang biasa disebut kota pendidikan ini memiliki icon-icon yang menarik. Seperti Taman Metro yang dilengkapi dengan Tugu Kota Metro ini selalu ramai pengunjung baik di siang hari maupun malam hari baik masyarakat sekitar kota metro maupun masyarakat luar daerah kota metro. Area ini tidak pernah sepi pengunjung, selain tempatnya yang berada di pusat kota, di seberang taman kota juga terdapat masjid Taqwa, masjid kebanggaan masyarakat metro yang dapat dijadikan tempat beristirahat sejenak sambil beribadah.
Dibagian utara kota metro juga terdapat tempat yang menarik. Tempat yang masih asli dengan keindahan alamnya menjadi daya tarik tersendiri. Dam Raman sebutannya, merupakan danau yang dibuat menjadi waduk. Danau yang masih alami ini berada diperbatasan 3 wilayah, yakni Kota Metro, Lampung Tengah dan Lampung Timur. Danau ini menjadi sumber potensi air terbesar dikota metro. Kawasan Dam Raman memiliki total luas 26 ha dan hanya berjarak 8 km dari pusat kota metro. Kawasan tersebut dikelilingi pepohonan lebat jenis jabon selain akasia yang tertanam rapi disekitar lahan yang mampu membius mata dan menstimulasi udara dingin nan segar yang terasa pekat dan terhirup tiap insan yang berada di lokasi. Tak hanya pepohonan, beberapa hamparan sawah luas yang mampu meremajakan pikiran dan mata juga akan terlewati saat menuju bendungan.
“Dam Raman itu tak pernah sepi, paling ramai akhir pekan jika hari-hari libur, terkadang dijadikan tempat suatu acara dari luar daerah” ujar Ema (28) salah satu penduduk disekitar Dam Raman saat diwawancarai.
Bagi yang memiliki kegemaran atau sekedar hobi memancing, dapat melakoni hobi mereka di Dam Raman. Menculik ikan dengan menggunakan kail, kini menjadi simbol hakiki bagi individu dalam mengekspresikan diri dan menikmati waktu. Biasanya pada siang hari tampak sekelompok warga usia tua duduk sambil menanti umpannya dimakan ikan.  Yang menjadikan magnet Dam Raman bagi para pemancing yang banyak berasal dari tiga kota ini adalah panorama indah di sekitar lokasi.
Selain sebagai tempat memancing, Dam Raman baru dimanfaatkan untuk tem­pat bersantai dan menikmati pemandangan.
“Disini pemandangannya indah, biasanya saya dan keluarga pergi jika sore hari jadi tidak panas, sejuk tempatnya disamping itu ramai orang memancing karena ikannya banyak” ujar Sri (35) warga Hadimulyo yang ditemui saat bersantai.
Sayang seribu sayang, danau yang masih alami itu kini nyaris tertutup tanaman enceng gondok. Tampaknya aset wisata yang amat berpotensi ini belum termanfaatkan dengan baik. Padahal air yang terbentang luas berada diatas lahan seluas 26 ha itu mampu menjadi magnet yang mendongkrak wahana keindahan dan berkontribusi pendapatan jika disulap menjadi kawasan wisata di kota metro. Pemerintah kota metro saat ini sedang berusaha untuk memperbaiki daerah sekitar Dam Raman. Dimulai dengan membersihkan tanaman enceng gondok yang berada di perairan dam raman. Namun karena metode pembersihan yang dilakukan secara alami oleh pendduduk sekitar, pembersihan baru menjangkau daerah pinggiran perairan. Saat ini pemerintah juga sudah mengemasnya dengan membuat masterplan Dam Raman.
Dengan adanya pemberdayaan dari pemerintah, semoga Dam Raman dapat menjadi tempat wisata yang berpotensi bagi kota metro.
Dimana keagungan alam yang dipertontonkan Dam Raman semoga dapat menarik investor untuk mengembangkan Dam Raman menjadi tempat wisata yang berbasis masyarakat dan dapat lebih terekspos.Sukma_Polinela; Negara kepulauan sebutan bagi tanah air tercinta kita. Terbentang dari sabang sampai marauke, tersusun dalam ribuan pulau besar maupun pulau kecil dan dihubungkan oleh berbagai selat dan laut. Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam, pulau-pulau besar seperti Pulau Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan pulau Jawa memiliki potensi yang berbeda-beda. Setiap pulau memiliki keindahan alam dan keindahan bahari yang luar biasa yang dapat memanjakan mata kita, tentunya dengan corak dan budaya masing-masing. Pulau Sumatera kaya akan hasil alam, pulau yang dikelilingi oleh perairan ini memiliki pemandangan alam yang menjanjikan.
Provinsi Lampung salah satunya. Beragam jenis tempat wisata ditawarkan oleh provinsi ini sehingga mengundang banyak wisatawan dari luar lampung. Beberapa tempat wisata yang menarik perhatian untuk dikunjungi yaitu Pantai Pasir Putih, Teluk Kiluan, Pulau Pahawang, Air Terjun Curup Tujuh, Air Terjun Putri Malu, Taman Nasional Way Kambas, Gunung Krakatau, Menara Siger dan masih banyak tempat wisata yang patut dikunjungi. Sebagian besar tempat wisata ini memiliki potensi alam yang relatif masih asli.
Lari ke bagian salah satu provinsi Lampung, yaitu kota terbesar di lampung selain kota Bandar Lampung. Kota Metro, kota padat penduduk karena letaknya yang berbatasan dengan Lampung Tengah dan Lampung Timur. Kota yang biasa disebut kota pendidikan ini memiliki icon-icon yang menarik. Seperti Taman Metro yang dilengkapi dengan Tugu Kota Metro ini selalu ramai pengunjung baik di siang hari maupun malam hari baik masyarakat sekitar kota metro maupun masyarakat luar daerah kota metro. Area ini tidak pernah sepi pengunjung, selain tempatnya yang berada di pusat kota, di seberang taman kota juga terdapat masjid Taqwa, masjid kebanggaan masyarakat metro yang dapat dijadikan tempat beristirahat sejenak sambil beribadah.
Dibagian utara kota metro juga terdapat tempat yang menarik. Tempat yang masih asli dengan keindahan alamnya menjadi daya tarik tersendiri. Dam Raman sebutannya, merupakan danau yang dibuat menjadi waduk. Danau yang masih alami ini berada diperbatasan 3 wilayah, yakni Kota Metro, Lampung Tengah dan Lampung Timur. Danau ini menjadi sumber potensi air terbesar dikota metro. Kawasan Dam Raman memiliki total luas 26 ha dan hanya berjarak 8 km dari pusat kota metro. Kawasan tersebut dikelilingi pepohonan lebat jenis jabon selain akasia yang tertanam rapi disekitar lahan yang mampu membius mata dan menstimulasi udara dingin nan segar yang terasa pekat dan terhirup tiap insan yang berada di lokasi. Tak hanya pepohonan, beberapa hamparan sawah luas yang mampu meremajakan pikiran dan mata juga akan terlewati saat menuju bendungan.
“Dam Raman itu tak pernah sepi, paling ramai akhir pekan jika hari-hari libur, terkadang dijadikan tempat suatu acara dari luar daerah” ujar Ema (28) salah satu penduduk disekitar Dam Raman saat diwawancarai.
Bagi yang memiliki kegemaran atau sekedar hobi memancing, dapat melakoni hobi mereka di Dam Raman. Menculik ikan dengan menggunakan kail, kini menjadi simbol hakiki bagi individu dalam mengekspresikan diri dan menikmati waktu. Biasanya pada siang hari tampak sekelompok warga usia tua duduk sambil menanti umpannya dimakan ikan.  Yang menjadikan magnet Dam Raman bagi para pemancing yang banyak berasal dari tiga kota ini adalah panorama indah di sekitar lokasi.
Selain sebagai tempat memancing, Dam Raman baru dimanfaatkan untuk tem­pat bersantai dan menikmati pemandangan.
“Disini pemandangannya indah, biasanya saya dan keluarga pergi jika sore hari jadi tidak panas, sejuk tempatnya disamping itu ramai orang memancing karena ikannya banyak” ujar Sri (35) warga Hadimulyo yang ditemui saat bersantai.
Sayang seribu sayang, danau yang masih alami itu kini nyaris tertutup tanaman enceng gondok. Tampaknya aset wisata yang amat berpotensi ini belum termanfaatkan dengan baik. Padahal air yang terbentang luas berada diatas lahan seluas 26 ha itu mampu menjadi magnet yang mendongkrak wahana keindahan dan berkontribusi pendapatan jika disulap menjadi kawasan wisata di kota metro. Pemerintah kota metro saat ini sedang berusaha untuk memperbaiki daerah sekitar Dam Raman. Dimulai dengan membersihkan tanaman enceng gondok yang berada di perairan dam raman. Namun karena metode pembersihan yang dilakukan secara alami oleh pendduduk sekitar, pembersihan baru menjangkau daerah pinggiran perairan. Saat ini pemerintah juga sudah mengemasnya dengan membuat masterplan Dam Raman.
Dengan adanya pemberdayaan dari pemerintah, semoga Dam Raman dapat menjadi tempat wisata yang berpotensi bagi kota metro.
Dimana keagungan alam yang dipertontonkan Dam Raman semoga dapat menarik investor untuk mengembangkan Dam Raman menjadi tempat wisata yang berbasis masyarakat dan dapat lebih terekspos.

Kreasikan Sampah Hasilkan Sesuatu yang Bermanfaat

Reporter : Erlinda Gista

Lingkungan sehat tentunya dambaan bagi setiap masyarakat. Lingkungan sehat adalah lingkungan yang asri, indah dan bersih dari segala jenis sampah yang dapat merusak lingkungan. Namun, sampah merupakan permasalahan lingkungan yang tidak pernah usai. Semakin modern kehidupan manusia, maka kuantitas sampah yang dihasilkan pun semakin meningkat.
Sampah adalah segala macam benda baik yang dapat terurai atau pun yang tidak. Kita mengenal dua jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik yaitu sampah yang masih bisa diurai oleh mikroorganisme pengurai atau disebut juga dengan sampah basah, sedangkan sampah anorganik adalah jenis sampah yang sulit atau tidak bisa diuraikan oleh mikroorganisme pengurai atau sampah kering. Sampah jenis inilah yang berpotensi dapat merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu Ibu Nurtisa mempunyai ide untuk memanfaatkan sampah-sampah yang dapat merusak lingkungan menjadi sesuatu yang berguna. Ibu Nurtisa yang bertempat tinggal di Desa Muaradua, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus adalah salah seorang ibu rumah tangga yang peduli terhadap lingkungan. “Awalnya saya ngerasa risih dengan sampah-sampah yang ada di warung saya, setelah saya belanja stok untuk dijual di warung sampahnya berserakan, disitulah saya mulai berfikir untuk memanfaatkan sampah ini biar ada gunanya,” ungkap Ibu Nurtisa.
Sampah yang berserakan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan baik pada tanah, air atau udara. Akan tetapi jika dikelola dengan baik seperti memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik dengan masing masing tempat sampah, sebenarnya sampah - sampah tersebut masih memungkinkan untuk dimanfaatkan baik dalam bentuk aslinya maupun melalui proses pengolahan atau daur ulang. Ibu Nurtisa yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu memanfaatkan sampah sampah yang ada dengan membuat berbagai macam kerajinan atau hiasan yang bernilai seni, dapat bermanfaat dan bernilai ekonomis. Namun, Ibu Nurtisa tidak selalu mendaur ulang sampah tersebut mengingat kesibukannya sebagai seorang ibu rumah tangga, ia melakukannya jika sedang ada waktu luang, ”Saya adalah orang yang tidak bisa hanya diam saja kalau sedang ada waktu santai,” ujar ibu berusia empat puluh tahun keatas itu.
Kerajinan yang sudah dibuat oleh Ibu Nurtisa diantaranya ada wadah unik yang bisa digunakan untuk menempatkan pena ataupun pensil, juga bisa digunakan sebagai vas bunga, bahan yang digunakan dari kertas bekas rokok dengan mengguntingnya kecil-kecil membentuk sudut dan menyusunnya satu persatu hingga membentuk sebuah gelas, ada pula yang dibentuk sebagai hiasan di sudut rumah seperti bentuk-bentuk hewan bagaikan patung dan juga ada hiasan dinding. Karya lainnya yang dibuat oleh Ibu Nurtisa yaitu ada tas dan karangan bunga. Tasnya sendiri dibuat dari sampah plastik bekas jajanan warung seperti sampah plastik bungkus Kopi atau yang lainnya. Cara membuatnya juga sederhana yaitu dengan menggunting dan menganyam plastik-plastik tersebut membentuk sebuah tas dan dijahit dibagian gagangnya setelah sebelumnya tentu saja dibersihkan terlebih dahulu. Sedangkan untuk karangan bunga dibuat dari sedotan dengan digunting dan bagian atasnya dibuat seperti kelopak bunga. ”Saya tidak mempunyai niat untuk menjualnya karena saya tidak dapat selalu membuatnya, tapi jika ada orang yang tertarik membelinya, ya saya jual,” tambah Ibu Nurtisa
Semua itu adalah hal yang sederhana tapi tidak semua orang mempunyai keahlian tersebut dan pikiran yang sama. Ibu Nurtisa sudah cukup kreatif dengan memanfaatkan sampah - sampah tersebut dan menghasilkan kerajinan yang telah dibuatnya. Selain itu, lingkungan pun menjadi bersih, asri dan indah terhindar dari berbagai macam penyakit. “Untuk generasi muda, kita manfaatkan waktu sebaik - baiknya untuk sesuatu yang bermanfaat dan kita berikan kontribusi untuk lingkungan yang bersih dan sehat,”tuntas Ibu Nurtisa.

Pembuatan Kapal



Reporter: Denok Cinde Melati

Di era globalisasi dengan kecanggihan teknologi yang pesat, dimana produk tansportasi banyak sekali yang sudah canggih, mulai transportasi darat, udara, dan laut sekalipun. Berbagai fasilitas dan model sudah banyak diluncurkan dari transportasi masa kini. Misalnya tranportasi darat yang menawarkan mobil-mobil mewah dengan body anti peluru, atau transportasi udara seperti pesawat jet pribadi dengan fasilitas yang serba ada, juga transportasi laut yang kini banyak menawarkan kemewan untuk menikmati indahnya samudera dengan menggunakan kapal pesiar yang super indah nan mewah dengan fasilitas yang membuat nyaman para penumpangnya.
Transportasi di era modern itu dibuat oleh teknisi hebat dengan pengalaman yang sudah tidak diragukan lagi, juga dengan bantuan teknologi era masa kini yang menunjang sarana dan prasarananya sehingga menjadikan transportasi itu berkualitas bagus.
Namun, dibalik kemewahan serta kecanggihan transportasi yang di imingi oleh teknologi masa kini itu, masih terdapat banyak sekali di Negara kita yang belum menggunakan teknologi tersebut karena harga yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan transportasi itu  jauh dari jangkauan perekonomian ekonomi bangsa Indonesia.
Seperti halnya Bapak Darwis dan teman-temannya yang saya temui ditengah kesibukannya pada pagi hari saat beliau sedang membuat dan memperbaiki Kapal Cantrang ( kapal yang dipakai nelayan untuk mencari ikan) dan Kapal Pelele (kapal yang dipakai untuk mengangkut penumpang ke Pulau). Beliau dengan para pekerja juga kru kapal yang lain sedang memperbaiki kapal yang biasa mereka gunakan untuk mencari sesuap nasi itu, kapal itu sedang direnovasi pada bagian bawah dengan pergantian kayu yang sudah mulai rapuh termakan usia, juga sedang diperbaiki mesinnya karena mengalami kerusakan peda mesin kapal sehabis dipakai berlayar selama setengah bulan dilautan.
Kapal Cantrang yang sedang diperbaiki itu sudah berusia 5 tahun dari masa pembuatannya, Kapal yang biasa mereka gunakan untuk berlayar mencari ikan ini berukuran cukup besar dengan panjang 17meter, dan dibagian dalam tubuh kapal juga mereka lengkapi dengan fasilitas dapur juga tempat peristirahatan yang mereka gunakan selama masih berlayar ditengah laut. “ya walaupun gak mewah kayak Kapal yang di TV itu tapi fasilitasnya cukup memadai bagi kami kok mbak” begitu ujar Bapak Darwis.
Pembuatan Kapal Cantrang biasa memakan waktu selama 3bulan lebih sedangkan jika hanya renovasi atau perbaikan memakan waktu paling lama satu bulan setengah sesuai jenis kerusakan dan renovasi yang dilakukan. Meskipun Kapal sederhana tetapi pembuatannya pun harus teliti, juga dengan kesabaran. Para pekerja menghaluskan kayu yang akan dijadikan badan kapal dengan hati-hati juga kecermatan, pekerja yang lain pun memberi sentuhan estetika pada badan kapal dengan mengecat setiap bagian menggunakan warna terang yang berbeda untuk mengindahkan Kapal itu jika dilihat.
Dibagian depan Kapal terdapat bendera Merah Putih yang sedang berkibar, saat ditanya apakah karena akan memperingati Hari Kemerdekaan Bangsa kita makanya Kapal dipasangi Bendera beliau menjawab, “Bendera itu memang sudah lama terpasang disitu mbak, bahkan dikapal nelayan yang lain juga ada benderanya, bukan hanya untuk memperingati Kemerdekaan saja, tetapi bendera itu untuk menunjukkan identitas diri kalau kami adalah nelayan Indonesia, lihat saja warna benderanya sudah mulai using karena termakan usia”.
Bapak Darwis dan teman Nelayan lainnya begitu mencintai Tanah Airnya karena ia merasa sudah menyatu dengan alam, terlebih lagi lautan yang sehari-harinya sudah menjadi tempat tinggal mereka lebih dari rumah mereka sendiri.
Harapan mereka supaya Lautan tetap terjaga kelestariannya, dan supaya Indonesia yang merupakan Negara yang 3/1 daerahnya adalah lautan ini memperhatikan mereka sebagai Nelayan Kecil yang membutuhkan uluran Tangan.     

Seperti Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia?

Reporter : Ponijah

Indonesia adalah Negara yang memiliki pendidikan yang memprihatinkan. Dari tahun ke tahun masalah pendidikan terus melanda negara ini. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk menciptaka Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan dapat mewujudkan negara yang cerdas.
Kualitas pendidikan di Indonesia seharusnya selalu meningkat setiap tahun. Namun, peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidaklah mudah. Karena permasalahan pendidikan di Indonesia yang kompleks membuatnya sulit diselesaikan. Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dimana dengan diadakan perubahan sistem pendidikan mulai dari KTSP hingga kini diadakan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013. “Dengan meningkatnya kualitas pendidikan seharusnya kualitas SDM juga semakin meningkat”, ujar Ideal Gustaf selaku guru Prakarya (32).
Pada kurikulum 2013 peran guru sebagai motivator, sedangkan siswa dituntut untuk lebih aktif dan kreatif. Dalam hal ini seorang guru tidak hanya mengajar tetapi untuk bekerja secara profesional yaitu guru dapat memotivasi siswanya agar dapat menerima pelajaran yang diberikan.
Penerapan sistem pendidikan dengan menggunakan kurikulum 2013 di beberapa sekolah tidaklah mudah. Pada awal penerapannya baik dari siswa maupun guru masih kesulitan untuk melakukannya. Seperti yang dikatakan seorang guru di salah satu SMA di Lampung Utara, beliau mengatakan, “Pada awalnya siswa dan guru mengalami kesulitan, namun semua itu adalah proses dan pada akhirnya sekolah dapat mengikuti sistem pendidikan tersebut.
Kurikulum 2013 diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Di Lampung Utara ada 4 sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013. Salah satunya adalah SMAN 1 Bukit Kemuning. SMA ini merupakan SMA di daerah yang cukup baik dalam menerapkan kurikulum 2013 selama 3 tahun ini.
Dalam kurikulum 2013 terdapat mata pelajaran wajib yaitu Prakarya. Mata pelajaran ini berbasis praktek. Dimana didalamnya terdapat pelajaran tentang perikanan, pertanian, dan tata boga. Untuk SMAN 1 Bukit Kemuning belum tersedia guru yang sesuai dengan bidang tersebut. Hal ini tentunya terdapat kesulitan dalam pengajaran. Selain itu sarana dan prasarana yang belum memadai juga menjadi salah satu penyebab terjadi kesulitan dalam pengajarannya. “Bahkan untuk belajar siswa harus menyiapkan sendiri bahan-bahan prakteknya”, ungkap Bapak Edi selaku guru di SMA N 1 Bukit Kemuning.
Kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik, namun masih kekurangan dari pemerintah yaitu kurangnya ketegasan dalam menetapkan. “Jika kurikulum 2013 menciptakan orang yang handal dan bagus kenapa tidak dari sekarang terapkan,” lanjut Bapak Edi. Masih ada sekolah yang belum menerapkan kurikulum 2013. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian dari pemerintah mengapa sistem pendidikan ini tidak diterapkan diseluruh sekolah di Indonesia.
Selain permasalahan kurikulum, tenaga pengajar pun menjadi salah satu permasalah di Indonesia. Kesejahteraan seorang guru masih butuh perhatian dari pemerintah. Banyak guru yang belum tersertifikasi. Selain itu, pemerataan tenaga pengajar di Indonesia masih sangat buruk. Salah satu contoh adalah di SMAN 1 Bukit Kemuning yang masih banyak kekurangan guru, sehingga harus mencari guru honorer. ”Guru yang telah menjadi PNS hanya 25 orang, sedangkan SMAN 1 Bukit Kemuning membutuhkan 62 orang guru”, tegas Bapak Edi. Kekurangan guru ini menyebabkan ada guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidangnya seperti pelajaran seni budaya dan prakarya.
Sebagai seorang siswa, Cahyatika siswa SMA kelas 3 berharap agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin maju. “Dengan kualitas pendidikan yang bagus akan memudahkan siswa-siswinya untuk meningkatkan prestasi,” tuntasnya. Pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama dalam mewujudkan semua itu. Apabila salah satu pihak tidak mendukung maka hal tersebut tidak akan berjalan lancar.

Sekolah Impian Sang Bumi Ruwai Jurai



Reporter : Hartien Dini Amsal

Indonesia menyimpan berjuta keindahan yang khasat dari mata manusia. Keindahan yang di ciptakan oleh sang pencipta sangatlah menakjubkan dan tidak dapat ternilaikan. Sang pencipta menciptakan berjuta pulau dan beribu lautan di Indonesia. Terutama di provinsi Lampung, banyak sekali pemandangan yang menakjubkan, seperti lautan, gunung, pulau dll. Tetapi,  sekarang semua tak terlihat seperti aslinya semua disebabkan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, kini provinsi Lampung memiliki sekolah pendidikan yang  berbasis alam. Sekolah ini bernama Sekolah Alam Lampung yang beralamat Jl. Airan Raya, Way Hui Bandar Lampung. sekolah tersebut didirikan dengan tujuan mengembalikan manusia pada tujuan penciptaan yaitu menjadi khalifah (pemimpin yang bertakwa, berakhlak mulia, berilmu dan menjadi rahmatan lil’alamin) itu lah misi Sekolah Alam Lampung.
Sebelum masuk ke bagian dalam sekolah,  kita sudah dibuat senyum dengan suasana alami yang terbentang di halaman depan sekolah. suasana yang membuat seseorang nyaman berada disana. Setelah itu, masuk ke bagian dalam sekolah, suasananya sangatlah berbeda dengan sekolah umum lainnya, di sekolah ini tidak ada bangku kotak berwarna coklat, tidak ada duduk rapi berjejer di bangku kelas, dan hal yang menarik adalah siswa-siswinya tidak mengenakan seragam mereka berpakaian bebas layaknya bukan seorang siswa-siswi.  Melainkan di sekolah ini terbentuk layaknya alami, siswa-siswi berpakaian bebas yang duduk di lantai kelas yang terbuat dari papan.  Tidak ada dinding pembatas yang membatasi antar kelas, sehingga suara sorak-sorai siswa terdengar keras. Semua diciptakan agar sisa-siswinya merasa nyaman dan tidak merasakan tekanan.
Semua benda-benda yang yang tak ternilai bagi sebagian orang, di sekolah ini menjadi sangatlah ternilai, seperti suasana taman bermain untuk jenjang PAUD dan TK, peralatan belajar untuk siswa-sis­wi SD, SMP, dan SMA. Semua siswa-siswi sekolah alam tersebut tidak banyak menghabiskan waktu belajar di dalam kelas, melainkan banyak menghabiskan waktu belajar di luar kelas hal itu dikarenakan agar mereka dapat  mengasah kreativitas.
Pendidikan yang diajarkan di sekolah alam ini pun berbeda dengan sekolah umum. Di sekolah alam pendidikan akademisnya berbasis alam seperti outbond, fun games, klub siswa pencipta alam, sport, music, journalist, photography dll, tidak lupa juga nilai-nilai agamanya selalu ditanamkan seperti shalat dhuha, shalat wajib berjamaah, hafalan ayat, surat, hadist dll. “awalnya saya merasa aneh dengan sekolah ini, semua berbeda banget dengan sekolah-sekolah lain tetapi setelah masuk rasanya seru, asik banget gak ngebosenin. Kita dapat mengkreasikan kreativitas yang kita miliki,  gak bakal nyesel deh sekolah di sekolah alam ini”, ujar Kevin salah seorang siwa sekolah alam tersebut.
Dalam waktu seminggu sekolah alam ini hanya memiliki waktu 5 hari dalam bersekolah, hari sabtu dan minggu mereka memiliki waktu libur. Sekolah alam ini juga tidak mengajarkan derajat kekayaan, semua pendidikan yang diberikan sesuai syariah islam. Mungkin kebanyakan orang belum banyak yang mengetahui sekolah alam hal itu di karenakan sekolah alam baru beberapa tahun dididrikan dan lokasi sekolah alam ini cukup jauh dari keramaian.